Tega

Tega
Bab 238


__ADS_3

Sarah dan Tristan sudah sampai di meja makan. Terlihat sudah ada piring di masing-masing tempat dan sudah ada makanan di atasnya.


Melihat kehadiran Tristan dan Sarah, Brian Kim langsung berdiri dan menyapa keduanya.


"Selamat pagi Tristan, Sarah!" kata Brian Kim sangat ramah dan sopan dia bahkan menundukkan sedikit tubuhnya sebagai tanda penghormatan pada Tristan.


Tristan yang melihat apa yang dilakukan oleh tamu tidak diundang yaitu rasanya terlalu berlebihan, pun menegurnya.


"Selamat pagi tetangga, hei.. tidak perlu membungkukkan badanmu seperti itu. Kita ini seumuran. Aku mungkin lebih muda darimu!" kata Tristan menyindir.


Jelas itu tidak benar, usia Tristan sudah 29 tahun, sedangkan Jerry Alando lebih muda dua tahun darinya. Meski wajah mereka juga jauh berbeda, berkat operasi plastik pada wajah Brian Kim alias Jerry Alando sekarang wajahnya menunjukkan seperti umur 24 atau bahkan 23 tahun.


Brian Kim alias Jerry Alando juga hanya bisa tersenyum mendengar perkataan Tristan itu. Jangan ditanya, seperti apa sebenarnya perasaan di dalam hatinya. Brian Kim benar-benar kesal karena sikap Tristan yang memang sejak dulu sangat dingin dan arogan pada orang-orang yang baru dia kenal. Tapi karena Brian Kim ingin membangun sosok atau karakter dia sebagai seorang Brian Kim bukan sebagai seorang Jerry Alando. Maka apapun yang di katakan oleh Tristan. Dia berusaha untuk menanggapi apapun perkataan Tristan itu dengan senyuman.


"Oh baiklah, aku pikir kita pasti seumuran memang!" kata Brian Kim menanggapi apa yang baru saja di katakan oleh Tristan.


"Sarah, Tristan. Ayo sarapan. Semua ini di bawakan oleh nak Brian!" kata Widya yang duduk di sebelah Brian Kim.


Sarah dan Tristan juga langsung duduk, tapi melihat sarapan di depannya Sarah sama sekali tidak senang.


"Mas, mau makan ini tidak? aku mau minum su5u saja!" kata Sarah yang mendorong mangkuk berisi bubur ayam yang kuahnya sudah di beri obat oleh Brian Kim.


Melihat Sarah mendorong mangkuk buburnya, Brian Kim terlihat tidak senang.


"Sarah, kamu bukannya sedang hamil? setahuku kalau wanita yang sedang hamil itu tidak boleh melupakan sarapannya. Kan yang makan bukan hanya kamu, tapi anakmu juga!" kata Brian Kim memberikan petuah di depan Tristan pada istrinya Tristan.

__ADS_1


Dan mendengar apa yang dikatakan oleh pria itu di depan dirinya pada Sarah. Tentu saja Tristan tidak senang.


"Heh, sebenarnya kamu itu artis apa dokter sih? sok tahu sekali!" kata Tristan lagi-lagi ketus.


Tapi Widya yang mendengar apa yang menantunya katakan kepada pria yang sudah menasehati hal yang benar kepada Sarah terus menggelengkan kepalanya beberapa kali.


"Tristan, apa yang baru saja dikatakan oleh Brian itu ada benarnya loh. Sarah gak bisa kalau gak sarapan. Kan dia juga harus memberi asupan kepada anak yang dia kandung, calon anak kamu!" kata Widya mencoba menasehati Tristan.


Terlihat senyuman sinis yang sangat tipis di bibir Brian Kim mendengar ibunya Sarah membelanya. Senyuman sinis itu benar-benar sangat tipis, dan berlangsung tidak sampai satu detik. Hingga jika bukan orang yang benar-benar memperhatikan pada saat itu maka senyuman Brian Kim itu tidak akan terlihat.


