
Tuan Arya Hutama, Arumi, Rendra dan Kevin sudah menunggu di rumah sakit. Sangking excited untuk mengetahui genital janin anak pertama Tristan. Tuan Arya Hutama sampai menyewa ruangan khusus di rumah sakit itu. Jadi nanti Sarah tidak akan di periksa di ruangan umum melainkan di ruangan khusus yang sudah di siapkan pihak rumah sakit.
"Tante Arumi, berhenti memainkan rambutku!" kata Kevin yang tidak senang karena. sejak tadi Arumi terus memainkan rambut Kevin.
Arumi melakukan itu karena suka pada rambut Kevin yang habis di shampoo dan baunya sangat harum dan jika di sentuh sangat lembut. Ternyata lebih bagus daripada di pakaikan Pomade.
"Ih pelit sekali, baru juga di pegang rambutnya!" kata Arumi lantas menarik tangannya dari rambut Kevin.
Meski sebenarnya dia sangat gemas dengan rambut Kevin dan ingin menyentuhnya lagi.
"Mana sih Sarah, ya ampun aku sudah tidak sabar!" kata Arumi mendekati Rendra.
Rendra hanya bisa tersenyum dan merangkul Arumi agar tangannya tak lagi menyentuh kepala Kevin dan akan membuat keributan lagi.
Hingga beberapa saat kemudian, Tristan, Sarah dan Widya datang.
"Selamat pagi Bu Widya?" tanya tuan Arya Hutama menyapa Widya yang datang bersama Sarah dan Tristan.
"Selamat pagi pak Arya Hutama!" balas Widya sambil tersenyum.
"Apa kabar tante?" tanya Rendra dan Arumi yang lantas menyalami Widya dan mencium punggung tangan mertua Tristan itu dengan santun.
"Kabar baik, kalian sendiri bagaimana? halo Kevin! apa kabar sayang?" tanya Widya yang di hampiri Kevin yang juga melakukan hal yang sama dengan yang dilakukan papanya tadi, menyalami dan mencium punggung tangan Widya.
"Baik Oma!" kata Kevin, singkat padat dan jelas.
"Bagaimana keadaan ayah?" tanya Sarah pada Arya Hutama.
"Ayah sangat sehat Sarah, ayah akan semakin sehat lagi setelah mengetahui calon anak Tristan ini laki-laki atau perempuan!" kata tuan Arya Hutama penuh dengan semangat.
__ADS_1
Selanjutnya mereka segera masuk ke ruang periksa. Itulah kenapa ruang periksanya berbeda, karena akan di masuki oleh banyak orang.
Sarah tidak hanya masuk bersama Tristan, tapi juga Widya, Arumi dan Kevin.
Sementara tuan Arya Hutama dan Rendra berada di ruangan sebelah melihat dari monitor 42" yang ada di sana.
Setelah di periksa tensi darah dan berat badan. Serta detak jantung Sarah, proses USG 4D pun segera di laksanakan oleh dokter Magdalena.
"Selamat ya Bu Sarah, anaknya laki-laki. Lihat ada yang menggantung itu!" kata dokter Magdalena.
Sarah pun tak kuasa menahan air matanya dan menggenggam tangan Tristan yang ada di sebelahnya. Tristan juga langsung mencium kening Sarah mendengar dia akan menjadi seorang ayah dari seorang putra.
Arumi juga sangat senang, dia melihat terus ke arah monitor yang di jelaskan oleh dokter. Arumi bahkan mengusap perutnya yang masih rata.
'Cepat bulat dong, cewek atau cowok tidak masalah. Aku sangat berharap Kevin memanggil ku bunda. Masak setiap berangkat dan jemput sekolah aku di panggil Tante di depan teman-temannya dan ibu teman-temannya!' ucap Arumi dalam hati.
Tuan Arya Hutama bahkan sudah memeluk Rendra, beliau sangat senang. Kebahagiaan ini bahkan lebih besar daripada saat kelahiran Kevin dulu. Maklum saja, Gisella dulu orangnya tidak seperti Sarah. Gisella tidak memperbolehkan tuan Arya Hutama menemaninya periksa kandungan, karena hubungan mereka yang sempat di tentang oleh tuan Arya Hutama membuat Gisella merasa kesal pada ayah mertuanya itu. Dan hubungan antara Gisella dan tuan Arya Hutama dulu sangat berbeda dengan Sarah dan tuan Arya Hutama sekarang.
