Tega

Tega
Bab 261


__ADS_3

Seluruh anggota keluarga Kusuma Wijaya datang ke rumah sakit setelah mendapatkan pemberitahuan dari kantor polisi. Sudah 12 jam sejak Jerry Alando di bawa ke rumah sakit karena pingsan dan babak belur di penjara. Jerry Alando bahan belum sadarkan diri sampai sekarang.


Sebagai seorang tahanan, keluarganya juga tidak boleh bicara dengannya tanpa ijin dari petugas. Di rumah sakit, mereka benar-benar hanya melihat Jerry Alando dari jendela kaca yang ada di ruang isolasi Alan.


Anika yang melihat keadaan putranya seperti itu menangis begitu sedih. Seperti itulah hati seorang ibu, meski anaknya sudah menyakitinya sebegitu parah, membuatnya terusir dari rumah, membuatnya kehilangan semua harta bendanya bahkan membuatnya harus menghadapi kehidupan di masa tua yang begitu menyedihkan.


Namun kasih sayang Anika kepada Jerry Alando tidak berkurang sama sekali, bahkan saat melihat putranya itu dalam keadaan tak berdaya di atas tempat tidur pasien dengan banyak luka memar di wajah dan seluruh tubuhnya, membuat Anika tanpa sadar mengalirkan air mata di pipinya.


Semakin lama semakin melihat putranya tak berdaya seperti itu hati Anika merasa sangat sakit dia bahkan terisak ketika tangannya menyentuh aja sejajar dengan posisi wajah Jerry Alando berada.


Steven yang tadinya juga begitu kesal kepada anak bungsunya tersebut saat ini juga sudah melupakan semua kebencian dan amarahnya kepada putra bungsunya tersebut. Steven menyentuh bahu istrinya mengusapnya perlahan memberikan kekuatan kepada istrinya tersebut agar dia bisa melewati ini.


Apalagi tadi dokter mengatakan kalau harapan hidup untuk Jerry Alando hanya tinggal 30% lagi hal tersebut karena organ dalam Jerry Alando terkena pukulan sangat kencang, sehingga pembuluh darah di beberapa tempat yang sangat penting mengalami pecah.


Belum lagi babak belur yang ada di wajahnya yang merupakan hasil dari operasi plastik menyebabkan infeksi yang tidak main-main, semua itu karena tahanan yang kesal kepadanya memukul wajahnya tanpa ampun.


Maka dari itu Steven berusaha untuk melupakan semua rasa kesal marah dan bencinya kepada putra bungsunya tersebut. Pada akhirnya kedua orang tua jadi Alando telah memaafkan perbuatan anaknya yang sudah membuat mereka pernah hidup susah, hidup menderita, dan harus sengsara di masa tua mereka itu.


Apalagi ketika pengacara mereka mengatakan bahwa seluruh aset bisa kembali kepada Steven dan Anika. Keduanya meminta kepada polisi untuk merawat anak mereka dengan baik, memilih rumah sakit dan dokter yang terbaik, karena mereka yang akan menanggung semua biayanya.

__ADS_1


Mereka juga berjanji jika Jerry Alando sudah sembuh kelak, maka mereka akan mengembalikannya ke pihak yang berwajib untuk menjalani konsekuensi dari perbuatan anak mereka tersebut.


Tapi sayangnya Jerry Alando sudah ditetapkan menjadi tersangka atas banyak kasus. Dan itu membuat Jerry Alando tidak bisa pergi ke luar negeri untuk berobat dia hanya boleh ditangani oleh dokter yang berada di dalam negeri atau bisa dipanggilkan dokter dari luar negeri kemudian memeriksanya dan menanganinya di dalam negeri.


Tapi sayang, satu bulan perawatan di rumah sakit. Nyawa Jerry Alando tidak bisa di selamatkan. Satu bulan penuh merasakan sakit di seluruh tubuhnya. Akhirnya Jerry Alando pergi dengan maaf dari orang-orang yang pernah dia sakiti termasuk Sarah dan Tristan.


