
Richard dan Tristan pun pergi ke restoran sushi yang biasanya tutup jam sembilan malam itu.
Tristan sudah meminta Richard untuk reservasi sebuah kitchen outdoor di restoran tersebut.
Itu adalah restoran yang sama dengan restoran dimana Leni bekerja. Tapi sekarang dia sudah tidak bekerja di sana lagi. Karena kabarnya dia sekarang sudah membuka sebuah butik bersama Shanum. Shanum juga sudah sembuh, perlahan namun pasti dia sudah bisa kembali bangkit. Berkat Leni yang tak pernah menyerah mendukung dan selalu berada di sisinya.
Richard mulai merekam apa yang akan Tristan lakukan.
"Bos, potong salmonnya!" kata Richard.
"Bagaimana caranya? kalau untuk di goreng sendiri aku bisa, kalau untuk sushi mana aku tahu caranya!" keluh Tristan.
"Yah, kalau sewa chef nambah lagi biayanya buat ngajarin bos!"
Plakkk
Akhirnya Tristan melemparkan sebuah selada yang lebar dan besar ke arah Richard.
"Kamu pikir yang bayar siapa? aku juga kan? cepat panggil chefnya!" kata Tristan yang tak ingin membuat istrinya lama menunggu untuk makan malam.
"Ya sudah, pegang ini kameranya dulu!" kata Richard yang memberikan ponselnya pada Tristan.
"Heh..!" kesal Tristan karena di suruh pegang ponsel Richard. Tapi saat dia mau marah, Richard malah sudah berlari untuk mencari manager dan memanggil chef untuk mengajarinya memotong slice ikan salmon yang tipis untuk di buat sushi.
Setelah menunggu beberapa saat batu Richard kembali dengan seorang chef.
"Nah chef, tolong ajari tuan ini. Tapi selanjutnya biar dia yang melakukannya. Maklum chef permintaan istri yang sedang ngidam!" kata Richard.
Chef yang tampan dan muda itu lantas tersenyum mendengar apa yang dikatakan Richard.
"Benarkah? anda sungguh beruntung tuan. Selamat karena akan segera menjadi seorang ayah!" kata chef itu memberi selamat pada Tristan.
Setelah percakapan singkat itu, chef tampan dan muda yang bernama Gilbert itu langsung memperagakan beberapa cara memotong salmon yang benar. Lalu membantu Tristan membuat kimbab dan sushi lainnya. Richard juga sudah merekam semua nya dengan baik.
Begitu selesai Tristan minta Richard membungkus semuanya untuk di bawa pulang ke apartemennya.
Tristan sudah sangat senang, setelah meminta Richard mengirimkan videonya ke Sarah, Tristan dia tidak kembali lagi ke kantor dan hanya memerintahkan Richard yang kembali ke kantor karena dia ingin makan malam dengan Sarah.
__ADS_1
Tristan memacu mobilnya dengan kecepatan sedang. Dia melihta tumpukan kotak makanan di kursi belakang mobilnya. Dia tak sabar memperlihatkan pada Sarah, hasil kerjanya itu.
Hingga beberapa lama kemudian, sampailah dia di basemen apartemennya. Tristan bahkan sudah terburu-buru untuk keluar dari dalam mobil dan langsung mengambil kotak makanan di tempat duduk bagian belakang mobilnya.
"Sarah dan my baby boy. Daddy's coming!"
Brakkkkk
Namun baru Tristan mengeluarkan semua kotak makanan itu dan berbalik. Sebuah sepeda yang di kendarai seseorang berpakaian hitam dengan wajah tertutup masker dan kaca mata hitam menabraknya.
Semua kotak makanan yang di pegang Tristan terjatuh.
"Hei... sialll!" pekik Tristan kesal.
Tapi sekeras apapun dia memanggil pesepeda itu, pesepeda itu malah melaju dengan sangat cepat meninggalkan Tristan.
Tristan melihat semua jerih payahnya terjatuh ke lantai basemen. Meski ada kotak yang belum terbuka, Tristan juga tidak mungkin mengambil kotak yang sudah jatuh ke lantai basemen itu.