Gisella benar-benar nyaris tak pernah mengobrol dengan tuan Arya Hutama, berbeda dengan Sarah yang malah suka berbagi cerita dengan ayah mertuanya itu.
Setelah pemeriksaan, Tristan terus menggenggam erat tangan Sarah.
"Alhamdulillah, semuanya baik. Perkembangan janin sangat bagus, detak jantung juga normal. Apa ada keluhan selama satu bulan ini Bu Sarah?" tanya dokter Magdalena.
"Tidak ada dokter, tapi.. apa anakku akan lahir dengan selamat dokter?" tanya Sarah yang was-was pada perasaannya saat mendengar apa yang di katakan oleh Brian Kim tadi.
Dokter Magdalena lantas tersenyum.
"Tentu saja Bu Sarah, apa yang membuat Bu Sarah berpikir tidak akan melahirkan dengan selamat. Selama Bu Sarah menjaga kesehatan dengan baik, meminum susu hamil teratur, meminum vitamin dan berolahraga ringan seperti yang aaya sarankan. Tentu saja Bu Sarah akan melahirkan dengan selamat, saya lihat perkembangan janin sangat sehat. Kondisi Bu Sarah sampai hari ini juga baik, sebenarnya ada apa?" tanya dokter Magdalena yang merasa heran dengan Sarah.
__ADS_1
Bulan-bulan kemarin Sarah tidak pernah berkata seperti itu.
Arumi yang bingung juga bertanya pada Sarah.
"Sebenarnya ada apa sih?" tanya Arumi ikut bingung.
"Kamu lihat sendiri kan Sarah, anak kamu sangat lucu. Ya ampun dia belum lahir saja sudah meresahkan begitu main mata genit sama aku...!"
"Dia bukan main mata genit, memang kalau janin ya begitu. Merem matanya, masak mau melotot kayak kamu?" tanya Tristan menyela Arumi.
"Ih, calon papa baru sewot. Ini Sarah kenapa sih? kamu aneh-aneh ya? makanya Sarah was-was?" tanya Arumi yang curiga pada kelakuan Tristan. Kan memang dari dulu Arumi bawaannya nething sama Tristan, Alisa negatif thinking.
"Jadi begini dok, tadi pagi sebelum saya dan Sarah ke rumah sakit. Kamu bertemu dengan orang yang gak jelas hidupnya mau gimana? malah kasih tahu Sarah kalau anak dan istrinya itu meninggal saat istrinya melahirkan, anak dan istrinya meninggal. Sarah jadi kepikiran karena masalah itu!" kata Tristan menjelaskan.
"Eh, siapa sih bikin orang p4rno aja. Siapa sih?" tanya Arumi penasaran.
"Oh nak Brian ya? dia tetangga baru di apartemen. Sayang, kamu jangan pikirkan itu ya. Yang namanya lahir, jodoh, maut itu sudah ada yang mengatur. Jangan sampai kamu kepikiran dan membuat kamu malah jadi tidak sehat nanti!" kata Widya menyahut.
"Benar Bu Sarah, jauhkan pikiran semacam itu dari Bu Sarah. Lihat hasil pemeriksaan ini, semuanya baik. Ibu Sarah dan calon bayi Bu Sarah sangat sehat. Bu Sarah harus semangat ya, ikatan hati antara ibu dan bayi yang ibu kandung itu sangat kuat. Kalau ibu sedih, cemas atau apapun itu. Dedek bayinya juga merasakan hal yang sama. Ibu Sarah harus ingat itu ya!" kata dokter Magdalena menjelaskan.
Setelah melihat hasil pemeriksaan dan apa yang dikatakan dokter Magdalena dan ibunya. Sarah pun menghela nafas lega. Pasti memang dia terlalu cemas saja.
"Siapa sih Brian Kim itu? bikin orang p4rno aja. Kalau aku ketemu dia, aku twist itu dia punya lidah, kesel aku!" kata Arumi kesal.
Kevin pun menepuk jidatnya karena kelakuan ibu sambungnya itu.
***
Bersambung...
__ADS_1