Tega

Tega
Bab 28


__ADS_3

Setelah keluar dari ruangan Bu Sisilia, Sarah harus di buat berkali-kali mendengus kesal. Bagaimana tidak, ternyata Tristan memberinya begitu banyak pekerjaan lagi. Semua data yang sudah dia susun sebegitu laporan dari hasil perjalanan bisnisnya, yang sudah di terima oleh pak Subagio sebelumnya. Malah di tolak mentah-mentah oleh Tristan.


Dan laporan yang sudah di buat susah payah selama dua hari itu, di coret sana-sini oleh Tristan.


"Malam ini pasti harus lembur lagi. Ya Tuhan! kenapa pria aneh itu begitu menyebalkan!" gerutu Sarah sambil berjalan kembali ke meja kerjanya.


Saat dia tiba di sana, Arumi belum datang. Dengan cepat Sarah pun mulai mengerjakan pekerjaannya. Saat dia tengah sibuk, tiba-tiba saja ponselnya berdering.


Sarah langsung melihat ke layar ponselnya yang ada di sebelah keyboard. Sarah buru-buru meraih ponselnya dan langsung menggeser naik icon telepon berwarna hijau setelah melihat jika yang memanggilnya, yang melakukan panggilan telepon padanya adalah bunda Tiara.


"Iya bunda!" jawab Sarah.


"Sarah, nak! nanti malam jangan lupa pulang cepat ya. Ingat nanti malam kita akan di jemput nak Rendra untuk datang ke acara ulang tahun calon suami mu!" ucap bunda Tiara.


Ucapan bunda Tiara itu justru membuat Sarah menjadi lemas dan tak bertenaga.


'Bagaimana caraku menghadapi manusia aneh itu sih, kata tuan Arya saja dia belum tahu kalau akan di jodohkan denganku. Jika dia melihatku di pesta ulang tahunnya, dia pasti tidak akan membiarkan aku begitu saja!' batin Sarah cemas.


"Aku usahakan ya Bun!" sahut Sarah berusaha membuat bunda Tiara tenang.


"Baiklah nak, bekerjalah dengan baik!" kata bunda Tiara sebelum menutup panggilan telepon nya.


Sarah langsung meletakkan ponselnya kembali dan lanjut bekerja. Tak lama Arumi datang dengan segala dramanya.


"Omaygot... omaygot... Sarah kamu harus dengar ini! kamu harus tahu ini, pake banget!" ujar Arumi yang terdengar begitu hiperbola dan terlihat begitu hiperaktif.


"Kenapa?" tanya Sarah santai sambil mengerjakan pekerjaannya.


Arumi lantas duduk di kursi kerjanya dan menggeser kursinya itu sampai berada dekat dengan Sarah, sangat sangat dekat. Bahkan pegangan kursi mereka nyaris menempel satu sama lain.


"Kamu tahu gak Sarah, eh entar dulu... kamu ingat gak, sama cowok, eh... cowok apa cewek sih dia!"


Sarah sampai menghentikan pekerjaannya dan menoleh dengan tatapan bingung ke arah Arumi. Jangankan Sarah, Arumi sendiri saja malah jadi bingung sendiri bagaimana menjelaskannya pada Sarah.


"Ini kamu kenapa sih, salah makan burger?" tanya Sarah.


"Ck... itu dia. Aku malah gak jadi makan burger. Cuma makan kebab aja aku tadi. Eh kenapa malah bahas makanan sih?" tanya Arumi kesal.


Sarah sampai mengernyitkan keningnya mendengar apa yang dikatakan Arumi dan juga sikapnya.

__ADS_1


"Itu tuh, kamu pasti kaget banget denger apa yang mau aku bilang sama kamu ini Sarah!" ujar Arumi yang masih berteka-teki dengan Sarah.


"Apa sih?" tanya Sarah cepat.


Sarah bertanya bukan karena dia kepo sih, tapi karena ingin Arumi cepat mengatakan apa yang mau dia katakan. Agar Sarah bisa melanjutkan pekerjaannya lagi.


"Ini parah sih!" kata Arumi lagi.


Sarah mulai mendengus kesal.


"Ya, apa yang parah? siapa yang parah?" tanya Sarah gak sabaran lagi.


"Kamu tahu gak, ternyata si boneka balon joget itu asisten pribadinya CEO baru kita!" ucap Arumi.


