Tega

Tega
Bab 274


__ADS_3

Sementara Rendra dan Arumi juga sudah sampai di kediaman Hutama. Setelah mobil yang dia kemudikan berhenti di depan rumah besar itu. Rendra dengan cepat mematikan mesin mobil lalu melepaskan sabuk pengamannya.


Dengan cepat Rendra keluar dari dalam mobil karena berniat untuk membukakan pintu mobil untuk Arumi. Sayangnya Arumi sudah terlebih dahulu membuka pintu mobil sendiri sebelum Rendra sampai ke sana.


"Sayang...!"


Rendra terlihat kecewa karena apa yang ingin dia lakukan untuk menunjukkan sikap baiknya kepada istrinya itu gagal.


Sementara Arumi masih menunjukkan sikap acuhnya kepada suaminya itu. Dan langsung berjalan begitu saja ke dalam rumah tanpa menghiraukan Rendra.


Lagi-lagi Rendra harus menghela nafas berat. Tapi tidak masalah baginya. Dia masih sangat bersemangat untuk memperjuangkan kembali kepercayaan dan cinta Arumi.


Rendra lantas ikut masuk ke dalam rumah. Karena memang hari sudah sangat malam Arumi pun bergegas menuju kamarnya untuk istirahat. Begitu pula Rendra yang menyusul dengan mengikuti dari belakang.


Dari kejauhan para asisten rumah tangga mereka yang melintas tingkah majikannya itu mulai bergosip.


"Loh, katanya nyonya muda pertama dan tuan kecil menginap di rumah nyonya Sarah. Kenapa pulang ke rumah ya?" tanya salah satu asisten rumah tangga bagian dapur yang baru saja selesai mengelap semua piring dan peralatan lainnya di dapur.


Orang yang sedang dia ajak bicara adalah asisten bagian cuci pakaian yang baru selesai menyetrika pakaian. Mereka adalah dia asisten rumah tangga yang usianya muda di kediaman Hutama.


Sambil terkekeh tapi menutup mulutnya, asisten rumah tangga bagian cuci pakaian itu berkata.


"Ih kamu mah gak tahu, tuan Rendra kan sayang banget sama nyonya muda pertama. Ya, gak mungkin lah di biarkan menginap di tempat lain. Bisa, gak bisa tidur dia kan he he he!" katanya sambil terkekeh geli sendiri.


"Is kamu mah sok tahu!" kata temannya yang satu.


"Tahulah, namanya juga pasangan baru kan. Masih anget anget nya gitu bahasanya!"


"Sedang apa kalian, kalau pekerjaan selesai langsung istirahat!" Seru kepala asisten rumah tangga kediaman Hutama membuat dua asisten rumah tangga muda itu kabur kocar-kacir.


Arumi sudah mengganti pakaiannya dengan piyama tidur. Rendra membereskan tempat tidur mereka, agar Arumi lebih nyaman.Tapi Arumi masih pura-pura tidak melihat itu. Saat Arumi duduk di meja rias, dan membersihkan wajahnya.


Rendra perlahan mendekatinya dan memijit bahu istrinya itu dengan lembut.


"Sayang, aku mohon maafkan aku. Aku bukan tidak mau mengejarmu saat itu. Hanya saja aku tidak mau membuatmu bertambah kesal. Aku tidak akan mengulangi hal itu lagi. Aku benar-benar akan menjaga jarak dengan wanita itu. Aku tidak akan memberikannya kesempatan mendekatiku lagi. Aku mohon maafkan aku Arumi!" kata Rendra sambil memijat bahu Arumi dengan sangat lembut.


Arumi hanya bisa menghela nafasnya. Dia kemudian berdiri dan menghadap ke arah Rendra.


"Bukankah kalau orang mengaku salah harus melakukan sesuatu?" tanya Arumi dengan ekspresi wajah begitu datar.

__ADS_1


Meski terkejut dengan apa yang istrinya itu katakan. Tapi Rendra sudah sangat senang, Arumi mau bicara dengannya.


"Apapun yang kamu mau aku lakukan, aku akan melakukannya Arumi!" kata Rendra.


Arumi lantas berpindah ke tepi tempat tidurnya dan dia duduk di sana.


Rendra langsung dengan cepat mengikuti istrinya itu dan berjongkok memegang kedua lutut Arumi.


"Sayang, kamu ingin aku melakukan apa?" tanya Rendra.


"Yakin mau melakukannya dan tidak akan menolaknya?" tanya Arumi.


Rendra langsung mengangguk dengan yakin.


