Tega

Tega
Bab 225


__ADS_3

Tristan lantas memperhatikan pria yang wajahnya mirip sedikit antara percampuran Oh Sehun dan Ji Cang Wook itu.


Sekali lihat saja, Tristan tahu kalau wajahnya itu tidak natural.


Tristan lantas mendekati Richard.


"Wajahnya plastik!" bisik Tristan pada Richard.


Richard yang merasa bosnya itu sedikit lemes pun sangat terkejut. Dia langsung menarik dirinya sedikit menjauh dari Tristan dan melihat Tristan dengan tatapan tak percaya.


"Oh emji... bos! mulut mu lemes sekali ya! biar pastik itu bukan plastik belanjaan, itu pasti plastik merek ternama. Oh emji... lihat hidungnya, sudah hampir mirip pria paling tampan bersertifikat itu, yang suka banget makan corn dog rasa kentang itu bos!" kata Richard dengan gaya khasnya dan wajah yang menurut Tristan aneh.


"Ck..!"


Tristan makin tidak mengerti apa yang sedang di katakan oleh Richard. Dia pun akhirnya mendekati pria itu.


"Jadi ini lemarimu, kalau begitu salahkan kurirnya yang membawa lemari ini masuk ke apartemen ku!" kata Tristan yang merasa sangat tidak senang pada pria bernama Brian Kim itu.


"Oh emji... bos! plis deh!" kata Richard yang tidak enak pada pria yang sedang di sikapi dengan ketus oleh Tristan tersebut.


Meskipun dalam hatinya tidak tahu, apakah Brian Kim marah, kesal atau bagaimana dengan Tristan. Tapi wajahnya masih tetap menunjukkan senyum.


"Iya tuan...!"


"Tristan Hutama!" jawab Richard antusias.


Tristan langsung menatap tajam pada Richard yang sepertinya sangat tertarik pada pria yang kata Tristan. Pria plastik itu.


Tapi pria itu malah tersenyum.


"Tidak apa-apa tuan Tristan, anda benar. Ini memang salah kurirnya. Baiklah, aku minta maaf atas ketidaknyamanan tuan Tristan dan...!"

__ADS_1


Pria itu lantas menoleh ke arah Richard sambil tersenyum.


"Richard... Richard Meyer!" kata Richard senang.


"Iya tuan Richard juga. Selamat siang!" kata pria itu yang lantas keluar dari apartemen Tristan membawa lemari miliknya yang di angkat oleh empat orang kurir.


Setelah Brian Kim pergi, Tristan lantas mendengus kesal dan melotot pada Richard.


"Heh, cari kurir yah benar! Bikin malu saja, masak iya salah bawa lemari?" tanya Tristan kesal sambil berjalan ke arah Sarah dan ibu mertuanya.


Richard langsung memasang wajah memelas dan mengikuti langkah Tristan.


"Yah maaf bos, mungkin karena model furniture nya sama dan sama-sama baru juga, mereka jadinya salah bawa!" jelas Richard mengatakan kemungkinannya.


Sarah dan Widya yang melihat Tristan dan Richard adu argumen lantas langsung menoleh ke arah mereka.


"Kenapa Tristan...!"


"Sarah sayang, jangan biasakan panggil suamimu begitu. Panggil mas!" seru Widya menasehati anaknya.


"Sayang, dengar kata ibumu. Panggil aku mas!" kata Tristan antusias.


Sarah memasang wajah geli, tapi dia pikir itu tidak ada salahnya.


"Baiklah, mas Tristan!" kata Sarah untuk pertama kalinya memanggil Tristan dengan embel-embel mas di depan namanya.


"Wah, aku juga boleh dong bos panggil mas?" tanya Richard yang duduk di sofa dekat Widya.


"Boleh, tapi biar Tristan potong gaji mu nanti!" kata Widya menirukan apa yang tadi dikatakan Tristan saat kesal pada Richard.


Richard langsung menundukkan kepalanya sedih, tapi Tristan, Sarah dan Widya malah terkekeh.

