Tega

Tega
Bab 85


__ADS_3

Bunda Tiara yang tidak diberitahukan oleh tuan Arya Hutama tentang rencananya untuk mendekatkan Sarah dan Tristan, hari ini mendatangi kediaman Hutama karena merasa sangat khawatir sudah dua hari ini Sarah tidak bisa dihubungi. Bahkan di kirimi pesan pun hanya centang satu saja.


Tuan Arya Hutama yang mendengar keluhan dari Bunda Tiara pun tertunduk dengan sedikit terkekeh sebenarnya.


"Ha ha ha, aku minta maaf sebelumnya kepadamu bunda Tiara. Karena aku tidak memberitahukan kepadamu perihal apa yang aku dan Samsudin rencanakan!" kata tuan Arya Hutama.


Mendengar apa yang dikatakan oleh tuan Arya Hutama yang duduk di depan Bunda Tiara, tuan Arya Hutama duduk di sofa yang letaknya berseberangan dengan Bunda Tiara. Ekspresi wajah Bunda Tiara sedikit bingung.


"Jadi begini, Tristan dan Sarah itu kan menikah karena perjodohan kita kita atur. Jadi mereka belum begitu mengenal satu sama lain. Jadi aku dan juga Samsudin merencanakan sebuah liburan selama satu minggu untuk mereka berdua. Dan kalau di tempat itu sinyal ponsel masih ada, mereka tidak mungkin bisa menghabiskan waktu berdua dan lebih dekat. Jadi aku mengirim anak dan menantuku itu ke sebuah pulau yang hanya bisa dijangkau dengan sebuah kapal yang ukurannya cukup besar, Karena untuk ke pulau itu kita harus melalui laut lepas!" jelas tuan Arya Hutama pada bunda Tiara.


Namun bukannya merasa tenang mendengar jawaban dari besannya tersebut. Bunda Tiara malah bertambah cemas dan khawatir, pasalnya dia tahu kalau sikap Tristan kepada Sarah itu sedikit acuh dan agak kasar.


"Tapi... apa mereka akan baik-baik saja?" tanya bunda Tiara yang khawatir pada Sarah.


Tuan Arya Hutama sebenarnya juga mengerti dengan kekhawatiran dari bunda Tiara.


"Dua hari sekali, akan ada yang menjenguk mereka bunda. Aku tahu, bunda pasti cemas pada Sarah, tapi aku bisa pastikan. Seburuk apapun kelakuan Tristan, dia tidak akan melukai seorang wanita, apalagi wanita tersebut adalah istrinya!" tegas tuan Arya Hutama.


Mendengar ucapan yang begitu meyakinkan dari tuan Arya Hutama. Akhirnya bunda Tiara sekarang merasa lebih tenang.


***


Sementara itu di pulau...


Matahari pagi mulai menerobos masuk ke celah-celah jendela, dan semua celah yang ada. Membuat Sarah yang semalam tertidur sangat pulas tanpa mengigau, perlahan membuka matanya.


Tapi saat dia membuka matanya, dia merasa seperti ada sesuatu yang berat tengah merangkulnya. Membuatnya sadar kalau begitu dia membuka mata, lengan kekar yang dia lihat di depannya.


"Agkhhh!" pekik Sarah yang menyadari kalau Tristan tengah memeluknya saat ini.


Mendengar Sarah berteriak, otomatis mata Tristan juga langsung terbuka, karena telinganya kan berada dekat dengan Sarah. Saat Tristan menyadari apa yang dia lakukan, dia juga langsung melompat turun dari tempat tidurnya.

__ADS_1


Matanya masih membelalak lebar melihat ke arah tempat tidur, dan Sarah yang juga langsung berusaha untuk duduk dan langsung menarik selimut untuk menutupi dirinya sebatas leher.


Mata Sarah menatap ke bawah selimut memeriksa apakah pakaiannya masih lengkap atau tidak. Pikiran Sarah benar-benar sudah ke arah sana.


Tristan yang merasa aneh dengan perbuatannya sendiri itu hanya bisa menggaruk kepalanya sendiri.


'Apa yang sudah aku lakukan, apa-apaan ini? kenapa aku bisa memeluk wanita freak itu?' tanya Tristan dalam hatinya sendiri.


