Tega

Tega
Bab 164


__ADS_3

Shanum terlihat sedih, dia sadar kalau Tristan pasti masih marah padanya karena peristiwa di salah satu stasiun televisi swasta di Paris waktu itu.


Sarah yang melihat sikap ketus Tristan pada Shanum cukup terkejut. Tapi setelah dia pikir lagi, dia juga pernah berada di posisi Tristan kala itu. Dimana rasa cinta yang begitu dalam, dalam sekejap menjadi sebuah perasaan benci. Sarah juga pernah mengalami kayu saat dirinya dengan mata kepalanya sendiri, melihat Alan bersama dengan Hera di sebuah kamar hotel. Padahal sejuta harapan ada di benak Sarah kala itu. Rencana menjalin hubungan yang lebih serius karena memang mereka sudah berpacaran lebih dari empat tahun.


Dan sekarang, Sarah melihat hal itu lagi di depannya. Tatapan mata Tristan yang terlihat begitu kecewa dan marah pada Shanum. Sarah mengerti sekali apa yang di rasakan Tristan.


Karena Sarah tak mau mengganggu Tristan dan Shanum, yang mungkin saja ada hal yang ingin mereka bicarakan berdua. Sarah pun membuka pintu yang tadi sempat tertutup.


Tristan menyadari hal itu, dan bertanya pada Sarah.


"Sarah, kamu mau kemana?" tanya Tristan.


"Aku akan keluar, mungkin kamu ingin bicara berdua dengannya!" kata Sarah dengan ekspresi wajah yang begitu datar. Sarah juga tak berharap banyak


Tapi Tristan langsung berjalan maju, Shanum sudah tersenyum senang. Dia pikir, Tristan akan menghampirinya. Tapi ternyata dia salah, Tristan malah melewatinya begitu saja, dan menghampiri Sarah.


Tristan menarik pelan tangan Sarah dan menggenggam tangan Sarah itu dengan erat.


"Bukan kamu yang harusnya pergi, tapi perempuan itu!" kata Tristan membuat Shanum rasanya mau pingsan.


Shanum tak pernah mendengar hal kasar yang menyakiti hatinya seperti itu selama bertahun-tahun, setelah di resmi menjalin kasih dengan Tristan. Tapi kali ini, hatinya benar-benar terluka. Saat Tristan berkata seperti itu untuk perempuan lain di depannya.


Mata Shanum sudah berkaca-kaca.


"Aku sungguh minta maaf padamu, Tristan! aku benar-benar menyesal telah mengatakan semua itu. Tolong beri aku kesempatan Tristan, jika aku bisa mengulang kembali waktu itu, aku tidak akan membiarkan mu pergi!" kata Shanum dengan isak tangis bahkan sampai memejamkan matanya.


Tapi Shanum memang benar-benar menyesali perbuatannya yang memilih karir daripada Tristan. Sekarang dia juga sudah kehilangan semua itu, Shanum benar-benar merasa sangat sedih saat ini.

__ADS_1


Sarah yang melihat Shanum menangis seperti itu sangat iba. Dia juga bisa merasakan tangan Tristan menggenggam tangannya semakin erat. Sarah yakin, kalau Tristan juga merasakan kasihan pada Shanum sama seperti dirinya saat ini.


"Kalian bicara saja, kalau kamu tidak ingin aku pergi dari sini. Aku akan berada di kamar...!"


"Tidak Sarah, aku sudah tidak ingin bicara lagi dengannya...!"


"Tristan!"


Shanum langsung berlari mendekati Tristan dan memeluk Tristan dari belakang. Hati Sarah benar-benar terluka melihat semua itu. Meskipun dia belum menyadari perasaannya pada Tristan, tapi dia masihlah istri sah Tristan saat ini. Dan melihat wanita lain memeluk suaminya di depan matanya. Hatinya benar-benar sangat terluka.


Sarah menghentakkan tangannya, lalu menatap Tristan dengan kesal.


"Kalian sudah bertemu kan? dia kembali padamu? apa yang kamu pikirkan lagi sekarang? pagi ini juga kita akan mediasi kan? aku rasa sudah tidak perlu mediasi-mediasi segala...!"


"Sarah!" Tristan kembali meraih tangan Sarah dan berusaha melepaskan pelukan Shanum darinya.


