
Rendra terlihat canggung untuk mengatakan tentang Arumi yang marah padanya, dan kenapa Arumi dan Kevin menginap di apartemen Sarah itu sebenarnya alasannya bukan karena hanya karena besok adalah hari libur. Tapi karena Arumi sangat kesal pada Rendra.
Masih tak mendapatkan jawaban dari Rendra. Tuan Arya Hutama pun mencoba bertanya sekali lagi.
"Katakan ada apa sebenarnya, atau ayah akan cari tahu sendiri!" kata tuan Arya Hutama mencoba untuk membuat Rendra mengatakan yang sebenarnya padanya.
Meski masih ragu, tapi Rendra pun mulai mengatakan yang sebenarnya pada ayahnya. Bagaimana pun juga ayahnya adalah orang yang lebih banyak pengalaman darinya, rumah tangga sang ayah dan mendiang ibunya juga berjalan lumayan lama. Pasti tuan Arya Hutama lebih banyak tahu tentang bagaimana menyelesaikan kesalahpahaman dalam rumah tangga.
"Begini ayah, sebenarnya Arumi salah paham padaku...!"
"Apa karena kedatangan Gisella kemarin?" tanya tuan Arya Hutama yang menduga hal tersebut.
Rendra pun langsung mengangguk pelan.
"Iya ayah, Arumi kesal karena aku masih menyimpan kunci apartemen lama Gisella!" kata Rendra.
"Dan apa menurutmu kemarahan Arumi itu wajar? apa kamu menyadari kalau yang kamu lakukan itu salah?" tanya tuan Arya Hutama.
Rendra menyadari kalau apa yang dia lakukan itu memang salah. Tapi dia benar-benar lupa. Kalau Gisella tidak datang kemarin malam. Rendra benar-benar lupa kalau dia masih menyimpan kunci cadangan apartemen lama mereka itu. Tapi mau bagaimana lagi, karena lupa itu, Arumi malah mengira kalau Rendra sengaja masih menyimpan kunci itu karena masih punya perasaan pada Arumi.
"Aku sadar aku salah ayah, tapi sebenarnya aku tidak ada niat sama sekali menyimpan kunci itu. Aku hanya meletakkannya di tempat kunci. Dan kalau Gisella kemarin itu tidak datang, aku bahkan tidak ingat kalau aku masih menyimpan kunci itu. Aku sudah melupakan Gisella ayah, sungguh!" jelas Rendra pada tuan Arya Hutama.
"Lalu kenapa tidak jelaskan pada Arumi?" yang tuan Arya Hutama.
"Sebenarnya kemarin sudah mau aku jelaskan, tapi Gisella malah datang ke kantor. Dia menangis dan bilang tidak punya uang untuk makan, dia kelaparan. Jadi aku membelikannya makan. Tak di sangka ternyata saat aku di kafe dengan mengantarkan Gisella, Arumi dan Sarah juga pergi ke sana!"
Saat Rendra tengah menjelaskan, tuan Arya Hutama sampai memijit kepalanya karena mulai sakit kepala akibat apa yang di ceritakan oleh Rendra itu.
__ADS_1
Bagaimana bisa anaknya itu bisa sepolos itu, entah memang seperti itu atau hanya naif saja. Gisella adalah wanita yang telah menyakitinya, sampai bertahun-tahun dia hidup tanpa ingin ada pendamping lagi di sisinya. Sudah hampir lima tahun, Rendra memendam sakit hati karena Gisella. Sampai Arumi hadir dan memberi warna baru di dalam hidup Rendra.
Sekarang begitu wanita itu di usir oleh mantan suaminya, Rendra malah memberinya uang dan mengantarnya makan. Entah terbuat dari apa hati anak sulungnya itu. Tuan Arya Hutama benar-benar tak mengerti.
'Melati, hati anak sulung mu ini benar-benar persis seperti kamu. Meski pernah menyakitinya, tetap saja dia masih bisa memaafkan dan berusaha menolongnya kalau dia mampu!' batin tuan Arya Hutama.
"Hanya itu saja, atau Gisella juga membuat keributan dan kesalahpahaman antara kamu dan Arumi di tempat lain?" tanya tuan Arya Hutama lagi.
"Sebenarnya saat aku yakin kalau Arumi akan menjemput Kevin, aku pergi ke sekolah Kevin. Tapi ternyata, Gisella juga kesana. Arumi tampak memanggil Kevin, tapi Sarah menghubungi aku agar jangan turun dari mobil. Takutnya Arumi meledak. Saat aku akan mengikuti mobil Arumi, Gisella malah masuk ke dalam mobilku dan minta pekerjaan!" jelas Rendra panjang lebar.
Dari penjelasan Rendra tersebut, tuan Arya Hutama bisa menangkap sesuatu. Kalau sepertinya Gisella memang sengaja ingin membuat Rendra dan Arumi salah paham dan bertengkar.
