
Tristan segera menurunkan kedua tangannya dan menarik dirinya menjauh dari Sarah dan bunda Tiara. Tristan mendekat ke arah Richard dan terlihat sedikit canggung.
Mungkin tidak ada yang memperhatikan sikap Tristan tadi, karena memang semua orang sedang fokus pada Sarah dan Rendra yang turun dari kapal yang sekarang bahkan sudah berlayar lagi itu.
Tapi Richard yang sejak tadi ingin tahu reaksi Tristan saat bertemu lagi dengan Sarah setelah sikap cemas yang sangat terlihat di depan Richard itu tadi bahkan sempat menahan tawanya ketika Sarah melewati Tristan yang sudah merentangkan kedua tangannya begitu saja.
"Sarah, syukurlah kamu selamat nak. Bunda cemas! Mereka tidak menyakitimu kan nak? mereka tidak berbuat yang tidak-tidak padamu kan nak?" tanya bunda Tiara yang sangat mencemaskan Sarah.
Sarah langsung menggelengkan kepalanya dengan cepat.
"Tidak bunda!" ucap Sarah pelan sambil memeluk bunda Tiara lagi.
Tuan Arya Hutama yang bisa dengan jelas melihat wajah ketakutan Sarah lantas mengajak menantunya itu untuk segera kembali ke rumah.
Tristan, Sarah, bunda Tiara dan Tuan Arya Hutama berada dalam satu mobil. Sedangkan Richard dengan mobilnya bersama Rendra dan Arumi.
"Hei wanita algojo, kenapa tidak mengajari nona Sarah ilmu bela diri. Percuma dong punya temen binaragawati seperti kamu!" sindir Richard sambil mengemudi.
Arumi sudah kesal bukan main. Kalau saja di sampingnya tidak ada Rendra. Sudah pasti Arumi akan menjambak rambut pria melambai yang duduk persis di bangku di hadapannya itu.
"Sarah terlalu sibuk untuk mempelajarinya, kamu kan tahu dia bangun pagi-pagi sekali untuk mengurus semua adik-adik pantinya, siangnya bekerja, sorenya masih membantu para bibi menyiapkan makan malam, tidur pun setelah memastikan semua perlengkapan dan peralatan sekolah semua adik pantinya siap!" jelas Arumi panjang lebar.
Mendengar apa yang di katakan oleh Arumi. Rendra jadi tercengang memandang ke arah Arumi.
Dalam pikiran Rendra, Sarah terdengar sangat luar biasa. Dia juga pernah dengar dari sangat ayah kalau sudah ada beberapa orang kaya di kota yang ingin mengadopsi Sarah karena dia memang sangat baik, pintar, dan rajin. Tapi Sarah menolak karena tidak ingin meninggalkan panti asuhan dan juga bunda Tiara yang sudah merawatnya sejak dia berusia dua tahun, ketika di temukan di depan pintu panti asuhan.
'Sarah, ternyata dia memang benar-benar luar biasa!' kata Rendra dalam hatinya.
"Heh, seharusnya kamu tanya pada bos mu itu. Kenapa dia bisa lalai sampai Sarah di cu...!"
Arumi langsung menjeda kalimatnya, dia awalnya memang ingin melupakan kekesalannya pada Tristan yang menurut Arumi sangat tidak becus menjaga Sarah. Tapi Arumi lupa, kalau di sebelahnya itu, yang duduk di sampingnya itu adalah kakak kandung Tristan. Yang sudah pasti tidak terima kalau sang adik di jelek-jelekan oleh Arumi.
Tapi mendengar Arumi mengomel, dan pada akhirnya menjeda kalimatnya lalu menoleh canggung ke arah Rendra, Rendra malah tersenyum.
__ADS_1
"Tidak apa-apa. Lanjutkan saja, kamu memang benar. Sebagai seorang suami seharusnya Tristan menjaga Sarah!" kata Rendra yang membuat Arumi cuma bisa nyengir salah tingkah.
Sementara itu di mobil lain, Sarah masih terus di rangkul oleh bunda Tiara. Seolah bunda Tiara tak mau sampai Sarah lepas dari pegangan tangannya. Tanpa bunda Tiara sadari, kalau di sampingnya Tristan juga sangat mencemaskan Sarah dan ingin sekali bicara dengan Sarah.