"Aku mencintaimu, aku sungguh mencintaimu Sarah. Aku tidak ingin kita bercerai, aku sungguh mencintaimu!" kata Tristan membuat Shanum terkejut.


Shanum tak percaya dia mendengar pria yang dulu begitu mencintai dirinya. Malah menyatakan cinta pada wanita lain. Meskipun itu istrinya, tapi tetap saja itu terdengar sangat menyakitkan bagi Shanum.


Shanum melepaskan perlahan pelukannya dari Tristan.


"Tristan, apa yang kamu katakan?" tanya Shanum.


Tristan lantas menjauh dari Shanum dan merangkul pinggang Sarah. Membuat Sarah terkejut dan menatap tak suka pada Tristan. Maunya Sarah itu, Tristan selesaikan sampai selesai urusannya dengan Shanum dulu. Bukan malah membuat dirinya jadi bahan bakar untuk memanas-manasi Shanum.


"Kamu dengar, aku mencintai istriku. Aku mencintai Sarah!" kata Tristan dengan yakin.

__ADS_1


Shanum lantas menggelengkan kepalanya dengan cepat.


"Tidak Tristan, itu tidak benar. Itu tidak benar kan? kamu saat ini hanya sangat marah padaku. Hubungan kita sudah lebih dari lima tahun Tristan, kamu pasti hanya emosi karena kesalahan yang aku lakukan. Tristan jangan lakukan ini padaku, ingat apa yang sudah kita lalui selama ini. Kesulitan yang kita berdua atasi bersama saat kuliah, aku yang selalu di sisimu Tristan, hanya aku... hiks... hiks...!"


Shanum jatuh ke lantai, dia terduduk dan menangis sampai kedua matanya terpejam tapi air mata tetap mengalir deras di wajahnya. Kedua tangannya menekan dadanya, terlihat sangat sakit dan terluka.


Sarah sampai meneteskan air matanya melihat betapa Shanum sangat bersedih dan terluka, juga kecewa karena Tristan memilih Sarah.


"Aku tidak mengatakan hal ini karena apa yang sudah kamu lakukan padaku Shanum, jujur saja, aku bahkan sudah mulai menyukai Sarah sejak rencana pernikahan kami dei tetapkan, aku mulai tertarik padanya saat dia mengenakan pakaian pengantin, dan bahkan malam harinya dia datang dalam mimpiku!" kata Tristan.


Sarah yang mendengar semua itu lantas menoleh ke arah Tristan. Dia terkejut, benar-benar terkejut mendengar apa yang Tristan sampaikan barusan pada Shanum.


"Iya, aku bahkan mulai khawatir kalau hatiku berpaling padanya ketika ciuman pertama kali di pesta pernikahan, sejak saat itu aku bersikap ketus padanya agar aku semakin tidak jatuh cinta padanya!" lanjut Tristan.


Sarah benar-benar tak percaya, ternyata itu sebabnya Tristan selalu ketus pada Sarah. Karena Tristan takut jatuh cinta pada Sarah.


"Dan aku yakin betul kalau perasaan ku pada Sarah memang lebih dari sekedar rasa suka. Jadi aku pastikan, kalau aku mencintai Sarah jauh sebelum kamu melukaiku Shanum!" kata Tristan jujur.


Sarah bingung harus bagaimana, apakah dia harus bahagia mendengar apa yang Tristan katakan. Sementara di depannya, ada seorang wanita yang menangis pilu karena benar-benar telah kehilangan Tristan.


Bak sambaran petir di siang hari, hati Shanum sangat terluka. Sangat sakit rasanya. Rasa bersalahnya benar-benar semakin bertambah pada Tristan. Meski dia sudah mencintai Sarah jauh sebelum datang ke Paris. Tapi Tristan bertahan, dan berusaha menjaga hatinya tetap untuk Shanum. Dan Shanum? dia malah membuat Tristan pergi karena obsesi dan kebodohannya. Shanum benar-benar menyesal.


Tapi Shanum kemudian terdiam, dia tadi sempat mendengar kalau Tristan dan Sarah akan melakukan sidang mediasi pertama mereka.


"Lalu kenapa kalian mau bercerai?" tanya Shanum lirih.


***

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2