
Bab 163
Rio menunggu penerbangannya di bandara.
"Secepat itu Rere gantiin posisi gue dengan orang lain? Kayaknya keputusan gue benar, buat jauh dari Rere" gumamnya
----------
Sementara itu, zhea sedang sarapan sendirian di kantin.
Tanpa permisi, Tiffany dan silya duduk di kursi hadapannya.
"Hay sodara tiriku..." Ucap Tiffany sok-sokan ramah.
Zhea mengangkat satu alisnya tanpa berkata apapun.
__ADS_1
"Keputusan lho itu udah benar, buat ngalah dan ngebiarin kak exsel jadi dosen pembimbing gue. Ya seenggaknya lho tahu diri, Dimana tempat lho sekarang" sambung Tiffany
"Benar tuh, apa lagi lho kan sekarang numpang hidup tuh sama dokter exsel jadi tahu diri lah ya. Terlebih lagi, lho itu udah nggak ada kuasanya di sini, karena Bokap lho nggak peduli sama lho, bahkan biaya kuliah lho aja di cabut. Kasihan banget ya, saat kecil di tinggal oleh mama, eh udah gedenya di buang papa" ejek silya
Zhea tidak merespon apapun,dia menikmati makanannya seperti tidak melihat kedua orang itu di depannya.
"Jangan lupa satu hal, dia juga Madang perangkap buat bisa nikah sama kak exsel. Menjijikkan bukan?"
"Dia dan Rere itu kan satu geng, yaitu penggoda milik orang" ucap silya penuh penekanan.
Zhea mengambil gelas yang berisi jus jeruknya kemudian menyirami silya tepat di wajahnya. Dan dengan santai meletakkan lagi, gelas kosong itu di sampingnya.
"Zheaaa!!" Pekik silya
"Gue bakalan aduin lho ke dekan. Supaya lho di tendang dari universitas ini" ucap Tiffany.
__ADS_1
"Aduin aja. Lho pikir gue takut? Memang benar gue nggak ada kuasa di sini, lebih tepatnya gue nggak pernah berkuasa kok di sini. Tapi, buat nyingkirin gue, lho harus pikir-pikir lagi deh, atau kalau nggak buat rencana yang Woww gitu. Karena, kalo cuma masalah sepele kayak gini doang, palingan gue di skors 3 hari. Dan itupun bakalan nguntungin gue, karena apa? Karena gue bisa ngabisin lebih banyak waktu sama suami gue. Dan gue yakin, suami gue itu, nggak bakalan ngebiarin gue keluar dari universitas ini gitu aja. Dan jika gue keluar pun, suami gue bakalan ikut resign jadi dosen"
"Apa hubungannya dia resign jadi dosen sama lho keluar dari universitas ini"
"Ya jelas ada hubungannya Tiffany sayangggg. Karena gue ini istrinya, bahkan saat ingin mengambil keputusan buat jadi dosen pembimbing lho aja dia minta pendapat gue" ucap zhea tersenyum smirk
"Lhooo!!!" Ucap Tiffany emosi
"Udah deh tif, sekarang temani gue ke toilet. Dan lho, gue bakalan balas kelakuan lho ini" ucap silya
"Bye-bye. Cuci yang bersih tuh wajah, karena saat wajah lho glowing aja dokter Adnan nggak tertarik apalagi kayak gini kan" ucap zhea tersenyum kemenangan
"Lho tunggu aja pembalasan gue" ucap silya menarik Tiffany pergi
Sementara zhea hanya tersenyum sinis, melihat kedua orang itu.
__ADS_1
"Benar-benar anak pengusaha yang sombong. Menggunakan kekuasaan orang tua, demi mencapai keinginan sendiri. Padahal, nggak punya kemampuan apapun selain menghabiskan uang orang tua dan merayu laki-laki. Cantik, tapi bego plus minus akhlak dan attitude. Tiffany, lho pikir gue nggak tahu isi kepala lho he'. Gue sebenarnya nggak mau bermain-main sama lho. Karena kebetulan lho sendiri yang memulainya jadi, bakal gue layani dengan baik. Dan buat lho exsel, sorry, kayaknya gue harus manfaatin hubungan ini selagi ada kesempatan"