Arumi mengatakan kalimat itu dengan d


kedua tangan terangkat dan terbuka lebar ke atas. Lalu dengan mata melebar dan mulut yang terbuka lebar. Benar-benar seperti sangat terkejut. Seperti mengatakan itu adalah berita besar yang hanya dirinya saja yang tahu.


Sarah langsung mengernyitkan keningnya.


"Maksudmu tuan Richard?" tanya Sarah pada Arumi.


"Iya, loh... kamu kok gak kaget?" tanya Arumi bingung.


"Arumi sayang, kalau soal itu semua orang di perusahaan ini juga sudah tahu!" jelas Sarah yang langsung kembali ke pekerjaannya lagi.


Arumi tampak diam dan berpikir.


"Kok aku gak tahu?" tanya Arumi.


"Iya karena, saya manusia... eh maksudku, saat tuan Tristan dan tuan Richard datang itu, kamu lagi mules-mules gara-gara makan seblak buat sarapan pagi, level gak main-main lagi!" terang Sarah lagi.


Arumi langsung menggaruk kepalanya yang sebenarnya tidak gatal.


"Iya juga ya, ck...!"


***


Pukul 5 sore, meski Sarah belum juga menyelesaikan pekerjaannya. Tapi dia memilih pulang. Dia pikir dia akan selesaikan separuh pekerjaannya lagi besok. Karena peraturan di perusahaan ini adalah tidak boleh membawa pekerjaan ke rumah.

__ADS_1


Sarah tidak enak pada Rendra dan bunda Tiara jika harus lembur lagi. Setelah pulang dan bersiap, sekitar pukul 7 malam Rendra datang dengan mobilnya. Rendra yang menjemput bunda Tiara dan juga Sarah langsung dari panti asuhan.


Beberapa saat kemudian, mobil yang di kendarai Rendra pun sampai di kediaman Arya Hutama. Sarah sampai speechless, tidak bisa berkata-kata melihat rumah tuan Arya Hutama yang luasnya bahkan berkali-kali lipat dari panti asuhan yang punya delapan kamar itu.


"Silahkan bunda, Sarah!" ucap Rendra mempersilahkan bunda Tiara dan Sarah masuk.


Sementara itu di dalam ruang utama kediaman Arya Hutama. Tristan tampak sangat tidak bersemangat. Dia menerima ucapan dari para kolega dan keluarganya dengan setengah hati. Karena dia tidak menyukai acara yang dibuat khusus oleh ayahnya itu.


"Uncle, kenapa cemberut. Ini hari ulang tahun uncle? lihat, banyak sekali yang memberi selamat dan memberi paman kado" tanya Kevin pada sang paman.


Tristan lalu berjongkok di depan Kevin.


"Uncle tidak cemberut, uncle senang. Kevin sudah makan kue belum? uncle akan menyuapimu?" tanya Tristan pada keponakannya satu-satunya itu.


Kevin kecil menggelengkan kepalanya pada Tristan.


"Tidak uncle, kata papi aku gak boleh makan kue terlalu banyak. Aku sudah makan satu, aku akan bermain dengan temanku!" kata Kevin yang langsung berlari meninggalkan Tristan.


Setelah membawa Sarah dan bunda Tiara masuk, Rendra pun mengajak bunda Tiara dan Sarah bertemu dengan sang ayah. Namun saat Sarah akan mengikuti langkah bunda Tiara dan Rendra, seorang anak kecil menabraknya.


"Aduh!"


"Aughk!" pekik Kevin.


Sarah pun segera membantu Kevin bangun, sampai dia tidak sadar kalau dia telah tertinggal dari bunda Tiara dan Rendra.


"Kamu tidak apa-apa?" tanya Sarah.


Tristan yang tidak sengaja menoleh ke arah Kevin pun langsung terkejut melihat Sarah berdiri di sana sambil memapah Kevin. Dengan cepat Tristan menarik Kevin dari pegangan Sarah.


"Hei, wanita aneh. Jangan sentuh keponakan ku!" seru Tristan dengan suara tinggi.


Sarah sampai mengangkat bahunya dan mundur satu langkah ke belakang karena terkejut.


"Pergi kamu dari sini, siapa yang mengijinkanmu datang ke pesta ulang tahun ku?" tanya Tristan dengan tatapan merendahkan pada Sarah.


***


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2