Tega

Tega
Bab 32


__ADS_3

Setelah Rendra mengantarkan Sarah pulang ke panti asuhan bunda Tiara. Rendra pun memutuskan untuk pergi ke apartemen Tristan. Rendra yakin adiknya itu tidak akan pulang ke rumahnya dan pasti akan kembali ke apartemennya yang alasannya dia tinggal disana adalah dekat dengan kantor. Padahal Rendra tahu, kalau alasan sebenarnya adalah untuk bisa terus berhubungan dengan Shanum.


Karena sang ayah jelas tak menyukai hubungan Tristan dengan Shanum, dan terus melarang Tristan menghubungi Shanum. Hanya dengan tinggal di apartemen saja, Tristan bisa menghubungi Shanum tanpa harus bertengkar dengan sang ayah.


Mobil Rendra sudah berada di basemen apartemen Tristan. Terlihat jelas di tempat parkir khusus, ada mobil Tristan terparkir di sana. Segera pria tampan yang tingginya lebih lima centimeter dari Tristan itu masuk ke dalam lift dan menuju ke lantai di mana unit apartemen Tristan berada.


Begitu Rendra tiba di depan pintu unit apartemen Tristan. Rendra segera membunyikan bel pintu apartemen tersebut. Cukup lama dia menunggu sampai pintu apartemen itu terbuka.


"Ck... untuk apa kakak malam-malam begini kemari?" tanya Tristan yang jelas sama sekali tidak suka sang kakak mengunjunginya ke apartemennya tengah malam begini.


Tristan tahu betul seperti apa kakaknya itu, jika tidak ada hal penting. Tidak mungkin Rendra akan mengunjungi di tengah malam seperti itu.


Tapi meskipun ekspresi wajah Tristan tidak sedap di pandang mata, dan apa yang dia katakan terdengar ketus pada sang kakak. Namun dia tetap membuka lebar pintu apartemennya untuk Rendra.


Rendra lantas masuk ke dalam apartemen adiknya itu. Rendra juga telah menutup pintu apartemen Tristan yang akan secara otomatis terkunci apabila pintunya tertutup.


Rendra juga tak melangkah terlalu jauh dari pintu, pria tampan yang wajahnya mirip dengan Kim SeokJin itu lantas menghela nafasnya panjang sebelum dia bicara dengan Tristan.


"Sebenarnya ada masalah apa denganmu Tristan. Kenapa kamu bersikap begitu kasar pada Sarah?" tanya Rendra yang benar-benar ingin tahu alasan Tristan begitu tidak menyukai Sarah.


Meskipun Sarah sudah menjelaskan pada Rendra kalau Tristan mengatakan padanya tentang kebencian yang mengira Sarah telah merencanakan hal licik untuk bisa masuk ke dalam keluarga Hutama. Tapi Rendra masih tidak bisa percaya. Bagi Rendra, Sarah itu wanita yang baik. Satu-satunya wanita yang bisa sangat dekat dengan Kevin, dan sang ayah pun sampai rela melakukan apapun agar Sarah mau menikah dengan Tristan.


Tristan yang awalnya membelakangi sang kakak langsung berbalik menghadap ke arah Rendra.

__ADS_1


"Dia itu perempuan licik kak, dia itu perempuan yang sangat senang terlihat baik di depan orang lain. Padahal dia itu sangat licik. Dia itu wanita bermuka dua kak!" tegas Tristan begitu yakin.


Rendra lalu menghela nafas lagi.


"Kamu salah Tristan, setidaknya kamu selidiki dulu sebelum menuduhnya seperti itu. Ayah sudah katakan semua padaku, asal usul Sarah, riwayat pendidikannya dan kenapa dia bisa berada di pantai saat itu. Sarah itu wanita yang baik Tristan. Pilihan ayah tidak pernah salah...!" Rendra kemudian tertunduk sedih.


Rendra tak melanjutkan apa yang ingin dia katakan. Karena dia menyadari dia pernah melakukan kesalahan dengan tak mendengarkan sang ayah.


