
Setelah Ester kembali dan menunjukkan beberapa design rancangan nya pada Tristan. Akhirnya pria tampan tapi arogan itu memilih satu design pakaian yang dia suka. Sarah juga tampak mengangguk ketika Rendra bertanya tentang pendapatnya.
Rendra sebenarnya sudah bisa menebak hal itu, namun dia begitu menghormati pendapat Sarah. Karena sejak awal Rendra memang sudah respect terhadap Sarah. Apalagi semenjak tahu kalau Sarah adalah wanita yang telah menyelamatkan Kevin anaknya yang nyaris tenggelam.
Ester juga terlihat menghela nafasnya lega. Karena pada akhirnya model pakaian pengantin prianya sudah di tentukan. Ester langsung meraih contoh gambar yang di pilih oleh Tristan.
Sambil menuliskan sesuatu di sana, Ester kemudian tersenyum dan berkata.
"Baiklah, satu minggu lagi tuan dan nyonya bisa datang kembali untuk fitting lagi. Terimakasih banyak telah memberikan kepercayaan kepada butik kami untuk acara sepenting itu di keluarga Hutama, tuan Rendra, juga tuan dan calon nyonya Tristan!" ucap Ester sopan.
Namun Tristan langsung merubah mimik wajahnya yang tadinya datar menjadi kesal dan siap menelan orang seolah-olah. Ketika mendengar Sarah di panggil dengan sebutan calon nyonya Tristan.
"Hei, namanya Sarah. Bukan calon nyonya Tristan!" kesal Tristan yang langsung pergi meninggalkan butik itu lebih dulu.
Langkahnya di susul Richard yang telah di lirik oleh Rendra sebelumnya. Karena setelah dari butik ini mereka juga harus ke toko perhiasan untuk memilih cincin pernikahan dan juga satu set mas k4win untuk Sarah.
Sarah hanya tersenyum canggung ketika Ester menyalami dirinya. Rendra pun berjalan lebih dulu, setelah dia juga sudah terlebih dulu menyalami Ester.
Namun saat Sarah akan melepaskan tangan Ester. Wanita cantik yang sudah memiliki dua anak itu tersenyum pada Sarah sambil berkata pelan pada Sarah.
"Menghadapi pria yang sangat keras seperti itu memang tidak bisa dengan cara yang sama. Seperti batu yang di adu dengan batu, maka hanya akan ada rasa sakit dan pecahan luka. Kamu sangat sabar menghadapi tuan Tristan nona Sarah, tetaplah seperti itu. Karena sebenarnya tuan Tristan itu orang nya baik!" ucap Ester yang sempat membuat Sarah beberapa detik terdiam.
Namun setelah dia di panggil oleh Rendra, dia pun segera menganggukkan kepalanya ke arah Ester. Dan menyusul Rendra.
Sarah berjalan di belakang Rendra, sambil berjalan dia masih memikirkan perkataan yang dikatakan oleh Ester tadi. Katanya sebenarnya Tristan itu orang yang baik.
'Kalau orang yang baik seperti itu, lantas yang tidak baik seperti apa?' tanya Sarah dalam hatinya yang tidak bisa menemukan maksud dari perkataan Ester padanya tadi.
Setelah tiba di tempat parkir VIP, Sarah dan Rendra menghentikan langkahnya karena mereka kembali melihat drama yang luar biasa membuat mereka geleng-geleng kepala.
Richard berdiri di depan mobil Tristan yang dia kemudikan sendiri. Tristan menengok ke luar jendela dan menyuruh Richard untuk menyingkir dari depan mobilnya.
"Minggir Richard, kalau tidak jangan salahkan aku jika asuransi menolak klaim asuransi atas patahnya tangan dan kakimu karena aku tabrak ya!" gertak Tristan yang ingin agar Richard menyingkir dari jalannya.
__ADS_1
Sementara Richard mimik wajahnya sangat sulit untuk di jelaskan. Antara ngeri dan takut juga seperti menahan pedas atau menahan untuk ke belakang. Wajahnya benar-benar bisa membuat siapapun yang melihatnya menjadi mulas perutnya.
Sangat sulit untuk di jabarkan, namun lama-lama melihatnya juga kasihan. Rendra tahu kalau Richard sebenarnya takut berada di posisi seperti itu. Namun dia harus melakukan itu agar Tristan mau mendengarkannya. Dan hal nekat tapi unik seperti itu memang hanya Richard yang bisa melakukannya.
Rendra lantas maju ke depan dan berdiri di dekat jendela mobil bagian pengemudi mobil Tristan.
