Tega

Tega
Bab 57


__ADS_3

Alan sudah pergi, tapi sejak tadi Sarah masih duduk diam di kursinya tanpa melakukan apapun. Dia berpikir tentang banyak hal, tentang apa yang membuat dirinya menjadi target kebencian Hera.


Hingga sekarang Sarah mengira hidup Hera sangat baik dan tidak akan pernah mengganggunya lagi, tapi itu aja salah. Hera terus membayang-bayangi Sarah. Entah kenapa hal itu bisa terjadi? saat ini Sarah sedang memikirkan hal itu.


Flashback On


Dua anak perempuan berusia lima tahun sedang berlarian di belakang sebuah panti asuhan. Disana terdapat taman kecil yang ukurannya hanya sekitar 4×10 meter. Yang biasanya di pakai oleh bunda Tiara untuk menjemur pakaian, atau kasur anak-anak panti yang di malam hari tidak sengaja mereka buang air kecil saat mereka tertidur, bahasa sederhananya itu ngomp0l.


Sore itu ada seorang donatur yang memberikan banyak makanan dan juga mainan untuk anak-anak di panti itu.


"Sarah, Hera... jangan lari-lari nanti jatuh! itu tanahnya sedang becek, tadi kan habis hujan. Nanti boneka kalian bisa kotor!" ujar bunda Tiara yang masih terlihat muda dan cantik.


Sarah langsung berhenti, dia pun memeluk boneka pemberian donatur itu dan hendak berjalan masuk ke dalam panti lagi.


Tapi Hera yang memang lebih suka pada boneka Sarah pun memanggil Sarah.


"Sarah, sini tukar bonekanya!" panggil Hera yang langsung menarik boneka Sarah dari pelukan Sarah.


Sarah hanya diam, saat bonekanya di tarik oleh Hera. Dia pikir tidak masalah, karena boneka Hera juga di berikan pada Sarah. Jadi Sarah tetap punya boneka.


"Nah, ini baru benar. Punyaku memang harus lebih bagus dari punyamu!" ucap Hera yang masih berusia lima tahun dan langsung berlari meninggalkan Sarah.


Namun karena kurang hati-hati, Hera pun terjatuh. Dan bonekanya jjga ikut tergelinding jatuh ke tanah yang becek. Sehingga boneka Hera yang baru dia rebut dari Sarah itu kotor terkena tanah yang basah.


Hera bangun dan mengusap tangannya ke rok yang dia pakai. Setelah melihat bonekanya telah kotor, Hera pun tak mengambil bonekanya yang jatuh itu. Tapi malah berjalan menuju ke arah Sarah. Lalu mengambil boneka yang di peluk Sarah.


"Ini kan tadi punyaku, tuh ambil lagi boneka mu!" ucap Hera lalu bergegas masuk ke dalam panti.

__ADS_1


Sarah kecil langsung berjalan menuju ke boneka yang sudah kotor itu. Dia berjongkok dan meraih bonekanya. Mata Sarah terlihat berkaca-kaca. Tapi tak lama kemudian bunda Tiara datang.


"Sarah, kenapa?" tanya bunda Tiara langsung mendekati Sarah.


Sarah hanya mendongak dengan mata berkaca-kaca. Lalu bunda Tiara pun melihat ke arah boneka yang terjatuh itu. Bunda Tiara tidak marah, dia malah tersenyum lalu meraih boneka itu.


"Jatuh ya? tidak apa-apa. Bunda akan cuci, sekarang Sarah masuk ya. Mandi dan kita makan bersama!" ujar bunda Tiara membuat Sarah tersenyum.


Lima tahun kemudian...


Keluarga Ari Ricardo datang ke panti untuk mengadopsi Sarah. Mereka sudah sering datang ke panti untuk menyumbang, dan dari beberapa kali datang itu mereka bisa melihat perilaku Sarah yang memang sangat baik dan rajin. Setiap kali datang, Sarah yang akan membantu membawakan barang-barang yang di bawa Ari Ricardo dan istrinya masuk ke dalam. Juga terlihat paling tenang di antara anak panti yang lain Parasnya yang cantik dan manis juga membuat Fitria dan Ari Ricardo sangat menyukai Sarah.


