BAD GIRL

BAD GIRL
Menegangkan


__ADS_3

Bab 101


"Lho nggak tahu ya, Rio ini pasangan gue?" Ucap rere


"Kalian pacaran?"


"Yo, bukannya lho harus daftarin diri buat balapan? Ayo, cepat sebelum pendaftarannya di tutup. Ini tuh udah mapet banget" ucap Rere menarik tangan Rio untuk segera pergi dari sana.


Rio menggeleng-gelengkan kepala, tidak mau ikutan balapan.


"Sayang, kamu itu punya kemampuan. Walaupun nanti kamu kalah, aku tetap sayang kok sama kamu" ucap Rere mengelus-elus kepala Rio dan tersenyum manis.


Niko dan Rere lagi-lagi hanya saling pandang melihat kelakuan Rere.


"Emm, kami masih ada urusan. Kalian makan aja dulu" ucap Niko pada Celine


"Kak Rio mau ikutan balapan nanti siang? Boleh aku nonton" ucap tasya


"Kalo mau nonton ya nonton aja, nggak ada juga yang ngelarang" ketus Rere menyeret Rio pergi dari sana.


---------


Pertandingan balapan pun di mulai, setelah menemani Rio mendaftarkan diri dan memilih-milih motor untuk di sewa dan memodifikasinya sesuai kenyamanan dan keinginan Rio. Zhea dan Rere men-support mereka penuh antusias.


Celline berdiri di garis start, dia salah satu gird Girl balapan.


"CK, pantas saja wanita itu dekat dengan Niko, rupanya dia Gird gilr, jangan-jangan selama ini dia lagi yang nemanin Niko latihan di sini Zhe"


"Gue rasa nggak mungkin deh re"


"Bisa aja terjadi. Awas aja kalo sampai itu benar-benar terjadi, gue bejak-bejak tuh Niko"


Zhea hanya menggelengkan kepala melihat sahabatnya yang mengomel-ngomel itu.

__ADS_1


Tasya datang duduk di samping zhea."Hay, kita ketemu lagi" ucapnya menyapa zhea


"Ya pasti ketemulah. Orang lho sendirikan yang bilang mau ikut kita nonton balapan tadi" ketus Rere. Dia lalu menarik tangan zhea


"Mau kemana" ucap zhea


"Support mereka lebih dekat"


Sementara itu, pertandingan sudah di mulai.


"Nikoooo"


"Riooo"


"Nikoo"


"Rioooo"


Sementara itu, di Bagian negara lain. Zein dan Raka sedang menonton pertandingan balapan tersebut di rumah zein. Sebastian yang melihat itupun berucap "tumben banget kalian nonton tv"


"Maklum om, saingan cintanya sih Zein lagi balapan. Jadi, dia ingin lihat seberapa hebatnya dia" ucap raka


"Saingan cinta?"


"Iya om. Pacarnya sih zhea itu lho"


Sebastian mengangguk lalu ikut menonton. Dia juga mengirimkan pesan pada Leon, agar Leon juga menonton acara itu.


"Papa ngapain ikut-ikutan nonton" ucap Zein


"Ya terserah papa dong. Kamu lupa, ini tuh rumah papa". Zein hanya nyenggir menanggapi ucapan papanya itu.


"Yang mana pacarnya zhea?" Ucap bastian

__ADS_1


"Urutan no 3 om" ucap raka


"Hebat. Pantas saja zhea menyukainya"


"Hebat apanya?" Ketus Zein tidak suka. Raka menahan tawanya melihat ekspresi wajah Zein yang tidak bersahabat itu.


Di tempat balapan, wajah zhea dan Rere tampak sangat tegang menonton balapan kedua sahabatnya itu.


"Ini udah mau sampai finish kok gue deg-degan ya" ucap zhea


"Gue juga Zhe, mana Rio di urutan no 5 lagi"


"Kak riooo, semangat" teriak Tasya


Zhea dan Rere melihat ke sumber suara. Ternyata tasya mengikuti merek.


"Heh, ngapain lho ikut-ikutan kita di sini" ucap Rere


"Ya buat support kak Rio lah"


"CK, Nggak tahu malu"


"Biarin. Lagi pula, aku nggak yakin kalo kak Rere sama kak Rio pacaran"


"Ihh nih bocah ya. Kalo bukan di tempat umum udah gue bejak-bejak" gumam rere


Zhea hanya menggelengkan kepala mendengar gumaman Rere. Sementara Tasya tidak mendengarkannya malah sibuk meneriaki nama Rio


Detik-detik terakhir pertandingan, Rere dan zhea semakin tegang. Keduanya bahkan sangat gugup walaupun bukan mereka yang balapan.


Baca terus kelanjutan ceritanya ya ☺️


Dan jangan lupa baca juga Karya author yang berjudul "COLD CEO IN LOVE" dan SILENT DEADLY ya reader's tercinta 🙏🏻☺️

__ADS_1


__ADS_2