Tega

Tega
Bab 30


__ADS_3

Setelah pertunangan, Sarah sama sekali tidak ingin dekat-dekat dengan Tristan. Dia benar-benar tidak ingin cari masalah dan membuat malu bunda Tiara. Sarah memilih untuk tetap berada di dekat bunda Tiara yang juga selalu di ajak ngobrol oleh tuan Arya Hutama karena Tristan sejak tadi menatapnya dengan sangat mengerikan seolah ingin menjadikan hari ini adalah hari terakhir bagi Sarah.


Sarah berpikir kalau semua ini hanya dia lakukan untuk memenuhi janjinya yang akan memenuhi permintaan bunda Tiara. Juga untuk adik-adik pantinya, karena tuan Arya Hutama menjanjikan akan membangun panti agar jadi lebih baik lagi. Enam kamar yang di gunakan oleh 25 adik pantinya akan di bangun menjadi dua lantai dan akan di buatkan delapan kamar lagi di lantai dua. Bahkan tuan Arya Hutama menjanjikan akan menyewa sebuah rumah di dekat panti selama pembangunan panti itu berlangsung.


Hal itu tentu saja menjadi pertimbangan lain dari Sarah. Lagipula usianya juga sudah cukup untuk menikah. Sebenarnya di berencana lebih membuat hubungan nya lebih serius lagi dengan Alan di tahun depan. Itu juga sudah mereka rencanakan, dan Alan juga sudah mengatakan pada Sarah akan mengenalkan nya pada kedua orang tuanya bulan depan. Sayang semua rencana itu hanya tinggal rencana saja sekarang. Bahkan hubungan mereka pun telah berakhir.


Sekarang Sarah hanya ingin fokus pada karir dan pernikahan nya yang sudah di tetapkan. Karena Arya Hutama juga tidak melarangnya bekerja setelah menikah.


"Kakek!"


Tiba-tiba saja Kevin berlari ke arah tuan Arya Hutama dan memeluk kaki pria tua yang masih tampak gagah dan berkarisma tinggi itu.


Arya Hutama langsung tersenyum melihat Kevin. Dia lalu menggendong cucunya yang berusia lima tahun itu.


"Kevin!" panggilnya lalu mencium gemas pipi tembem Kevin.


Setelah itu Arya Hutama pun langsung melihat ke arah Sarah.


"Sarah, masih ingat Kevin kan?" tanya Arya Hutama.


Sarah langsung melihat ke arah Kevin, seingatnya itu anak kecil yang pernah di selamatkan oleh Sarah saat di pantai.


"Ini, anak yang waktu itu kan tuan?" tanya Sarah.


Arya Hutama pun mengangguk sambil tersenyum.


"Iya, Bu Tiara. Ini Kevin cucu ku satu-satunya, Sarah yang menyelamatkan cucu kesayangan ku ini saat dia nyaris tenggelam di pantai!" jelas Arya Hutama.


Bunda Tiara hanya tersenyum sambil mengangguk paham. Sementara Rendra dan Tristan sama-sama melihat ke arah Sarah. Mereka berdua baru tahu hal itu. Kalau Sarah yang telah menolong Kevin. Tapi hal itu malah di salah artikan oleh Tristan.


'Ternyata benar dugaanku, wanita ini memang sangat licik. Dia sengaja mendekati keluargaku. Dasar!' batin Tristan yang sepertinya semakin di penuhi ketidaksukaan pada Sarah.

__ADS_1


Namun Rendra malah berpikiran jauh berbeda dari Tristan.


'Ternyata Sarah yang sudah menyelamatkan Kevin, sungguh wanita yang sangat baik!' batin Rendra yang semakin kagum saja pada Sarah.


Kevin yang berada di gendongan sang kakek langsung bergerak turun dan mendekati Sarah. Bahkan tanpa ragu, anak kecil tampan yang memakai setelan jas juga berwarna Milo itu langsung memeluk kedua kaki Sarah.


Sarah yang kedua kakinya di peluk oleh Kevin secara tiba-tiba pun hampir saja terhuyung. Sampai dia juga memegang Kevin agar dirinya tidak jatuh.


"Mama!"


Semua mata langsung tertuju pada Kevin. Tuan Arya Hutama, Rendra, bunda Tiara bahkan Tristan terlihat sangat terkejut mendengar Kevin memanggil Sarah dengan sebutan mama bahkan dengan wajah tersenyum.