Tristan malah kebingungan sendiri, kenapa dia yang bisanya tidur sangat anteng. Malah jadi memeluk wanita freak yang tidur di sampingnya itu.


Karena tak ingin malu atas apa yang dia lakukan tanpa sadar. Tristan pun memikirkan sebuah ide agar Sarah tidak menyalahkannya.


"Ini... pasti kamu yang menarik tanganku agar aku memelukmu kan?" tanya Tristan yang malah menjadikan Sarah sebagai kambing hitam atas apa yang dia lakukan.


Mendengar apa yang dikatakan Tristan, tentu saja Sarah tidak terima. Dia langsung menyibak selimutnya dan langsung turun dari ranjang dengan wajah kesal. Sarah lantas mengitari tempat tidur itu menuju ke hadapan Tristan.


"Heh, apa kamu bilang?" tanya Sarah kesal.


"Heh, memang masih kurang jelas apa yang terlihat tadi? tangan siapa yang memeluk siapa? yang benar saja!" keluh Sarah yang merasa kesal karena justru Tristan menyalahkan dirinya.


"Kamu kan kalau tidur suka mengigau, kamu pasti yang menarik tanganku kan?" tanya Tristan dengan wajah tengil.


Sarah benar-benar sangat kesal, tapi menurutnya akan sangat percuma berdebat dengan Tristan. Pasti pria itu tidak mau mengalah juga apapun yang terjadi.


Tidak ingin berdebat lagi, akhirnya Sarah memutuskan untuk berhenti mendebati Tristan dan memilih untuk mandi saja.


Namun saat Sarah akan melangkahkan kakinya, tidak sengaja Tristan juga akan melangkah menuju ke arah lemari dengan maksud mengambil handuk. Sementara Sarah akan keluar dari kamar untuk ke kamar mandi, cuci muka dan menyikat gigi niatnya.


Brukk


Karena mereka melangkah bersamaan, namun dengan arah yang berbeda. Akhirnya mereka malah bertabrakan, dan karena Sarah tenaganya lebih lemah dari Tristan. Arah jatuh mereka berdua pun ke arah arah jatuhnya Sarah.

__ADS_1


"Aughk...!" pekik Sarah.


Meski saat terjatuh Tristan berusaha untuk tidak menimpa Sarah, tapi itu percuma saja. Karena tabrakan itu terjadi sangat cepat dan tanpa Tristan duga sama sekali. Akhirnya Tristan pun tak bisa mengantisipasi untuk menahan tubuhnya agar tidak jatuh di atas Sarah.


Sarah memekik sakit, karena badan Tristan itu cukup besar di banding badannya yang memang tidak kurus kurus amat, tapi juga kalah jauh dari Tristan.


Menyadari kalau dia telah menimpa Sarah dan pasti menyakiti wanita itu. Tristan langsung buru-buru untuk bangun dan berdiri.


"Hei, kamu tidak apa-apa. Salah siapa menabrak ku?" tanya Tristan sambil membantu Sarah untuk bangun.


Sarah yang malas berdebat karena merasakan sakit di punggung dan pinggangnya pun hanya bisa meringis menahan sakit.


Saat Tristan menyentuh lengan Sarah, Sarah langsung kembali memekik.


"Aduh, itu sakit Tristan!" seru Sarah.


Tristan langsung dengan cepat menarik tangannya.


"Benarkah?" tanya Tristan yang berharap Sarah hanya bercanda.


"Apa aku terlihat sedang berbohong?" tanya balik Sarah.


Tristan yang melihat ekspresi wajah Sarah pun tahu kalau Sarah tidak bercanda. Tristan lalu membantu Sarah duduk kembali di tempat tidur, tapi saat Tristan mau membantunya Sarah malah menolak.


"Aku mau ke kamar mandi!" kata Sarah.


Tanpa bertanya lagi atau meminta ijin, Tristan langsung menggendong Sarah ala bridal style. Membuat Sarah awalnya terkejut, namun saat Tristan membawanya ke luar kamar menuju kamar mandi. Sarah menyadari kalau Tristan ingin membantunya.


***


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2