Tega

Tega
Bab 29


__ADS_3

Semua orang menatap ke arah Tristan yang tampak mencolok karena sangat tampan dengan setelan jas berwarna perpaduan antara putih dengan hitam. Membuat dirinya terlihat makin tampan dan standing di tempat itu.


Apalagi ketika dia berteriak seperti itu pada Sarah. Orang-orang lantas langsung memperhatikan ke arah Sarah dan Tristan dan berbisik-bisik tentang apa yang ada di pikiran mereka.


"Gak di undang? gak mungkin bisa masuk kan?" kata seorang wanita yang berpakaian sangat sopan kepada salah satu temannya yang sedang memegang sebuah gelas minuman.


Temannya itu mengangguk setuju, karena untuk masuk ke dalam kediaman ini pemeriksaannya bahkan sampai dua kali. Juga harus menyertakan undangan yang di berikan.


"Ya ampun, tuh perempuan gak tahu malu banget sih. Sampai segitunya pengen dateng ke pesta orang kaya ya!" cicit wanita yang berpakaian bling-bling yang sejak awal datang ke acara itu selalu bertanya pada pelayan tentang keberadaan Tristan.


Ucapan perempuan itu juga di angguki oleh teman yang datang bersamanya. Yang datang dengan pakaian kurang bahan dan make up yang sangat menor.


Sarah hanya menghela nafas dan memegang kepalanya.


'Ya ampun, nih orang gak bisa nanya baik-baik apa ya? kalau aku bilang yang undang aku ayahnya sendiri bakal malu dia!' batin Sarah.


Daripada mempermalukan Tristan dan membuat pria itu malu sendiri nantinya. Sarah memilih diam, dia hanya mendengarkan semua cacian dan makian Tristan padanya. Semua hinaan, cibiran dan segala kemarahan Tristan.


'Bagus sekali wanita ini ada di depanku, aku sedang sangat emosi karena Shanum tidak datang dan ayah akan menjodohkan aku dengan wanita yang tidak aku kenal!' keluh Tristan dalam hatinya.


"Masih tidak mau keluar? kamu punya malu tidak sih?" tanya Tristan meluapkan emosinya.


Mendengar suara ribut-ribut dan tak melihat Sarah di belakangnya. Rendra lalu berbalik dan bergegas menuju ke pusat keramaian setelah mempertemukan bunda Tiara dengan sang ayah.


Sedangkan Tristan yang makin kesal karena Sarah benar-benar hanya diam tanpa melihat Tristan sama sekali dan tanpa menjawab Tristan, tapi tak jua beranjak dari tempat itu membuat Tristan makin naik darah.

__ADS_1


"Dasar tidak tahu malu...!" Tristan yang kesal Manarik tangan Sarah dengan kasar.


"Aku akan mengeluarkan mu dari pestaku!" seru Tristan yang terus berusaha menarik Sarah untuk keluar.


Dan Sarah pun hanya bisa pasrah mengikuti langkah Tristan. Semua orang terlihat tercengang melihat apa yang dilakukan Tristan. Kini mereka bisa melihat dengan mata kepala mereka sendiri kalau tuan muda kedua Hutama memang seperti yang dikatakan oleh orang-orang. Pria yang tampan tapi tak memiliki perasaan, sangat arogan dan keras kepala.


Tapi baru beberapa langkah, Tristan merasa kalau Sarah malah berhenti. Dengan kesal Tristan menoleh ke arah belakang, dia melotot dan sudah siap menatap tajam mata Sarah. Namun ketika dia berbalik, malah lebih dulu Rendra melotot tajam padanya.


Tristan melihat ke arah tangan Rendra yang memegang tangan satunya lagi milik Sarah. Jadi posisinya itu kurang lebih begini.


Tristan memegang tangan Sarah sebelah kanan, sedangkan Rendra memegang tangan Sarah sebelah kiri.


"Kakak, apa yang kamu lakukan?" tanya Tristan dengan menahan marahnya.