Saat ini Sarah dan Tristan juga sedang berada di pemakaman Jerry Alando. Isak tangis keluarga, Anika dan Steven membuat orang-orang yang hadir di pemakaman tersebut menjadi sangat haru dan ikut merasakan kesedihan dari kedua orang tua yang ditinggal anaknya tersebut.


Anika yang mengetahui apa saja yang dilakukan oleh mendiang anak bungsunya itu pada Sarah dan Tristan. Lantas menghampiri pasangan suami istri tersebut sambil mengusap air mata di wajahnya menggunakan sapu tangan yang sejak tadi dia pegang.


"Nak Sarah, nak Tristan. Ibu sudah mendengar semua dari pihak kepolisian juga dari Tika. Apa saja yang sudah mendiang anak ibu lakukan kepada kalian. Atas nama Jerry, ibu minta maaf kepada kalian berdua hiks.. hiks... karena perbuatan yang telah menyebabkan kalian mengalami banyak kesulitan dan masalah. Tapi sebelum Jerry menghembuskan nafas terakhir, dia mengatakan kalau dia benar-benar telah menyesal, dia menyesal pernah mengkhianati kamu Sarah. Dia bilang pada ibu, supaya kamu jangan pernah membencinya. Karena sebenarnya dia sangat mencintai kamu Sarah hiks... hiks..!"


Sarah bahkan sudah berderai air mata mendengar apa yang Anika katakan. Tristan yang ada di samping Sarah lantas menggenggam erat tangan istrinya itu.


Keduanya lantas duduk di tepi makam Jerry Alando yang sudah di penuhi dengan taburan bunga dari pihak keluarga.


"Jerry Alando, aku sudah memaafkan mu. Semoga kamu tenang di sana!" kata Tristan singkat.


"Mas Alan, kamu pergilah dengan tenang. Aku juga sudah memaafkan semuanya, aku sudah memaafkan mu mas. Pergilah dengan tenang!" Sarah menangis terisak.

__ADS_1


Bagaimana pun, Sarah juga sudah mengenal seorang Jerry Alando itu selama hampir 5 tahun. Dan itu bukanlah waktu yang singkat. Banyak suka dan duka yang mereka jalani bersama, banyak tawa dan tangis yang mereka lalui berdua. Meski Jerry Alando pernah menyakiti Sarah, tapi pria itu juga pernah mencintainya.


Setelah selesai, Sarah dan Tristan pamit pada Anika dan Steven. Sayangnya Sarah tak bertemu dengan Inka dan Raes. Yang kabarnya dua orang itu masih tidak bisa memaafkan apa yang dilakukan Jerry Alando pada mereka.


Setelah kembali ke apartemen, Widya lansung segera minta Sarah untuk membersihkan dirinya, bahkan sampai mandi dan mencuci rambut.


Setelah itu, Widya membuatkan jus untuk Sarah.


"Sayang, kan ibu sudah bilang. Wanita hamil itu tidak usah datang ke pemakaman. Gak baik nak!" kata Widya yang sebenarnya masih tidak rela Sarah dan Tristan datang ke pemakaman Jerry Alando.


"Tapi Tante Anika minta tolong sekali tadi Bu, dia bilang itu permintaan terakhir mas Alan. Aku juga sudah bertanya pada dokter Magdalena, dan katanya tidak apa-apa!" jawab Sarah sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk kecil.


"Ck... kok gitu sih! padahal dulu jaman ibu hamil, ibu mertua ibu tuh wanti-wanti gak bolehin ibu ke tempat-tempat duka begitu. Jaman sekarang, memang aneh!" kata Widya.


Sarah hanya tersenyum, dia juga sudah berdoa dan konsultasi dengan dokter tadi. Dia hanya tidak ingin ada beban di hatinya karena tidak melaksanakan wasiat terakhir dari Jerry Alando yang ingin dia hadir di pemakaman Jerry Alando. Setelah datang kesana dan mengantarkan Jerry Alando ke peristirahatan terakhirnya, Sarah sudah merasa sangat lega. Sekarang dalam kehidupan mereka sudah tidak ada Jerry Alando lagi. Sarah harap keluarganya akan aman-aman saja mulai saat ini dan seterusnya.


***


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2