
Tristan dan Sarah bergegas ke kediaman Hutama, begitu mereka menerima pesan dari Rendra.
Begitu sampai di kediaman Hutama, Sarah terkejut melihat Arumi berada di sana.
Sarah bergegas menghampiri Arumi dan memeluknya.
"Arumi, aku cemas sekali! bagaimana kamu bisa berada di sini?" tanya Sarah bingung.
Tapi bukannya menjawab pertanyaan Sarah, Arumi malah memperlihatkan cincin di jari manisnya sebelah kanan.
Mata Sarah melebar melihat cincin di jari manis Arumi, dia yang sudah mengira kalau itu cincin tunangan sahabatnya itu dengan kakak iparnya pun, segera melihat ke arah dengan kakak iparnya.
Benar saja, Sarah melihat cincin dengan motif dan warna yang sama melingkar di jari manis sebelah kanan Rendra.
"Kalian sudah bertunangan?" tanya Sarah antusias.
Tristan pun terlihat terkejut mendengar apa yang dikatakan oleh istrinya kepada Arumi dan Rendra.
"Benarkah? kalian sudah bertunangan?" tanya Tristan yang ikut penasaran.
Tapi tuan Arya Hutama yang baru saja keluar dari kamarnya dan menuju ke ruang tamu tersebut langsung berkata.
"Mulai sekarang, panggil Arumi dengan sebutan kakak ipar, Tristan, Sarah. Arumi dah rendra sudah menikah!" kata tuan Arya Hutama menjelaskan sambil tersenyum senang.
Mata Sarah langsung terbelalak dan Sarah juga menutup urutan yang terbuka dengan kedua tangannya, sangking takjub dengan berita yang baru saja dia dengar dari ayah mertuanya itu.
"Menikah? selamat Arumi. Eh, salah ya. Selamat kakak ipar!" kata Sarah yang langsung memeluk Arumi lagi karena begitu senang mendengar kabar gembira itu.
"Kapan kalian menikah? sebenarnya ini ada apa?" tanya Tristan yang malah heran dengan semua yang terjadi.
Wajar saja, sebab tak ada yang memberitahu dirinya. Rendra tak memberitahunya, ayahnya bahkan tidak mengabarinya. Tahu-tahu dia dan istrinya disuruh datang ke rumah ayahnya, dan di beritahu kalau kakaknya sudah menikah.
Tristan menyipitkan matanya sedikit ke arah Rendra.
"Kalian k4win lari ya?" tanya Tristan terus terang.
"Hei, adik ipar. K4win kok lari sih? mana enak?" tanya Arumi menyela Tristan.
__ADS_1
Rendra terkekeh mendengar adiknya di balas sedemikian rupa seperti itu oleh Arumi. Sarah bahkan memalingkan wajahnya untuk tertawa. Dia tidak enak kalau menertawakan Tristan di hadapan suaminya itu.
Tuan Arya Hutama dan Samsudin juga tertegun sejenak. Dia tidak tahu kalau Arumi akan terus terang begitu bicaranya meski di hadapan ayah mertuanya sekali pun.
"Ya ampun, maksud ku bukan itu. Kakak? apa kamu sudah unboxing wanita bar bar ini? makanya kamu nikah dadakan begini?" tanya Tristan lagi.
Arumi langsung menginjak kaki Tristan.
"Aduh!" pekik Tristan lalu menjauh dari Arumi.
"Hei, adik ipar hati-hati dengan lidahmu. Enak saja sudah unboxing sebelum menikah. Memangnya aku wanita apaan?" keluh Arumi yang mundur ke dekat Sarah lagi.
Sarah lantas mendekati Tristan dan bertanya tentang keadaan suaminya itu. Meskipun sebelumnya tadi Sarah juga sempat terkekeh kecil.
"Tristan, kamu tidak apa-apa?" tanya Sarah mengusap lengan Tristan perlahan beberapa kali.
"Sakit sayang, untung dia pakai sneaker kalau pakai high heels, bisa bolong kakiku!" protes Tristan menatap kakak ipar barunya itu tidak senang.
Sementara tuan Arya Hutama hanya bisa tersenyum sambil sesekali saling pandang dengan Samsudin. Rumahnya benar-benar sangat ramai dan penuh keceriaan sekarang. Ada Sarah yang begitu perhatian, lembut dan pengertian. Ada Arumi yang meskipun ceplas-ceplos tapi sangat berani dan Arya Hutama yakin dia akan cepat beradaptasi di rumah ini.