Sarah yang merasa terkejut sekaligus bingung pun mencoba untuk meminta penjelasan pada tuan Arya Hutama melalui pandangan matanya yang berkaca-kaca dengan ekspresi tidak mengerti.


"Kevin, ini Tante Sarah. Calon istri uncle Tristan!" jelas Rendra sebelum tuan Arya Hutama memberi penjelasan.


Rendra bahkan berusaha untuk menarik Kevin yang tetap memeluk Sarah. Namun Kevin seperti tak mau melepaskan Sarah.


Arya Hutama yang merasa terharu karena Kevin baru pertama kali ini menyebut seorang wanita yang debat dengan mereka dengan sebutan mama pun meminta Rendra untuk tak mengganggu Kevin. Dia merasa kasihan pada cucu satu-satunya itu yang sejak kecil sudah di tinggalkan oleh sang ibu demi pria lain dan demi karirnya.


Kevin pun terus ingin bersama Sarah. Mereka juga cepat sekali akrab. Bahkan saat Kevin mengantuk dan ingin tidur, Kevin merengek ingin di temani Sarah. Sang kakek pun tak berdaya karena kasih sayangnya pada sang cucu.


Sampai dia minta Rendra mengantarkan bunda Tiara terlebih dahulu karena hari sudah mulai larut. Dan berjanji akan mengantarkan Sarah pulang, kalau Kevin sudah tertidur.


Di dalam kamar Kevin, Sarah menceritakan buku dongeng untuk Kevin. Arya Hutama hanya memperhatikan dari pintu kamar cucunya itu bagaimana Sarah memang sangat perhatian dan tulus pada Kevin. Tak lama kemudian Kevin tertidur.


Arya Hutama yang melihat Kevin sudah sangat pulas pun masuk ke dalam kamar cucunya itu yang pintunya masih terbuka lebar.


"Dia sudah tidur?" tanya Arya Hutama.


"Iya, sudah tuan!" jawab Sarah cepat.

__ADS_1


"Panggil saja ayah nak, toh sebentar lagi kamu akan jadi bagian dari keluarga ini, akan jadi anakku juga kan?" tanya Arya Hutama yang hanya bisa di balas anggukan kepala oleh Sarah.


"Umurnya masih tiga bulan, saat ibunya meninggalkan nya dan lari dengan pria lain!" ucap Arya Hutama membuat Sarah terkejut.


Bagaimana Sarah tidak terkejut, bagaimana mungkin ada seorang wanita yang akan meninggalkan seorang pria seperti Rendra. Pria yang begitu baik, tampan, perhatian, dan kata-kata nya tidak pernah kasar. Itulah yang ada di pikiran Sarah.


"Kamu tahu Gisella Priscillia, dialah ibu kandung Kevin!" tambah tuan Arya Hutama lagi.


Sarah makin terkejut saja, masalahnya Gisella Priscillia itu adalah salah satu artis favorit Sarah dan Arumi. Mereka selalu menonton film yang di bintangi Gisella Priscillia karena perannya yang sangat protagonis dan keibuan. Tak di sangka, wanita idolanya itu malah bukan ibu yang baik ternyata.


"Bahkan sejak dia meninggalkan Kevin, tidak sekalipun wanita itu datang walau sekedar mengucapkan selamat ulang tahun untuk anaknya ini!" tutur Arya Hutama sangat sedih.


"Ayah, aku sudah mengantarkan bunda Tiara...!" Rendra menjeda ucapannya karena melihat sang ayah yang sedih.


"Ada apa?" tanya Rendra khawatir.


Tuan Arya Hutama lantas menghela nafasnya dan berkata.


"Tidak apa-apa nak, Kevin sudah tidur. Kamu antar Sarah ya!" kata Arya Hutama.


Rendra pun mengangguk patuh.


"Mari Sarah!" ajak Rendra dengan sopan yang di balas anggukan kepala oleh Sarah.


"Hei, kenapa kakak yang mengantarnya. Dia kan calon istriku, aku yang akan antar dia pulang!" seru Tristan yang membuat Sarah yang berada di samping Rendra terkejut tak percaya Tristan mengatakan hal itu.


'Sepertinya aku punya firasat buruk!' batin Sarah.


***


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2