Gisella di ceraikan oleh suaminya dan di usir. Mungkin karena tidak punya sandaran hidup atau pohon uang lagi, dia kembali ke dekat Rendra. Berusaha menarik simpati Rendra dengan air matanya. Itulah yang di pikirkan oleh tuan Arya Hutama. Dan pastinya, tuan Arya Hutama tidak.akan pernah membiarkan rencana Gisella itu berhasil.
Dan yang harus tuan Arya Hutama lakukan adalah meluruskan kesalahpahaman antara Rendra dengan Arumi. Sebab kalau mereka tinggal terpisah, akan semakin mudah bagi seseorang yang ingin rumah tangga mereka tidak aman untuk melaksanakan rencana jahatnya. Tapi kalau mereka tetap bersatu, mau ada orang selicik apapun, mereka pasti bisa menghadapinya berdua. Itu adalah pengalaman hidup dan berumah tangga Tuan Arya Hutama.
Rendra kembali mengangguk paham. Dia sangat lega karena ayahnya mau membantunya. Dia sebenarnya juga merasa ada yang aneh dengan Gisella, tapi rasa simpati karena dia memang adalah wanita yang telah melahirkan Kevin untuk Rendra membuat Rendra menjadi tidak tegas pada wanita yang seharusnya memang tak dia biarkan mengganggu kehidupannya dan Kevin itu lagi.
Mulai sekarang, Rendra benar-benar akan membuat benteng yang tinggi dan kokoh untuk rumah tangganya. Agar itu Gisella atau siapapun yang berniat untuk masuk dan mengganggu rumah tangga Rendra dan Arumi. Tidak akan bisa melakukannya.
Setelah makan malam, Rendra dan tuan Arya Hutama langsung bergegas ke apartemen Sarah dan Tristan. Sementara itu di apartemen, Kevin sedang membujuk Arumi untuk makan lagi, karena Arumi sudah meninggalkan meja makan, padahal dia baru makan sedikit. Kevin bahkan belum menghabiskan makanannya dan membawa piring Arumi ke balkon.
Saat Tristan akan bertanya pada Kevin, Sarah minta agar Tristan membiarkan Kevin melakukan itu.
"Sayang, piring itu berat!" kata Tristan.
"Justru karena itu mas, Arumi tidak akan tega membiarkan Kevin lama-lama memegang piring itu. Dia pasti akan segera makan makanan yang akan di suapkan Kevin untuknya!" kata Sarah sangat bangga pada apa yang akan di lakukan keponakannya itu untuk membujuk Arumi agar mau makan lagi.
__ADS_1
"Bunda!" panggil Kevin sambil membawa piring Arumi ke balkon.
Wajah Kevin benar-benar sangat menggemaskan, cara Kevin membawa piring makanan Arumi sangat hati-hati sampai agak miring-miring. Persis dengan ekspresi V ketika membawakan piring berisi makanan manis untuk sarapan Daddy namjoon di salah satu episode acara televisi paling terkenal di Korea Selatan itu.
Di panggil bunda, Arumi langsung tersenyum. Dan melihat Kevin membawa piring makanannya tadi, Arumi sedikit terkejut lalu meraih piring itu dari Kevin.
"Sayang, apa yang kamu lakukan? ini piringnya berat sayang!" kata Arumi yang khawatir kalau piring itu terjatuh dan mengenai kaki Kevin.
"Aku mau suapi bunda, bunda makan sedikit sekali. Aku saja tidak kenyang kalau makan hanya dua sendok begitu!" kata Kevin dengan wajah polosnya.
Arumi benar-benar terharu. Entahlah, tapi Arumi pikir semua perkataan orang itu benar. Tentang pepatah yang mengatakan selalu akan ada hikmah dalam setiap kejadian. Selalu ada yang membuat tersenyum di sela tangisan. Selalu ada pelangi setelah hujan.
Saat dirinya sedih, berita kehamilannya membuatnya punya semangat lebih. Juga ada Kevin yang selalu membuatnya terharu.
"Kamu pasti juga belum menghabiskan makanan mu kan. Biar bunda yang suapi Kevin ya?" tanya Arumi dan Kevin mengangguk cepat.
Akhirnya mereka malah makan berdua. Makanan yang ada di piring Arumi itu, di habiskan oleh Arumi dan Kevin.
Setelah makan malam, mereka semua berkumpul di ruang tengah. Termasuk dengan Arumi dan Kevin yang tiduran di pangkuan Arumi.
Saat mereka sedang berkumpul, tiba-tiba saja bel apartemen Tristan berbunyi.
Baru juga Tika akan membukakan pintu, Arumi lantas berkata.
"Kalau itu mas Rendra, usir saja!" kata Arumi yang membuat semua yang ada di ruangan itu saling pandang.
***
__ADS_1
Bersambung...