Rendra lantas berjalan maju mendekati Tristan. Setelah berada persis di depan Tristan, Rendra mengangkat tangannya kemudian menepuk bahu Tristan dengan tepukan pelan.


"Aku sudah pernah tidak mematuhi ayah dan lebih percaya pada hati dan mataku. Dan akhirnya... Kevin yang menjadi korbannya. Kamu adalah adikku Tristan, aku sama sekali tidak ingin kesalahan ku di masa lalu, kamu juga melakukannya. Jangan di butakan oleh...!"


"Tapi Shanum bukan Gisella kak, dia bukan artis. Dia designer, dia tidak akan mengkhianati aku dan lari dengan pria lain!" sela Tristan dengan nada marah.


Rendra yang mendengar ucapan Tristan pun kembali merasakan pedih dan luka dalam hatinya. Rendra memilih mengalah kali ini. Ternyata memang sangat sulit menjelaskan semuanya pada Tristan. Dia jadi flashback pada masa lalunya dulu saat sang ayah menasehatinya agar tidak mengejar-ngejar Gisella tapi dia malah tidak menghiraukan ucapan sang ayah. Perasaan yang saat ini dia rasakan, mungkin perasaan seperti inilah yang dulu pernah di rasakan sang ayah ketika menasehatinya dan dia tidak mau mendengarkannya.


Tristan hanya memandang ke arah pintu yang sudah di tutup dengan kasar oleh Rendra. Tristan sama sekali tidak mengira akan hal itu. Dia tidak pernah mengira kemungkinan yang dikatakan Rendra itu.


Tristan mengacak-ngacak rambutnya dengan kasar.


"Dasar wanita licik, dia pasti mengadu pada kakak!" keluh Tristan yang kembali salah paham pada Sarah.


***

__ADS_1


Keesokan harinya...


Terjadi sedikit drama di kediaman Hutama. Kevin sang putra mahkota Hutama grup, yang biasanya tidak pernah rewel dan selalu membawa keceriaan di rumah besar itu. Pagi ini mendadak Kevin tidak mau bangun dari tempat tidurnya, tidak mau mandi, tidak mau sarapan dan tidak mau apapun.


Sang ayah yang sudah siap berangkat ke kantor pun harus berkali-kali membujuk Kevin namun Kevin tetap tidak mau mendengar bujukan sang ayah.


Arya Hutama bahkan ikut pusing karenanya. Karena yang Kevin mau adalah Sarah yang mengurusnya, memandikan nya, memakaikan seragam play grup nya, dan menyuapinya sarapan pagi.


Sementara Arya Hutama dan Rendra punya pemikiran yang sama kalau Sarah pasti sangat sibuk di panti asuhan, dan juga harus pergi bekerja. Tidak mungkin Sarah meninggalkan semua rutinitas itu hanya demi rengekan Kevin.


"Kevin mengertilah nak, Tante Sarah pasti sangat sibuk. Tante Sarah punya adik yang sangat banyak yang harus dia urus di pagi hari, sementara Kevin kan punya banyak baby sitter yang bisa mengurus Kevin. Mengertilah nak!" Rendra coba menjelaskan pada Kevin.


"Kevin mau sama mama Sarah!" ucap Kevin lagi.


Rendra sampai memijat dahinya mendengar anaknya terus keras kepala dan tak mau mendengarkan apapun penjelasannya.


Arya Hutama yang kasihan pada putranya yang terlihat bingung pun akhirnya mendekati Kevin.


"Kevin, begini saja. Sekarang Kevin mandi dan sarapan. Setelah itu, kakek akan bawa Kevin ke Tante Sarah. Oke?" tanya Arya Hutama yang langsung membuat Kevin melompat dari tempat tidur.


"Asik, yey... Kevin ketemu mama Sarah!" pekik Kevin senang.


Rendra sampai geleng-geleng kepala. Jika Kevin yang anak kecil saja bisa merasakan ketulusan dan kebaikan Sarah. Kenapa Tristan yang bahkan lulusan luar negeri dengan nilai yang terbaik malah tidak bisa melihat hal kecil itu.

__ADS_1


***


Bersambung...


__ADS_2