"Seharusnya aku yang bertanya pertanyaan itu padamu, apa yang kamu akan lakukan pada calon istrimu?" tanya Rendra dengan tatapan mata tegas.


Sarah hanya menundukkan kepalanya, karena dia juga sangat malas memandang wajah Tristan.


Sementara semua orang juga tak bisa menyembunyikan keterkejutan mereka mendengar apa yang Rendra katakan. Itu seperti sebuah pengumuman dan sangat sangat membuat semua orang terkejut.


Tristan langsung menggelengkan kepalanya dengan cepat berkali-kali.


"Tidak mungkin, tidak mungkin wanita ini kan?" tanya Tristan mencoba untuk menampik kenyataan yang ada di depan wajahnya.


Rendra baru akan membuka suaranya, namun Arya Hutama lebih dulu berkata.

__ADS_1


"Benar Tristan, dia Sarah. Sarah Ranisa. Dia adalah calon istrimu!" kata Arya Hutama yang langsung membuat Tristan mematung tak percaya.


"Mohon maaf semuanya, karena sudah seperti ini. Maka aku akan umumkan sekarang saja pada kalian, malam ini di rumah ini, selain akan di rayakan pesta ulang tahun Tristan Maulana Hutama yang ke dua puluh sembilan, juga akan di langsungkan pertunangan antara Tristan Maulana Hutama dengan Sarah Ranisa!" terang Arya Hutama.


Beberapa orang yang memang datang dengan niat baik langsung bertepuk tangan dengan gemuruh. Namun beberapa wanita yang datang dengan niat menebar pesona pada tuan muda kedua Hutama itu hanya bisa menelan salivanya mereka dengan susah payah. Bertepuk tangan pun mereka seolah hanya demi terlihat mereka baik-baik saja. Hanya sekedar saja.


Tristan yang masih tidak percaya dengan apa yang diputuskan sang ayah yang tak mungkin dia tolak juga masih berdiri mematung di tempatnya. Namun Arya Hutama yang ingin Tristan tidak membuat masalah ataupun berubah pikiran langsung mendekatkan Sarah dengan Tristan.


"Silahkan kalian saling pasangkan cincin pertunangan kalian!" seru Arya Hutama.


Rendra meraih tangan adiknya dan memberikan cincin yang sudah di siapkan oleh sang ayah. Dengan berat hati Tristan pun memasangkan cincin berlian itu pada jari manis sebelah kiri Sarah. Sedangkan Sarah yang memang sudah pasrah akan takdirnya juga memasangkan cincin di jari manis Tristan setelah cincin itu di berikan Rendra padanya.


Sekali lagi tepuk tangan gemuruh menyertai acara tersebut. Bunda Tiara lantas memeluk Sarah. Sedangkan Arya Hutama dan Rendra memeluk dan memberi selamat pada Tristan.


Tapi setelah ayahnya bergeser karena harus menyalami beberapa orang yang mengucapkan selamat padanya. Tatapan mata Tristan yang sangat tajam dia arahkan kembali pada Sarah.


"Jadi ini rencana mu? kamu memang mentargetkan aku kan?" tanya Tristan seolah Sarah adalah seorang perencana ulung yang sengaja melakukan segala cara agar bisa masuk keluarga Hutama.


Sarah yang sudah jengah dengan sikap Tristan pun memilih untuk tidak menghiraukan pertanyaannya itu dan memilih mendekat ke arah bunda Tiara.


Melihat Sarah yang seolah terus mengacuhkan dirinya membuat Tristan makin kesal saja.


'Awas saja kamu perempuan aneh dan licik. Bisa-bisanya kamu membuat ayahku dan kakakku terjebak. Tapi kita lihat siapa yang akan masuk jebakan siapa? dasar licik!' batin Tristan emosi.


Tristan benar-benar mengira Sarah telah menjebak ayah dan kakaknya hingga dia bisa masuk ke dalam keluarga Hutama. Sementara Sarah yang bisa menebak apa yang dipikirkan Tristan pun hanya menggelengkan kepalanya perlahan.

__ADS_1


***


Bersambung...


__ADS_2