
Rendra masih tertegun, dia benar-benar tidak menyangka Arumi akan mengajaknya unboxing di siang hari. Jantung Rendra berdetak sangat kencang. Maklum, pak duda sudah tak pernah menyentuh wanita lebih dari lima tahun.
Arumi bahkan lebih dulu bangkit dari sofa, setelah itu dia menarik tangan Rendra untuk berdiri.
"Arumi, apa kamu yakin? apa kita tidak tunggu malam saja.. maksud ku hal seperti itu tidak bisa di lakukan dalam waktu singkat!" jelas Rendra yang memang sudah berpengalaman.
Arumi lantas menarik tangannya dari Rendra.
"Benarkah, aku tonton di video itu tidak sampai lima belas menit, ups!" Arumi menutup mulutnya karena dia tidak sengaja mengatakan pada Rendra kalau dia pernah menonton video seperti itu.
Rendra lantas berdiri dan menatap Arumi dengan penasaran.
"Benarkah? kamu sudah pernah menonton video...!"
"Ah jangan bahas itu, sekarang mas Rendra mau tidak. Kalau tidak ya sudah!" kata Arumi yang sudah berbalik karena malunya dia keceplosan tadi dia langsung berniat meninggalkan Rendra.
Tapi Rendra yang langsung tertarik dengan apa yang di katakan Arumi pun mencekal Arumi, Rendra memegang pergelangan Arumi. Membuat Arumi tak bisa lanjut berjalan.
"Baiklah, ayo!" ucap Rendra malu-malu menggandeng tangan Arumi menuju kamarnya.
Arumi bahkan terlihat biasa saja, ya ampun itu dia mau unboxing loh. Tapi Arumi malah sangat tenang berjalan mengikuti langkah Rendra menuju ke kamarnya.
Ceklek
Rendra membuka pintu kamarnya. Dia langsung berbalik dan memastikan kalau Arumi tidak gugup. Tapi saat dia berbalik, Arumi malah maju dan masuk duluan ke dalam kamar.
Arumi melihat sekeliling kamar Rendra.
"Wah, mas! Kamarmu rapi sekali! aromanya juga wangi!" kata Arumi yang langsung duduk di tepi tempat tidur Rendra dan mencoba duduk sambil menepuk nepuk tempat tidur ukuran king size tersebut.
"Mas, kunci pintunya. Ayo sini!" kata Arumi yang melambaikan tangannya pada Rendra.
Rendra menelan salivanya dengan susah payah. Kalau biasanya setelah menikah yang mengajak unboxing itu kan biasanya suaminya. Tapi ini malah istrinya yang minta segera di unboxing. Yang mukanya gugup bukan Arumi, tapi malah Rendra. Arumi terlihat begitu biasa saja.
Rendra maju perlahan, bagaimana pun dia merasa ini waktunya belum pas. Melihat Rendra yang jalannya terlalu pelan saat menghampiri dirinya, Arumi lantas berdiri dan menarik tangan Rendra.
Arumi lantas mengalungkan tangannya ke belakang tengkuk Rendra.
"Mas, katakan kamu mencintai ku!" Arumi benar-benar menirukan video yang dia tonton sepertinya.
__ADS_1
"Aku mencintaimu Arumi!"
Begitu Rendra menyahut, Arumi langsung mencium bibir Rendra. Rendra yang memang tak pernah bisa menahan hasr4t dalam dirinya jika Arumi yang sudah memulainya pun membalas ciuman Arumi tersebut. Tangan Rendra benar-benar sudah berpindah dari sisi kanan dan kirinya ke pinggang ramping Arumi.
Bahkan seiring ciuman panas itu, tangan Rendra perlahan menyusup ke pakaian yang di pakai Arumi. Kalau dulu dia sangat menahan hasr4tnya. Kali ini Rendra tak menahannya lagi. Rendra pikir kan, mereka sudah suami istri. Dan Arumi juga sudah memberinya ijin. Maka Rendra sudah tak ragu lagi untuk menyusupkan tangannya ke dada Arumi.
"Agkhhh!" pekik Arumi yang merasakan perasaan tak karuan ketika salah satu bukit kembarnya di sentuh dan di genggam Rendra.
Arumi lantas melepaskan bibir Rendra dan menatap suaminya itu dengan perasaan yang tidak karuan. Dada keduanya naik turun, nafas mereka memburu.
