BAD GIRL

BAD GIRL
Sampai Di AS


__ADS_3

Bab 99


"Ngomong aja kalo mau ngomong, kita pasti dengar. Lagian kalo nggantuk ya tinggal tidur aja re"


"Nggak pokoknya zhea duduk di sini sama gue"


"Oke. Lho benar-benar ya re, gue udah kayak supir pribadi kalian tahu nggak"


"Bodoh amat!"



8 Jam kemudian merekapun sampai di AS. karena mereka memilih rute yang lebih cepat sampai.


Niko langsung menghampiri mereka, Kareena dia sudah menunggu kedatangan mereka selama tiga jam di bandara.


"Nikooooo" teriak Rere dari kejauhan sambil berlari ke arah Niko, tapi orang pertama yang di peluk Niko adalah zhea. Hal itu sudah pasti membuat Rere cemburu.


"Lho apa-apaan sih nik, gue yang antusias banget ketemu sama lho. Bahkan teriak-teriak kayak orang gila, eh yang di peluk sih zhea. Pilih kasih emang" protes rere dengan muka cemberutnya


Zhea melepaskan pelukan Niko lalu berucap "kayaknya lho harus peluk sih Rere juga deh, liat tuh muka dia udah nggak enak banget di lihat"


"Biasalah nik, cemburuannya kumat" ucap Rio


"Eh man" ucap Niko melakukan tos tinju dengan Rio, kemudian berpelukan. Dan sengaja menggoda Rere

__ADS_1


Rere semakin memanyunkan bibirnya, melihat dua orang sahabat cowoknya itu berpelukan.


"Nggak usah di tekuk gitu dong mukanya, ntar cantiknya hilang. Sini, peluk" ucap Niko merentangkan tangannya dan Rere pun langsung memeluknya.


"Dasar posesif. Bisa-bisanya ya cemburu dengan sahabat sendiri. Gue kira selama gue di sini sikap lho bakal berubah. Eh, malah tambah parah. Pasti susah banget ya Yo jagain dia. Apalagi sekarang lho harus jaga zhea juga. Pasti sering cemburuan nih anak" ucap Niko tekekeh


"Ihhh apaan sih" ucap Rere melepaskan pelukannya.


Mereka lalu pergi ke kos-kosan Niko. Karena Niko, sudah tidak tinggal lagi di asrama 2 Minggu yang lalu.


"Benar-benar capek!" Ucap Rere menghempaskan tubuhnya ke sofa.


"Kos-kosan lho, nggak jauh beda dari yang di Jakarta" ucap rio


"Memang sengaja milihnya kayak perumahan. Tapi, di sini cuma ada satu kamar. Kalian berdua istirahat di kamar aja" ucap Niko.


"Hem"


"Yo"


"Apa sih re"


"Zhe"


"Ngomong aja langsung. Rere analista" ucap zhea

__ADS_1


"Gue udah ngerencanain buat nggak tidur malam ini. Dan ngehabisin waktu sama Niko, gue kangen banget waktu kita ngumpul dulu. Tapi, mata sama badan gue khianat, nggak bisa di ajak kerja sama" ucap Rere tanpa membukakan matanya


"Istirahat aja dulu re. Masih ada besokkan? Kita bisa habisin waktu bareng-bareng" ucap Niko


Tidak ada jawaban dari Rere.


"Re," ucap zhea menepuk-nepuk tangan Rere


"Ya, malah tidur"


"Dia pasti kecapek'an banget. Yo angkat dia ke kamar, kasihan kalo di bangunin" ucap Niko


"Padahal dia paling antusias buat ketemu lho" ucap Rio lalu mengangkat Rere, Niko membukakan pintu kamar. Rio membaringkan Rere di ranjang, dia menyelimuti Rere setelah itu Rere malah melingkarkan tangannya ke leher Rio.


Niko dan zhea, saling tatap melihat itu, sementara Rio sangat terkejut.


"Re, Rere. Lepasin tangan lho" ucap Rio lalu melepaskan tangan Rere dari lehernya.


"Eummm, jangan pergi!" Ucap Rere menggeliat.


Rio yang sudah berdiri di ambang pintu pun menoleh ke arah Rere sekilas lalu berucap "dasar, manja" lalu beranjak merebahkan diri di sofa.


"Yaudah Zhe, lho juga harus istirahat" ucap Niko mengacak-acak rambut.


"Oke-oke..." Ucap zhea lalu berbaring di sebelah Rere. Niko kemudian pergi dan menutup pintu kamar

__ADS_1


Baca terus kelanjutan ceritanya ya ☺️


Dan jangan lupa baca juga Karya author yang berjudul "COLD CEO IN LOVE" dan "SILENT DEADLY" ya reader's tercinta 🙏🏻☺️


__ADS_2