"Jika kau menabrak Richard, kau bahkan tidak akan menemukan asisten pribadi yang seperti dia di manapun!" seru Rendra yang membuat lubang hidung Richard kembang kempis mendengarnya.
"Tuan Rendra, bos menolak ikut ke toko perhiasan!" adu Richard pada Rendra membuat Tristan melotot tajam pada Richard.
"Benarkah? lalu apa aku harus menghubungi ayah dulu baru kamu mau kesana?" tanya Rendra sedikit menggertak Tristan.
Tristan mendengus kesal namun kemudian dia mematikan mesin mobilnya.
"Dasar tukang ngadu!" kesal Tristan.
Richard langsung memeluk kap mobil Tristan yang mesinnya sudah dimatikan oleh Tristan.
Sambil mendengus lega, Richard berseru.
"Huh, hayati lelah bang...!"
Sontak saja kalimat yang di ucapkan oleh Richard itu membuat Sarah terkekeh dan tak bisa menahan untuk tidak tertawa. Apalagi ekspresi wajah Richard benar-benar berhasil membuat Sarah yang tadinya sempat kesal juga dengan semua tingkah konyol Tristan menjadi terhibur.
Sarah langsung menghampiri Richard dan memukul pelan bahu Richard yang masih bersandar memeluk kap mobil Tristan dengan kedua tangan merentang dan pipi yang benar-benar menempel pada Porche hitam itu.
"Harap bersabar, ini ujian!" kelakar Sarah yang coba untuk menghibur Richard.
Richard sampai bengong mendengar Sarah juga bisa bercanda. Sementara Tristan yang melihat Sarah sok akrab dengan Richard pun kembali membunyikan klakson mobilnya hingga membuat Richard nyaris loncat lalu terhuyung ke belakang.
"Richard! cepat masuk ke dalam mobil!" perintah Tristan yang membuat Sarah langsung menyingkir dari dekat Richard.
Sambil mengelus dadanya Richard yang mendapatkan tatapan tajam dari Tristan langsung bergegas masuk ke dalam mobil yang hanya memiliki dua pintu itu.
__ADS_1
"Aku akan menunggumu di toko itu, kalau terlambat jangan salahkan aku jika sudah pergi saat kamu kembali kak!" seru Tristan sembari berlalu meninggalkan Rendra dan Sarah bahkan tanpa menyapa Sarah.
Meskipun sebenarnya Sarah juga tidak perduli, Tristan mau menyapanya atau tidak. Tapi menurut Rendra, adiknya itu memang keterlaluan.
"Sarah, silahkan!" ucap Rendra yang membuka pintu mobil bagian penumpang miliknya.
Sarah malah jadi tidak enak hati, sampai Rendra membukakan pintu untuknya. Tapi kemudian Sarah pun masuk ke dalam mobil dan mengucapkan terimakasih pada Rendra.
"Terimakasih tuan!"
Rendra pun terlihat tidak senang mendengar Sarah masih memanggilnya tuan.
"Sarah, panggil saja kakak. Jangan panggil tuan, oke!" seru Rendra dan langsung di angguki oleh Sarah.
Rendra lalu menutup pintu mobil dan berjalan agak cepat ke pintu mobil bagian pengemudi. Dia juga tak ingin membuang banyak waktu karena jika Rendra terlambat sampai di toko perhiasan. Maka Tristan tidak bisa menyalahkannya kalau sampai Tristan benar-benar melakukan apa yang dia ucapkan tadi. Yaitu meninggalkan tempat itu sebelum Rendra datang.
Sebelum menginjak pedal gas, Rendra terlebih dahulu berkata pada Sarah.
"Pegangan ya Sarah, aku akan sedikit ngebut!" ujarnya yang di balas anggukan kepala oleh Sarah.
Dan benar saja, Sarah tak menyangka kalau Rendra yang tenang akan bisa mengemudikan mobil dengan kecepatan lebih dari 100 km/jam. Sedikit membuat Sarah terkejut memang.
"Apa kamu takut?" tanya Rendra yang khawatir Sarah kapok satu mobil dengannya lagi.
Sarah menggelengkan kepalanya dengan cepat.
"Tidak kak, aku tahu kak Rendra hanya tidak ingin terlambat sampai di toko itu kan!" sahut Sarah yang dibalas anggukan oleh Rendra.
'Kak Rendra ini benar-benar berbeda dengan manusia planet itu ya! sangat baik, tenang dan bertanggung jawab tapi kenapa istrinya meninggalkan nya ya?' batin Sarah bertanya-tanya.
***
Bersambung...
__ADS_1