Tega

Tega
Bab 40


__ADS_3

Sarah lalu memperbesar gambar di layar ponselnya. Selain sumpalan di mulut dan kain hitam yang menutupi mata Alan, wajahnya terlihat biasa saja. Tidak ada bekas pukulan, tidak ada bekas memar.


Melihat Sarah yang serius memperhatikan gambar Alan. Arumi lantas berdekhem.


"Ekhem... ekhem...! gak gitu juga kali Sarah, gak pake lama-lama juga merhatiin mukanya si Alan itu. Ntar jatuh cinta lagi repot, kamu sudah mau nikah loh!" seru Arumi menyindir Sarah.


Sarah pun hanya menghela nafas panjang.


"Keledai saja gak akan jatuh ke lubang yang sama dua kali Arumi. Lagipula kata bunda Tiara sekali seorang pria itu selingkuh maka penyakit itu bisa kambuh kapan saja!" jelas Sarah pada Arumi.


Penjelasan Sarah itu menegaskan kalau dia tidak akan pernah memberikan Jerry Alando itu kesempatan kedua. Karena bunda Tiara memang pernah menjelaskan. Kalau seorang pria sudah punya penyakit selingkuh, ketika dia sadar maka penyakitnya itu akan tertidur. Tapi tetap tidak akan hilang sepenuhnya. Dan suatu saat, bisa kapan saja, dimana saja dan dengan siapa saja kalau penyakit selingkuh itu terbangun. Maka pria tadi akan selingkuh lagi. Akan seperti itu seterusnya.


Sarah sangat percaya pada bunda Tiara, lagipula dia memang sudah tidak punya perasaan apa-apa lagi. Rasa cintanya yang tak terhitung dulu telah musnah berantakan ketika dia melihat Alan bersama Hera di kamar hotel waktu itu.


Sarah pun kembali meletakkan ponselnya karena dia juga yakin Alan hanya ingin mengerjainya saja. Atau hal lain yang dia yakin niatnya pasti tidak baik.


Sarah pun melanjutkan pekerjaannya. Begitu juga Arumi, karena satu persatu teman kerja mereka sudah mulai keluar dari ruangan itu untuk pulang ke rumah mereka masing-masing.


Setelah beberapa saat kemudian akhirnya pekerjaan mereka selesai. Sarah dan Arumi pun langsung menuju basemen, setelah masuk ke dalam mobil Arumi. Sarah dan Arumi pun meninggalkan kantor.


Sementara itu di gudang SL. Alan dan seorang temannya sedang menyiapkan segala sesuatunya untuk menjebak Sarah.


"Kamu yakin? cara ini akan bisa membatalkan pernikahan Sarah?" tanya Alan pada Alvin temannya.

__ADS_1


Temannya yang juga sedang menyiapkan dua buah kamera tersembunyi langsung menganggukkan kepalanya dengan cepat.


"Kamu tenang saja, dua temanku sudah menikah karena bantuan ku!" ucap seorang yang bernama Alvin itu dengan penuh percaya diri.


"Bantuan seperti ini, menjebak seperti ini?" tanya Alan yang sebenarnya ragu dengan cara Alvin ini.


"Iya lah, kamu pikir dengan apa? wanita itu makhluk yang berhati lembut. Sangat mudah mendapatkan mereka dengan memainkan sedikit permainan kesengsaraan seperti ini!" ujar Alvin lagi.


Alan terlihat yakin sekarang pada ucapan Alvin. Karena setahunya Sarah juga sangat berhati lembut. Sarah itu orangnya tidak tegaan. Alan berpikir Sarah mungkin juga akan jadi tidak tega setelah melihat foto dirinya yang di ikat seperti itu.


"Semua sudah beres sekarang tinggal menunggu wanitamu datang, lagian kamu ini ada-ada saja. Sudah pacaran empat tahun tapi tidak pernah melakukan apa-apa padanya?" tanya Alvin pada Alan.