Hingga mereka pun meminta ijin pada bunda Tiara untuk mengadopsi Sarah. Bunda Tiara sangat bersyukur, karena memang keluarga Ari Ricardo itu di kenal sebagai keluarga kaya yang dermawan dan baik hati. Hanya saja setelah sepuluh tahun pernikahan, mereka tak kunjung di karuniai anak.


Hera yang mendengar hal itu langsung menarik tangan Sarah menuju ke teras belakang panti.


"Kenapa? kata bunda Tiara mereka orang baik!" jawab Sarah polos.


"Heh, kamu tuh gimana sih. Kamu gak kasihan sama adik-adik panti. Mereka kan gak mau makan kalau gak di suapin sama kamu. Terus bunda Tiara, kamu gak kasihan sama bunda Tiara. Dia itu paling sayang sama kamu, cuma kamu kan yang diajak ke pasar, di ajak masak, di ajak ngobrol bahkan di ajak tidur satu kamar sama bunda. Kamu mau bunda tiap malam nangis karena rindu sama kamu?" tanya Hera yang membuat mata Sarah berkaca-kaca.


"Terus nanti kalau kamu di bawa ke luar kota gimana? gak bisa ketemu bunda Tiara lagi mau?" tanya Hera semakin membuat Sarah sedih.


Setelah Hera berkata seperti itu, Sarah pun jadi sangat sedih kalau harus meninggalkan panti asuhan.


"Sarah mau ya nak, jadi anak papa sama mam" tanya Fitria penuh harap.


Sarah memandang ke arah bunda Tiara, saat itu mata bunda Tiara berkaca-kaca tapi dia menganggukkan kepalanya. Sarah sangat sedih melihat bunda Tiara yang seperti akan menangis. Di tambah lagi apa yang dikatakan Hera tadi. Jadi Sarah pun menjawab.

__ADS_1


"Maaf bapak, ibu... Sarah mau tinggal di panti saja!" jawab Sarah membuat Fitria sangat sedih.


Karena saat itu yang seusia Sarah hanya Hera. Maka Hera yang di adopsi. Malam harinya bunda Tiara bertanya pada Sarah, di kamarnya.


"Kenapa Sarah tidak mau di adopsi?" tanya bunda Tiara pelan.


"Sarah tidak mau meninggalkan panti ini bunda. Sarah mau selamanya dengan bunda dan adik-adik!" ucap Sarah yang langsung memeluk bunda Tiara.


Sejak saat itu Sarah memang tidak akan di ajukan jika ada yang ingin mengadopsi anak panti.


Setelah dewasa Sarah baru mengerti kalau semua itu adalah akal-akalan Hera untuk bisa hidup enak.


Saat mereka kuliah, Kebetulan Sarah sangat berprestasi, hingga bisa masuk ke sekolah yang sama dengan Hera. Namun Hera selalu minta Sarah mengerjakan tugas kuliahnya dengan alasan orang tua angkat Hera kan selalu membantu panti, jadi sudah tugas Sarah membalas kebaikan orang tua angkat nya.


Hingga yang terakhir, kecurangan yang dilakukan Hera pada Sarah adalah merayu Alan, yang sudah empat tahun menjalin hubungan dengan Sarah. Bahkan Hera juga tahu hal itu.


Flashback Off


Air mata Sarah mengalir begitu saja, yang dia pikirkan adalah kenapa Hera begitu senang melihatnya terluka.


Arumi yang melihat Sarah menangis langsung memeluknya.


"Hei, jangan menangis. Meski sulit, kamu harus melepaskan semua masa lalu mu Sarah. Kamu satu minggu lagi akan menikah. Jangan biarkan masa lalu mu menghambat masa depanmu! life must go on Sarah. Lupakan hal yang menyakitkan di masa lalu. Masih ada aku kan?" tanya Arumi yang membuat Sarah langsung memeluk Arumi.


***


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2