Tega

Tega
Bab 176


__ADS_3

Ceklek


Tristan sudah membuka pintu kamar mereka. Begitu Sarah melihat ke dalam kamar, dia di buat tertegun dengan apa yang sudah di siapkan oleh Tristan. Sarah tidak menyangka Tristan bisa melakukan hal romantis seperti itu.


Kamar mereka tampak indah dan wangi, suasananya yang begitu romantis membuat Sarah merasa kalau dirinya benar-benar istimewa bagi Tristan sampai pria itu menyiapkan semua ini untuknya.


Setelah puas melihat hasil karya Tristan Sarah berbalik dan melihat ke arah Tristan yang malah terlihat menutup pintu kamar mereka dan menguncinya.


Deg deg deg


Jantung Sarah semakin berdegup kencang. Melihat Tristan yang sudah mengunci pintu perlahan mendekatinya.


Deg deg deg


Kali ini, itu detak jantung Tristan. Pria itu juga sama gugupnya dengan Sarah. Karena selama usianya hampir tiga puluh tahun, ini juga akan jadi pengalaman baru bagi Tristan, ini juga yang pertama kali untuk Tristan.


Begitu Tristan sampai di hadapan Sarah, Tristan menyentuh lembut pipi Sarah.


"Aku mencintaimu Sarah!" kata Tristan dengan tulus.


Sarah tidak tahu harus menjawab apa, jantungnya nyaris mau keluar. Seluruh tubuhnya panas dingin. Dia tahu cepat atau lambat sebagai seorang istri memang dia harus melakukannya dengan Tristan, tapi jantungnya benar-benar tidak bisa dia kendalikan. Dan debaran yang kuat, kencang dan tak beraturan itu membuat tangannya dingin, sangat dingin.


Tangan Tristan yang satu lagi menyentuh tangan Sarah. Sangking gugupnya Sarah, saat tangan Tristan menyentuh telapak tangannya, Sarah tadi sempat menghindar secara refleks. Tapi Tristan memaklumi hal itu. Dari tangan Sarah yang dingin, Tristan tahu kalau istrinya itu sangat gugup.


Tristan menggenggam erat kedua tangan Sarah lalu mengecup kedua tangan itu bergantian. Dengan tatapan yang begitu romantis, Tristan semakin maju hingga sekarang mereka berdua benar-benar tak berjarak.


Tangan kanan Tristan melepaskan tangan Sarah, dan bergerak menyentuh pinggang Sarah. Awalnya tangan kanannya saja, tapi setelah melihat reaksi Sarah yang tidak menolaknya, tangan Tristan yang kiri pun menyentuh pinggang Sarah sisi sebelahnya.


Tangan Tristan meraba kebagian belakang membuat nafas Sarah mulai tak beraturan. Ketika tangan Tristan itu menyelinap masuk ke dalam atasan piyama yang Sarah pakai, membuat tangan Tristan menyentuh kulit pinggul Sarah. Sarah memejamkan matanya dan menunduk.

__ADS_1


Tristan tersenyum melihat reaksi Sarah. Dia senang istrinya itu berusaha menahannya mungkin semua gerakan yang di lakukan Tristan membuat Sarah sangat tidak nyaman.


Tangan kanan Tristan dia keluarkan dari dalam atasan piyama yang Sarah pakai. Tapi yang kiri masih terus mer4ba di dalam sana. Tangan kanan Tristan meraih dagu Sarah dan membuat Sarah menatap ke arah Tristan lagi.


Tatapan mata Tristan begitu mesra, begitu dalam. Menghipnotis Sarah, membuat Sarah tak bisa berpaling. Dan perlahan Tristan mendekatkan wajahnya ke wajah Sarah.


Tristan mengecup bibir Sarah dengan lembut. Membuat mata Sarah kembali terpejam. Namun tidak berhenti pada sebuah kecupan saja, Tristan terus menempelkan bibirnya ke bibir Sarah, lebih menuntut dan lebih menuntut lagi. Sampai tangan Tristan yang tadinya berada di dagu Sarah berpindah ke belakang kepala Sarah.


Ciuman itu semakin dalam, semakin kuat dan semakin membuat Sarah merasakan desiran kuat di perutnya. Tristan membuat Sarah membuka mulutnya karena gigitan manis di bibir bawah Sarah. Ciuman itu sampai membuat Sarah membuka lebar mulutnya mengimbangi raupan Tristan pada mulut Sarah. Lidah mereka juga saling bertemu, mengecap manisnya milik satu sama lain.