"Ck... diam kamu. Dia itu berbeda. Aku serius padanya. Aku ingin menjadikannya istriku. Semua ini karena wanita murah4n itu, kalau saja aku tidak terbujuk rayuannya seharusnya bukan depan aku yang menikah dengan Sarah bukan pria yang sudah men-skorsku itu. Siall!" omel Alan yang terlihat sangat kesal pada Hera dan Tristan.


Flashback On


Temannya yang juga tetangga satu apartemen nya datang dan masuk ke dalam apartemen Alan itu. Alvin memang sering datang ke apartemen Alan juga sebaliknya untuk main game bersama. Bahkan tak jarang keduanya Aling menginap, entah itu Alan di apartemen Alvin, atau sebaliknya. Alvin menginap di apartemen Alan. Kebetulan saat itu pintu apartemen Alan tidak terkunci jadi Alvin bisa masuk dengan sendirinya.


Namun Alvin cukup terkejut melihat pecahan ponsel Alan yang berantakan di lantai. Sedang yang punya ponsel itu terlihat memegangi kepalanya dengan kedua tangannya seperti orang yang tengah frustasi.


Alvin yang lumayan perduli pada Alan, sebab mereka juga sudah berteman cukup lama sejak keduanya tinggal di apartemen ini pun langsung duduk di sebelah Alan dan menepuk punggung temannya itu.


"Hei, bro. Ada apa?" tanya Alvin.

__ADS_1


Alan langsung menarik tangannya yang sedari tadi hanya memegang kepalanya yang terasa berat, pening, pusing dan tak bisa berpikir. Kalau di tanya Alan menyesal atau tidak telah mengkhianati Sarah. Dari dalam lubuk hatinya yang paling dalam, Jerry Alando itu sangat menyesal lebih dari penyesalan apapun yang terjadi di dalam hidupnya.


Dia bahkan sudah sangat menjauhi Hera, memblokir nomer Hera dan segala media sosialnya daru wanita itu. Bahkan Alan tak segan untuk berbuat kasar pada Hera yang selalu mengikutinya belakang ini. Semua itu dia lakukan karena dia sudah menghempaskan Hera. Namun sayang Sarah tak juga memberinya kesempatan kedua, meski dia pun sudah sampai bersimpuh di depan Sarah untuk meminta maaf.


"Pacarku.. maksudku mantan pacarku. Dia akan menikah bulan depan. Ck... semua ini karena perempuan ular itu!" jawab Alan.


"Mereka belum menikah kan? tenang saja Alan. Selama jamur kuning belum melengkung, kamu masih bisa mendapatkan nya!" ujar Alvin dengan begitu santainya.


"Itu masalahnya Vin, Sarah itu teguh sekali pendirinya. Dia bilang sudah memaafkan aku, tapi dia tidak akan pernah memberi aku kesempatan lagi. Dia tidak akan mau kembali padaku lagi. Bodohnya aku telah menyia-nyiakan perempuan sebaik dia!" keluh Alan lagi.


Alvin terlihat diam sambil memperhatikan Alan.


"Ck... bro. Ini gak kecil. Kalau tidak bisa mendapatkannya dengan suka rela. Maka dapatkan saja dengan cara paksa!" seru Alvin.


Mendengar apa yang dikatakan Alvin itu Alan langsung menatap Alvin dengan serius.


"Apa maksudmu?" tanya Alan yang sebenarnya sudah paham, namun tidak mengerti bagaimana caranya.


"Dengarkan aku, aku punya rencana. Jadi begini, kita buat sebuah sandiwara, dimana aku akan menghubungi mantan pacarmu itu dan mengirimkan fotomu yang terkesan kamu sedang dalam sandera seseorang. Aku akan ikat tangan dan kakimu, em... biar lebih dramatis aku akan sumpal mulut mu ya. Lalu kamu harus berekspresi sangat sedih!" jelas Alvin panjang lebar.


"Nah, setelah itu. Saat dia datang ke tempat yang kita rencanakan. Aku akan memberi obat... yah kau tahulah di dalam ruangan itu. Kalian lakukan saja sesuka hati, toh dia nanti akan jadi istrimu kan?" tanya Alvin pada Alan yang terlihat sangat tertarik dengan rencana Alvin itu.


Flashback Off

__ADS_1


***


Bersambung...


__ADS_2