"Ingin menundanya?" tanya Rendra yang berpikir mungkin Arumi belum siap sepenuhnya.
Tapi mendengar pertanyaan Rendra. Arumi malah menggelengkan kepalanya dengan cepat.
"Tidak mas, ayo lanjutkan!" kata Arumi yang lanjut mencium Rendra lagi.
Rendra yang sudah terpancing pun membuka kancing kemeja Arumi satu persatu. Keduanya sudah berada di atas tempat tidur. Arumi sudah polos sementara Rendra masih berpakaian rapi. Mata Rendra sudah berkabut, dia melepas ikat pinggangnya dan bersiap menyatukan dirinya dengan Arumi.
"Sayang, ini akan sedikit sakit. Kamu yakin?" tanya rendra pada Arumi.
Arumi memang pernah mendengar hal itu, tapi dia pikir masak iya dia tidak bisa tahan. Dia kan pandai bela diri, mendapat pukulan di perut dan kaki bahkan di kepala saja dia kuat. Masak iya, malah yang katanya orang surga dunia dia malah kesakitan.
Rendra mulai mendekatkan miliknya dengan Arumi. Arumi memejamkan matanya karena merasa terkejut dengan hal baru baginya itu.
"Aghkkkk!"
Dughh
"Aduh!"
Rendra terjatuh dari tempat tidur hingga kepalanya hampir terbentur nakas yang ada di samping tempat tidurnya.
"Whuaaa... mas sakit!" pekik Arumi memegang bagian bawah perutnya, air matanya mengalir karena Arumi tak sanggup menahan perihnya penyatuannya dengan Rendra yang padahal belum ada 10% milik Rendra yang masuk ke sana.
Rendra terkejut, dia panik. Dia langsung meraih selimut dan menutupi tubuh Arumi.
"Sayang, maafkan aku. Mana yang sakit sayang?" tanya Rendra panik.
"Whuaa, mas sakit. Aku tidak mau unboxing lagi! ternyata lebih sakit daripada di pukuli belasan preman!" kata Arumi yang langsung berlari masuk ke dalam kamar mandi.
__ADS_1
Tapi saat di depan pintu, Arumi berbalik dan berkata.
"Mas, aku kan tidak bawa baju?" tanya Arumi.
"Sayang, aku akan siapkan pakaian mu. Kamu mandi lah!" kata Rendra yang terpaksa menghela nafas panjang.
Rendra mengacak rambutnya karena miliknya sudah tegak berdiri.
"Bagaimana ini?" gumam Rendra yang sepertinya harus mandi air dingin di siang bolong.
Sudah tidak jadi unboxing, di tendang pula oleh Arumi karena Arumi merasa sangat kesakitan, harus mandi air dingin pula. Yah, kasihan sekali Rendra.
Beberapa lama kemudian, Sarah dan Tristan sudah kembali membawa Kevin. Arumi lebih dulu keluar dari kamar Rendra dengan dress mini yang memang sudah di siapkan oleh Samsudin sebelumnya atas perintah tuan Arya Hutama karena memang mereka tahu kalau Arumi pasti tidak pakai pakaian ganti.
"Hai Kevin!" sapa Arumi sok akrab.
Bagaimanapun juga dia sekarang kan ibunya Kevin, dia harus mengakrabkan diri dengan putra sambungnya.
"Mama Sarah, itu Tante Arumi ngapain disini?" tanya Kevin tak melepaskan tangan Sarah.
Sarah pun berjongkok di depan Kevin dan mengusap kepala Kevin dengan lembut.
"Sayang, sekarang Tante Arumi sudah jadi mamanya Kevin. Papa Rendra sudah menikah dengan Tante Arumi. Jadi Kevin panggil tante Arumi, mama ya sekarang!" kata Sarah dengan lembut.
Tapi Kevin malah menggelengkan kepalanya dengan cepat.
"No, mama Kevin cuma mama Sarah. Kevin panggil tante Arumi, Tante saja!" kata Kevin dengan wajah polosnya.
"Sayang, kalau ibu bagaimana?" tanya Arumi.
"No!" tegas Kevin.
"Mami?" tanya Arumi lagi.
"No, Tante!"
***
Bersambung...
__ADS_1