Tristan tidak mungkin memberikan makanan yang sudah jatuh ke lantai tempat yang kotor itu, bekas ban yang tidak tahu kemana saja mereka berjalan. Tristan tidak mungkin mengambilnya untuk di berikan pada Sarah. Selain tidak higienis, hal itu sangat tidak baik. Tidak sopan, tidak bersih dan tidak akan mungkin Tristan lakukan.
Tristan hanya mendengus kesal dan mengusap rambutnya kasar. Dia meninggalkan semua makanan itu dan meminta petugas apartemen membersihkannya.
Sementara itu pesepeda tadi terlihat mengendarai sepedanya memutar lagi ke arah sebelumnya dia datang ketika melihat Tristan sudah masuk ke dalam lift.
Pesepeda itu menghampiri seorang pria berkacamata hitam yang baru turun dari dalam mobilnya.
"Kerja bagus!" kata pria itu yang ternyata adalah Brian Kim.
Brian Kim alias Jerry Alando menyerahkan segepok uang pada pesepeda itu. Setelah menerima uang dari Brian Kim. Pesepeda itu lantas pergi meninggalkan Brian Kim.
Ternyata Brian Kim alias Jerry Alando mendapatkan laporan dari seseorang yang memang dia perintahkan untuk mengikuti Tristan, kalau Tristan sedang berada di restoran sushi untuk membuatkan sushi untuk Sarah.
Mendengar hal itu, Brian langsung on the way ke apartemen. Menunggu kedatangan Tristan, dan menyuruh anak buahnya mencari pesepeda yang mau di beri uang asalkan dia bisa menabrak Tristan, lebih tepatnya membuat makanan yang di bawa Tristan terjatuh. Dan rencana Brian Kim berhasil, dia terlihat tersenyum puas.
Sementara itu Tristan masuk ke dalam apartemennya dengan wajah yang tidak senang.
"Sudah pulang nak?" tanya Widya yang kebetulan ada di ruang tengah.
__ADS_1
"Sudah Bu, Sarah mana Bu?" tanya Tristan.
"Sarah ada di kamarnya, baru saja selesai minum su5u hamilnya!" jawab Widya menjelaskan.
"Kalau begitu aku ke kamar dulu ya Bu!"
"Sudah makan malam belum, mau ibu siapkan?" tanya Widya.
"Tidak Bu, terimakasih!" kata Tristan sedih.
Tristan lalu ke dalam kamar, dia menutup pintu dan langsung menghampiri Sarah yang sedang melihat ponselnya sambil bersandar di sandaran tempat tidur.
"Sudah pulang mas? kenapa wajahmu?" tanya Sarah yang langsung meletakkan ponselnya di atas nakas dan melihat wajah Tristan yang sedang sedih.
Tristan langsung naik ke atas tempat tidur dan memeluk perut Sarah, serta meletakkan kepalanya di pangkuan Sarah.
"Sayang, maaf ya. Aku tadi sudah pulang dengan membawa makanan yang aku buat untukmu dan calon anak kita. Tapi ada sedikit accident. Semua kotak sushi nya jatuh. Di tabrak oleh pengendara sepeda yang ceroboh!" kata Tristan dengan suara pelan.
Sarah lantas tersenyum mendengar apa yang dikatakan Tristan. Sarah bahkan mengecup kening Tristan dengan sangat mesra.
"Jadi karena itu, suami ku ini tampak sangat sedih?" tanah Sarah.
"Kamu kan jadi tidak bisa makan sushi nya sayang, anak kita ngidamnya juga gak keturutan!" kata Tristan lagi.
Tapi dengan tersenyum, Sarah lantas mencium pipi suaminya yang terlihat sedih itu.
Cup
Tristan tertegun, karena dia malah sudah dua kali mendapatkan ciuman dari Sarah. Padahal Sarah tidak bisa makan makanan yang dia inginkan.
"Tidak apa-apa mas, aku sudah lihat videonya. Aku putar berkali-kali. Dan aku juga anak kita sangat bahagia melihat kamu sudah berusaha memenuhi keinginan kami!" kata Sarah membuat Tristan merasa tenang dan lega.
"Benarkah?" tanya Tristan dan Sarah pun langsung mengangguk dengan cepat juga tersenyum pada Tristan.
"Kalau begitu, nanti malam aku dapat jatah dong!" kata Tristan bersemangat.
***
__ADS_1
Bersambung...