Rendra mendengar Arumi berkata...


"Berjanjilah mas, jangan pernah biarkan wanita itu atau wanita manapun membuat rumah tangga kita menjadi goyah. Berjanjilah kalau mas Rendra akan menjaga baik-baik hati mas Rendra untukku...!"


"Mas...!"


"Mas...!"


Rendra tersadar dari lamunannya, ternyata dia hanya melamunkan Arumi mengatakan kalimat yang begitu manis dan menyentuh hatinya.


Rendra langsung mengangguk cepat lagi.


"Iya sayang, aku dengar!" kata Rendra.


Rendra lantas berdiri tegak di depan Arumi. Lalu mengangkat dua tangan kanannya ke atas dengan jari telunjuk dan jari tengah yang tegak sementara jari lainnya masih tergenggam.


"Aku Rendra Kresna Hutama berjanji, tidak akan membiarkan wanita lain membuat rumah tanggaku dengan Arumi goyah...!"


"Mas kamu sedang apa?" tanya Arumi bingung.


"Sayang, aku sedang membuat deklarasi!"


"Is, kan aku bilang. Kamu harus nyanyi potong bebek angsa sambil menirukan gayanya tiga kali di depanku!" kata Arumi yang sontak saja membuat Rendra sampai terkejut sampai matanya melebar dan bola matanya nyaris keluar.


"Apa sayang?" tanya Rendra lagi. Takut-takut kalau saat ini Rendra sedang melamunkan hal itu lagi.

__ADS_1


Mungkin hari ini Rendra terlalu lelah, sampai dia tidak bisa membedakan mana kenyataan dan mana lamunan.


"Ya sudah kalau tidak mau!" kata Arumi yang langsung memalingkan wajahnya dan ingin tidur saja.


"Sayang.. sayang... jangan marah lagi dong. Baiklah, lagi apa tadi. Potong bebek angsa kan? baiklah!" kata Rendra yang langsung mengambil jarak dengan Arumi.


Setelah dia rasa jaraknya cukup untuk menirukan gerakan dari lagu yang akan dia nyanyikan. Rendra pun mulai berdehem dan mengambil nada yang pas.


"Ekhem..!"


Sebenarnya mendengar Rendra berdehem dan bersiap melakukan apa yang Arumi inginkan. Itu sudah membuat Arumi ingin tertawa. Tapi Arumi menahannya dengan kuat agar dia jangan sampai tertawa dulu sebelum Rendra selesai.


"Potong bebek angsa, masak di kuali...!"


"Pffftt!"


Arumi memalingkan wajahnya melihat Rendra menirukan gaya bebek di depannya. Bayangkan saja seorang CEO perusahaan terkenal di kota ini sedang menyantap lagu potong bebek angsa dengan menirukan gaya seperti seekor bebek.


Memang ya, sehebat apapun seorang suami di luar. Sekuat apapun dia, dia tetaplah seorang pria yang akan melakukan apapun untuk istrinya di rumah, untuk wanita yang paling dia cintai di hatinya.


"La la la, la la la la, la la, la la!" Di akhiri dengan kedua tangan Rendra berada di atas kepalanya. Kedua ujung telapak tangan di pertemukan di puncak kepala Rendra dengan posisi agak miring ke kiri.


Visualnya itu seperti Suga yang di minta melakukan aego atau pose menggemaskan oleh Jimin saat dia akan memasak bersama World Wide Handsome.


Arumi sampai speechless dengan gaya akhir Rendra itu.


"Aku akan melakukannya dua kali lagi...!"


"Mas!"


Saat Rendra akan melakukannya lagi, Arumi memanggilnya.


"Sudah cukup, terima kasih!" kata Arumi dengan lembut.


Rendra langsung diam dan bergegas memeluk istrinya itu.


"Maafkan aku sayang, kamu pasti sangat kesal ya. Aku benar-benar minta maaf. Sejak tadi aku ingin memelukmu, maafkan aku sudah membuatmu kesal padahal kamu sedang hamil!" kata Rendra dengan mata berkaca-kaca.


Perlahan namun pasti, Arumi membalas pelukan Rendra padanya. Sesungguhnya dia benar-benar ingin membagi kebahagiaan tentang kabar kehamilannya ini pada Rendra seperti ini. Sebenarnya dia juga sangat menyayangi suaminya, dia bahkan sampai berpikir jauh ke depan, dan Arumi yakin dia juga tak akan mampu tanpa Rendra di sisinya.

__ADS_1


***


Bersambung...


__ADS_2