Tristan yang sudah merasa Sarah mulai menerima dirinya dan merasa Sarah sudah siap pun. Menuntun Sarah berjalan sampai ke arah tempat tidur mereka tanpa melepaskan bibir mereka yang masih saling bertaut.


Brak


Sarah terjatuh di atas tempat tidur, ketika Tristan terus menuntunnya ke arah sana. Nafas keduanya sama-sama tersengal-sengal. Dada mereka sama-sama naik turun karena mencoba mengatur nafas yang memburu.


Perlahan Tristan naik ke atas tempat tidur dan tentu saja ke atas tubuh Sarah. Kelopak bunga mawar yang ada di atas tempat tidur sepertinya sudah mereka lupakan keberadaannya.


Tristan terus menatap Sarah, Sarah menjadi sangat malu sampai dia memalingkan wajahnya ke arah samping. Namun lagi-lagi tangan Tristan meraih pipi Sarah dan menuntun Sarah untuk menatapnya.


"Aku boleh minta hak ku sekarang kan?" tanya Tristan.


Meski jantung Sarah rasanya mau meledak. Tapi Sarah menganggukkan kepalanya.


Tristan tersenyum puas ketika Sarah mengangguk, dia kembali turun dari atas Sarah dan membuka semua pakaiannya. Sarah melihat milik Tristan yang sudah berdiri tegak pun menutup wajahnya. Tapi Sarah harus membuka matanya lagi, ketika dia merasa Tristan tengah membuka satu persatu kancing atasan piyama yang dia pakai.


Mata Sarah melebar ketika benda yang keras di bawah Tristan itu bergerak ke sana-sini menyentuh milik Sarah. Dan dalam sekejap piyama yang Sarah pakai pun sudah lenyap dari tubuhnya. Bahkan Sarah tidak tahu sejak kapan bawahan piyamanya juga sudah tidak menutupi tubuhnya.


Tristan menyentuh wajah Sarah, mencium kembali bibirnya mencoba membuat Sarah rileks, karena Tristan sudah membaca beberapa artikel panduan malam pertama, kalau bagi wanita, pertama kalinya pasti akan sangat sakit. Maka Tristan berusaha membuat Sarah se-rileks mungkin.

__ADS_1


Tangan Tristan menyentuh salah satu buah melon yang ada di depannya itu. Membuat Sarah memejamkan mata dan mendongak ke arah atas. Tujuan Tristan adalah untuk membuat istrinya itu merasa terbiasa dengan sentuhan Tristan.


Setelah Tristan merasa milik Sarah sepertinya sudah siap. Perlahan Tristan melakukan penyatuan dengan Sarah.


"Emmpppt" Sarah memeluk erat Tristan, mengalungkan tangannya ke leher Tristan dan menggigit bahu Tristan saat suaminya itu memasukinya untuk pertama kalinya.


Tristan sampai mendongak ke atas sambil terpejam, dia tidak tahu ternyata rasanya begitu membuatnya candu, begitu nikmat sampai Tristan tak perduli dengan cakaran dan gigitan Sarah padanya.


Tristan terus bekerja keras untuk merubah rasa sakit yang di rasakan Sarah menjadi rasa yang sama seperti yang dia rasakan. Sarah sampai berkali-kali mencakar suaminya karena Tristan tak kunjung berhenti menggali dan terus menggali di sana.


"Sarah, aku mencintaimu!" ucap Tristan setelah mencapai pelepasan pertamanya.


Tristan mencium kening Sarah yang terlihat pucat karena terus menahan rasa sakit demi menjalankan kewajibannya sebagai seorang istri untuk pertama kalinya.


"Sarah, bolehkah aku mendengar balasan pernyataan ku tadi?" tanya Tristan yang masih berada di atas Sarah.


Sarah yang masih mengatur nafasnya kemudian memandang ke arah wajah Tristan.


"Aku... aku juga mencintaimu Tristan?" kata Sarah untuk pertama kalinya membalas pernyataan cinta Tristan.


Senyuman lebar tergambar jelas di wajah Tristan. Sepertinya dia kembali bersemangat.


"Sarah, kamu membuat ku sangat bahagia. Bagaimana kalau kita lanjutkan ronde yang kedua?" tanya Tristan.


"Hah!!" pekik Sarah terkejut.


***


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2