Tapi karena gengsi dan rasa bersalahnya, Tristan memilih hanya diam sambil sesekali melirik wajah Sarah yang terus melihat ke luar jendela dari kaca spion.
Begitu tiba di kediaman Hutama, tuan Arya Hutama meminta agar mereka untuk sementara tinggal di kediaman Hutama. Hal itu sebenarnya lebih untuk meyakinkan bunda Tiara kalau Sarah akan baik-baik saja.
Tristan pun tak bisa membantah atau menolak. Karena dia juga tidak ingin membuat kegaduhan saat ini.
Sampai malam, bunda Tiara masih terus bersama dengan Sarah. Sampai setelah makan malam, akhirnya bunda Tiara dan Arumi pun meninggalkan kediaman Arya Hutama.
Saat Sarah dan Tristan akan menuju ke kamar mereka. Tuan Arya Hutama memanggil Sarah.
"Sarah!"
Sarah langsung berbalik dan menghampiri ayah mertuanya itu. Setelah Sarah berada di depan Arya Hutama. Pria itu lantas menepuk bahu Sarah dengan pelan.
Arya Hutama tahu pasti kalau Sarah pasti akan ketakutan dan akan membekas pula kesan kalau dia tidak di lindungi dengan baik meski ayah mertuanya punya banyak pengawal dan punya banyak uang. Arya Hutama tahu kalau rasa tidak aman itu pasti ada di hati Sarah.
Sarah lantas tersenyum.
"Aku tidak apa-apa ayah, aku tahu ayah pasti akan menyelamatkan aku!" ucap Sarah yang membuat Arya Hutama menjadi sangat terharu.
Tuan Arya Hutama lantas menatap lekat Sarah, tatapan penuh kasih sayang dan bangga seperti seorang ayah pada putrinya. Arya Hutama terharu, karena Sarah begitu yakin padanya.
Tuan Arya Hutama mengusap kepala Sarah beberapa kali.
"Beristirahatlah, kamu pasti lelah kan?" tanya tuan Arya Hutama dan langsung di balas anggukan oleh Sarah.
Tuan Arya Hutama lalu meninggalkan Sarah dan Tristan. Sarah berbalik dan menghampiri Tristan. Tapi Sarah masih ingat tentang permintaan Tristan untuk tidak bicara padanya jika sudah tidak ada orang.
Maka setelah Sarah menghampiri Tristan, dia juga tidak menyapa Tristan. Malah langsung melewatinya begitu saja dan masuk ke dalam kamar.
__ADS_1
Tristan sudah membuka mulutnya untuk bertanya, Sarah kenapa? tapi pada akhirnya dia juga ingat. Kalau dia yang mengatakan pada Sarah untuk tidak bicara padanya. Dan pada akhirnya Tristan hanya bisa menghela nafas saja.
Tapi saat Tristan ingin masuk ke dalam kamar, Tristan memikirkan sebuah ide.
Dia tidak jadi masuk ke dalam kamar, dan langsung menuju ke kamar Kevin.
Saat Tristan di depan pintu kamar Kevin, Rendra baru keluar dari sana.
"Kakak, apa Kevin sudah tidur?" tanya Tristan.
Rendra pun menggelengkan kepalanya.
"Belum, begitu dia mendengar Sarah datang...!"
Belum juga Rendra selesai dengan apa yang mau dikatakan. Kalau Kevin tidak mau tidur sebelum bertemu Sarah karena dia dengar Sarah datang. Tristan langsung melewati kakaknya dan membuka pintu kamar Kevin.
Rendra juga ikut masuk ke dalam kamar anaknya ketika Tristan masuk ke dalam kamar Kevin.
"Hei jagoan...!"
"Uncle...!"
Tristan langsung menggendong Kevin. Rendra cukup penasaran dengan apa yang ingin Tristan lakukan.
"Mau tidur dengan uncle dan Tante Sarah?" tanya Tristan.
Rendra sedikit terkejut, masalahnya Tristan tidak pernah mau tidur dengan Kevin karena Kevin tidurnya suka muter-muter posisinya.
"Yey... uncle terbaik!" puji Kevin yang begitu senang di ajak Tristan tidur dengan Sarah dan juga Tristan.
***
Bersambung...
__ADS_1