Tega

Tega
Bab 234


__ADS_3

Di tempat lain, masih di waktu yang sama. Terlihat beberapa wanita yang sedang berkumpul di sebuah kafe ternama. Mereka sedang membicarakan sesuatu yang memang sering kali banyak di bicara oleh gadis-gadis manja anak orang kaya yang jomblo dan tidak punya pasangan.


"Lihat dong nih, dia balas DM aku! siap-siap patah hati ya kalian semua!" kata Marina salah satu anak orang kaya raya di kota itu. Papinya punya sebuah tambak lobster.


"Yah, cuma di balas doang kan DM kamu. Aku kemarin video call sama dia!" ujar Christy membuat Marina yang awalnya sangat bangga menjadi cemberut.


"Seriusan?" tanya Marina.


"Nih, lihat aku rekam loh pas video call sama dia!" kata Christy yang membuat ketiga wanita yang sedang duduk berjejer di tempat itu tak bisa untuk tidak membuka mulutnya lebar sangking tak percayanya dengan apa yang mereka lihat.


"Wah, parah banget sih. Bisa video call sama Brian Kim. Patah hati beneran nih aku, DM ku gak di balas. Boro-boro bisa dapet nomer pribadinya terus video call!" kesal Tania sampai mau menangis.


Dan di saat mereka sedang melihat raut wajah Tania yang terlihat begitu kasihan. Hera, yang juga adalah salah satu dari anggota geng anak muda itu lantas menghampiri mereka karena dia baru saja tiba di kafe tersebut.


"Malam ladies, eh kenapa kamu Tania?" tanya Hera setelah menyapa anggota sosialita mudanya.


"Tumben telat Hera?" tanya Marina.


"Biasa lah, baru bangun!" kata Hera.


"Jam segini baru bangun, mau tidur jam berapa kamu?" tanya Christy.


Begitulah hidup Hera saat ini, hidupnya semakin berantakan. Karena papa dan mama angkatnya belum kembali dari luar negeri. Mungkin memang Ari Ricardo dan Fitria sengaja tidak pulang cepat, karena mereka juga mau merefresh otak mereka akibat semua masalah yang di buat oleh Hera.


Hera duduk santai dan memesan minuman yang mengandung 4lkohol.

__ADS_1


"Parah kamu Hera, jangan minum yang kayak gitu. Bisa pulang mabuk kamu, bisa di geret orang nanti!" kata Christy mengingatkan Hera.


"Siapa juga yang berani geret aku? mereka akan berpikir dua kali buat mencelakai anak Ari Ricardo kan?" tanya Hera yang begitu yakin kalau tidak akan ada yang menyentuhnya karena dia adalah anak dari pengusaha ternama yang di segani di kota ini.


Marina hanya mencebikkan bibirnya.


"Apa gunanya punya papa ternama, di segani tapi jomblo!" kata Marina yang memang tidak suka dengan sifat Hera yang terlalu sombong.


Hera yang di sindir dengan perkataan seperti itu oleh Marina langsung menatap kesal pada teman satu geng nya itu.


"Heh, ngomong apa kamu? cowok mana yang kalian tantangin ke aku. Terus aku gak bisa dapetin, Dosen kamu aja Tania, yang katanya setia cinta mati sama istrinya bisa selingkuh kan sama aku?" tanya Hera yang sangat menyombongkan dirinya pada teman-temannya.


Jika otaknya Hera itu waras, maka dia akan malu mengatakan hal seperti itu. Merusak hubungan orang lain yang masih dalam status pacaran saja, itu sudah merupakan perbuatan yang tidak baik, dan seharusnya membuat Hera sangat malu. Ini malah merusak rumah tangga orang lain, dia merasa sangat bangga. Hera memang sudah tidak waras, otaknya sepertinya sudah tidak berfungsi dengan baik karena obat terlarang yang dia konsumsi selama ini. Dan hatinya sudah mati untuk merasakan penderitaan para wanita yang hubungannya dia rusak, padahal dia juga seorang wanita.


"Nih, Brian Kim. Bisa gak kamu jadikan dia pacar kamu?" kata Christy yang juga mulai tertarik menantang Hera.


"Gak sampai satu minggu. Aku akan kasih lihat ke kalian bertiga. Foto aku lagi tidur sama dia! so wait and see!" kata Hera yang langsung meninggalkan meja itu untuk memulai aksinya mendekati Brian Kim.


Setelah kepergian Hera. Marina lantas mendengus kesal.


"Gak waras sudah si Hera itu!" kata Marina.


"Tahu tuh, seneng banget gonta ganti pasangan. Gak takut penyakitan apa ya dia?" sambung Tania.


"Aku pikir bergaul sama dia itu sudah gak sehat deh, masak iya kita mau taruhan terus sama dia buat ngerusak hubungan orang. Gak waras sepertinya otaknya sudah, aku gak mau lagi temenan sama dia deh. Kalau papa sama mama aku tahu aku berteman dengan wanita yang berulang kali di labrak karena dia sudah jadi pelakor dan perusak hubungan orang, bisa di kurung aku sama papa mama aku!" kata Christy.

__ADS_1


"Aku juga, aku sampai deg-degan tiap kali ketemu sama pak dosen. Rumah tangganya hancur gara-gara taruhan kita, mana anaknya udah banyak. Aku ikut ngerasa salah jadinya, aku gak bisa tidur beberapa hari habis kejadian itu!" keluh Tania.


"Ya sudah, setelah Hera berhasil dengan taruhannya kali ini. Kita ngomong baik-baik saja sama dia, kita bubarin aja geng kita ini. Aku juga gak suka sama Hera. Kita bubar aja dulu, lalu kita hapus grup WA, setelah itu kita bikin aja bertiga geng baru tanpa Hera!" kata Marina.


"Setuju!" sahut Tania dan Christy bersamaan.


***


Sementara itu Hera sedang mencari tahu dimana keberadaan Brian Kim saat ini. Dia akan mulai rencananya untuk mendekati Brian Kim. Obsesinya untuk selalu menang dalam setiap taruhan, dan selalu mendapatkan pria incarannya. Membuat Hera sama sekali tidak pernah memikirkan keluarganya. Nama baik keluarganya, dan imbas apa yang akan dia berikan pada keluarganya kalau dia melakukan perbuatan itu.


Yang ada di dalam pikiran Hera hanyalah, menang taruhan, mendapatkan pria yang dia incar. Tidak ada hal lainnya.


Hingga Hera pun tak sayang untuk menghabiskan uang banyak untuk membuat rencana-rencananya berjalan lancar.


Seperti saat ini, dia bahkan sudah menyewa orang untuk mengetahui dimana Brian Kim berada.


"Dia ada di dermaga, sedang syuting sepertinya!" laporan orang yang di sewa oleh Hera untuk mencari tahu dimana keberadaan Brian Kim.


"Bagus, aku akan kesana. Awasi terus dia!" kata Hera.


Hera lantas menutup panggilan telepon dengan orang tersebut. Dia kemudian memacu mobilnya ke dermaga.


Tapi sayang sekali, karena Hera tidak tahu kalau Brian Kim itu adalah Jerry Alando. Kalau dia tahu, dia tidak akan berani mendekati pria yang nyaris mencekiknya sampai mati karena sangat emosi. Gara-gara Hera, hubungannya dengan Sarah berakhir. Hera benar-benar sedang menuju ke tempat dimana dia bisa sangat menyesali apa yang dia lakukan.


Karena Jerry Alando alias Brian Kim masih sangat menyimpan dendam pada Hera.

__ADS_1


***


Bersambung...


__ADS_2