Sepertinya tuan Arya Hutama sudah merasa kebahagiaan rumahnya lengkap. Ada Sarah yang akan menetralisir Tristan yang begitu tempramen. Dan ada Arumi yang akan membuat Rendra menjadi lebih tegas.
Mereka pun akhirnya duduk bersama di ruang tengah. Meski sudah menikah, masalah dengan keluarga Wijaya tidak akan berhenti sampai di sini.
"Jadi kamu kabur?" tanya Sarah setelah mendengar semua cerita Arumi dari awal dia di paksa pulang sampai dia bertemu dengan Rendra.
"Iya, karena besok pria itu akan datang. Aku tahu, setelah lamaran di setujui, aku tidak bisa berbuat apapun lagi!" jelas Arumi.
Rendra yang duduk di sebelah Arumi dan terus menggenggam erat tangan istrinya itu tidak menyangka kalau Arumi sampai seperti itu untuk bisa kabur. Rendra bisa bayangkan betapa Arumi berusaha keluar dari penjagaan begitu banyak orang.
"Aku tidak menyangka sampai seperti itu! pasti berat sekali bagimu Arumi. Dan kak Arista, apa dia akan baik-baik saja?" tanya Sarah yang juga mengkhawatirkan keselamatan Arista.
"Aku pikir jika semua berjalan sesuai rencana, dia akan baik-baik saja. Tapi aku tidak bisa menghubungi nya, sampai dia yang menghubungi ku!" jelas Arumi.
"Tidak apa-apa, kita berdoa saja. Semoga Arista baik-baik saja. Dia wanita yang baik. Tuhan pasti melindungi nya. Dan ayah harap, kamu Arumi, kamu juga tidak pergi kemana-mana dulu ya, Rendra akan menemani mu. Ayah harus ke perusahaan. Ada yang harus ayah kerjakan!" kata tuan Arya Hutama dan langsung di angguki Arumi.
Tuan Arya Hutama dan Samsudin lalu meninggalkan ruang tengah dan juga rumah itu.
__ADS_1
"Kak, apa Kevin sudah pulang?" tanya Sarah mendadak.
"Belum, mungkin setengah jam lagi!" jawab Rendra setelah melihat arloji di tangannya.
"Kalau begitu, kita jemput Kevin saja Tristan, bagaimana?" tanya Sarah yang langsung menoleh ke arah Tristan.
Tapi mendapatkan pertanyaan seperti itu dari istrinya. Tristan malah cemberut.
"Sayang, kamu kalau kekurangan pekerjaan. Lebih baik kamu aku kerjain, yuk di kamar!" kata Tristan membuat Sarah memukul lengannya perlahan.
Plakk
"Apaan sih kamu?" protes Sarah pada Tristan.
"Lagian, tuh papanya aja tuh santai megang-megang tangan istri barunya. Kenapa kita yang repot jemput anaknya coba?" tanya Tristan.
Sarah jadi sangat tidak enak pada Rendra dan Arumi karena apa yang di katakan oleh Tristan. Padahal Rendra dan juga Arumi sudah tidak kaget lagi pada ucapan ketus dan tidak enak di dengar dari mulut Tristan.
Sarah yang tak kehabisan ide langsung mendekat ke arah telinga Tristan dan berbisik.
"Ya sudah, kalau tidak mau temani aku jemput Kevin. Nanti malam tidur saja di sofa!" bisik Sarah yang langsung berdiri dan berjalan ke arah pintu.
Tristan langsung berdiri dan mengejar istrinya.
"Sayang, jangan gitu dong. Aku kan hanya bercanda! sayang...!"
Tristan mengejar Sarah yang sudah dekat pintu keluar. Tristan pun membujuk Sarah sampai Sarah tersenyum melihat tingkah konyol Tristan.
Rendra dan Arumi yang melihat kedua pasangan itu pun tersenyum.
"Sekarang kita ngapain?" tanya Arumi.
"Ngapain ya? kamu mau makan?" tanya Rendra.
Arumi menggelengkan kepalanya dengan cepat.
"Mas, gimana kalau kita unboxing?" tanya Arumi yang membuat Rendra langsung melongo terkejut dengan tawaran Arumi yang mendadak di siang bolong pula.
__ADS_1
***
Bersambung...