__ADS_1


'Wah, kenapa ibu mertuanya bos klop sekali dengan bos? tidak benar ini!' batin Richard mengeluh.


"Tadi ada apa mas? kenapa lemarinya di keluarkan lagi?" tanya Sarah pada Tristan.


"Itu tuh kerjaan Richard, dia malah terpesona sama pria plastik itu! bikin malu saja!" kesal Tristan.


Di marahi seperti itu oleh Tristan, Richard hanya terdiam sambil memainkan tab yah ada di tangannya. Tapi tidak di hidupkan hanya di bolak balik dan di gosok gosok saja casingnya.


"Makanya, jangan terpesona sama pria plastik!" kata Widya.


'Nah, dia ikutan lagi. Aku bisa habis di bully di sini sama mertua dan menantu!' keluh Richard lagi.


"Tuh dengar kata ibu mertuaku, durhaka kamu gak dengerin kata orang tua!" lanjut Tristan membuat Richard semakin ingin menghilang saja dari sana tapi sayang pekerjaannya belum beres.


'Aku ingin bisa menghilang dari sini, sayangnya pekerjaan ku belum beres. Nenekku pernah berkata, pantang pulang sebelum kerjaan selesai. Hais nenek, lihat cucumu sedang menderita saat ini!' gerutu Richard di dalam hatinya.


Tentu saja dia hanya bisa menggerutu di dalam hatinya. Mana berani dia membantah Tristan, meskipun Tristan sudah menganggap Richard seperti saudara sendiri, tetapi tetap saja hanya di anggap sebagai saudara ketemu besar, pekerjaan ya pekerjaan. Kalau salah, tidak ada negosiasi atas nama persaudaraan.


Sementara itu di unit apartemen Brian Kim. Pria itu terlihat langsung merubah ekspresi wajahnya dengan sangat cepat. Yang awalnya wajah pria itu begitu tampak sangat bersahabat, namun begitu memasuki unit apartemennya sendiri wajahnya langsung berubah menjadi ketus dan galak.


Para kurir yang mengangkat lemari miliknya bahkan tak berani bertanya, kenapa tadi mereka di perintahkan oleh Brian Kim untuk mengangkat lemari yang memang bukan seharusnya mereka angkat.


Jadi yang salah itu bukan kurir suruhan Richard. Tapi kejadian sebenarnya adalah, Brian Kim sengaja memerintahkan para kurir yang disewa untuk mengangkat lemari yang seharusnya masuk ke dalam apartemen milik Tristan.


Hingga di tempat itu hanya tinggal tersedia lemari yang seharusnya di bawa ke tempat Brian Kim. Karena memang hanya tinggal lemari itu satu-satunya dan contoh atau tipe yang disebutkan oleh Richard juga hampir sama dengan ciri-ciri lemari yang tadi diangkat masuk ke apartemen Tristan. Mala para kurir suruhan Richard mengangkat lemari itu masuk ke unit apartemen Richard.


Setelah lemari itu di bawa, Brian Kim baru menyuruh kembali kurir yang dia sewa untuk meletakkan kembali lemari yang seharusnya di bawa ke apartemen Richard di tempat semula. Lalu Brian Kim mengikuti kurir suruhan Richard sampai ke apartemen Tristan. Dan selanjutnya dia pun mulai berakting seolah kurir suruhan Richard yang salah.


Setelah sampai di kamar apartemennya, Brian Kim lantas membuka kopernya. Dan dia pun mengambil sebuah foto. Foto itu adalah foto Sarah dan dirinya saat masih menjadi sepasang kekasih.


"Sarah, aku kembali. Aku akan mendapatkan mu lagi. Jika tidak bisa dengan cara licik, maka aku akan pakai cara yang lebih licik lagi. Dan jika tidak bisa dengan identitas Jerry Alando, maka aku akan menggunakan identitas Brian Kim. Seorang influence yang sekarang sedang naik daun karena wajahnya sangat sempurna, dan jadi pujaan para wanita!" gumam Brian Kim yang sebenarnya adalah Jerry Alando.

__ADS_1


***


Bersambung...


__ADS_2