"Bu, tapi Sarah gak mau makan. Ibu gak ingat beberapa hari lalu, dia gak mau makan terus ibu paksa suruh makan akhirnya dia muntah-muntah. Ibu kan juga sangat kata dokter, Sarah itu kalau muntah otot perutnya tertarik, gak bagus juga buat anak ku!" kata Tristan tak mau kalah.


Widya langsung diam dan mengangguk paham.


"Iya juga ya, tapi kan Sarah juga harus sarapan. Ya sudah, kalau tidak mau makan bubur, kamu mau makan apa?" tanya Widya.


Tapi Brian Kim tidak kehabisan ide. Dia ingat dia juga menambahkan obat pada bumbu cakwe. Seingatnya Sarah suka sekali makanan itu.


"Bagaimana kalau cakwe ini saja, ini enak loh Sarah!" kata Brian Kim yang juga makan makanan yang dia sodorkan piringnya ke depan Sarah. Tapi Brian Kim memakannya tanpa bumbu. Sedangkan Brian Kim alias Jerry Alando tahu, kalau Sarah sangat suka makan cakwe pakai bumbu.


"Sini aku coba!" kata Tristan yang ingin memastikan bahwa makanan yang akan dimakan oleh istrinya itu higienis dan tidak berbahaya.


Tapi saat Tristan mencoba satu potong, ini berpikir kalau makanan yang dia makan itu memang sangat enak. Dan pada akhirnya, Ternyata satu potong saja tidak cukup untuk Tristan. Dia menghabiskan empat potong yang ada di atas piring.


Widya dan Brian Kim melongo melihat Tristan menghabiskan makanan yang seharusnya diperuntukkan untuk Sarah. Sementara Sarah, di mana teh kekeh melihat suaminya makan dengan lahap seperti itu. Padahal, dulu saat Sarah menawari Tristan makanan itu, Tristan sempat menolak karena dia memang kurang suka gorengan.

__ADS_1


"Ternyata enak ya, sayang aku akan buatkan su5u hamil untukmu dulu!" kata Tristan yang tahu pasti ibu mertuanya akan menegurnya karena menghabiskan cakwe yang ada di atas piring.


Sarah masih terkekeh sambil menganggukkan kepalanya merespon apa yang Tristan katakan.


"Sarah, suamimu kelaparan?" tanya Widya.


Sarah masih tersenyum senang ketika menjawab pertanyaan Widya.


"Sepertinya iya Bu, Brian terimakasih ya. Aku susah sekali kalau mau ajak mas Tristan makan gorengan. Berkat kamu, kami bisa malam mingguan makan gorengan!" kata Sarah pada Brian Kim.


Di luarnya Brian Kim terlihat tersenyum, wajahnya menunjukkan ekspresi seseorang yang ikut senang terhadap apa yang baru saja di katakan Sarah. Tapi di dalam hatinya.


'Sialll, niatku ingin menghancurkan hubungan mereka. Bukan membuat mereka semakin dekat. Ck...!'


Setelah sarapan, Brian Kim pun pamit undur diri. Karena tidak mungkin juga dia berlama-lama di apartemen Tristan. Semua orang bisa curiga padanya. Tapi saat keluar dari apartemen Tristan, Brian Kim alias Jerry Alando itu mengepalkan tangannya dan menunju dinding yang ada di sampingnya.


Bukk


"Sialll!" kesal Brian Kim.


Bagaimana tidak, semua yang dia siapkan gagal. Bubur ayamnya malah di berikan Sarah pada Tika asisten rumah tangga mereka. Dan cakwenya di habiskan oleh Tristan. Lalu bumbunya, dia lihat Tika menuangnya di wastafel. Benar-benar rencana yang sia-sia padahal dia sudah menyiapkan semua itu sejak jam empat dini hari. Dan rencananya tidak ada yang berhasil sampai saat ini.


Brian Kim lantas masuk ke dalam apartemen miliknya. Dia melihat ponselnya, dia ingin menghubungi Oliv. Dia kesal jadi dia tidak mau ambil pekerjaan apapun hari ini.


***

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2