BAD GIRL

BAD GIRL
BAB 274


__ADS_3

BAB 274


"SAYA NIKAHKAN DAN SAYA KAWINKAN ENGKAU SAUDARA EXSEL ALEXANDER DENGAN PUTRI SAYA ZHEA PRAMUDIA SIYAHMARGA DENGAN MAS KAWIN BERUPA SATU UNIT MANSION DI BAYAR TUNAI"


"SAYA TERIMA NIKAH DAN KAWINNYA ZHEA PRAMUDYA SIYAHMARGA DENGAN MAD KAWIN TERSEBUT, TUNAI" UCAO EXSEL LANTANG


"BAGAIMANA PARA SAKSI?"


"SAHHHHHH" ucap semua orang bersamaan


Exsel membaca do'a Sebelum mencium atas kepala (ubun-ubun) zhea. Kemudian bergantian dengan zhea yang mencium tangan suaminya.


Senyum bahagia terlihat di wajah ke duanya. Tidak ada pertukaran cincin, karena keduanya tidak ingin menukar cincin pernikahan mereka dengan yang baru ataupun melepaskan cincin pernikahan mereka walau hanya sementara waktu.


Acara pernikahan 2 pasangan antara zhea dan exsel serta Rio dan Niko pun berjalan dengan lancar.


Niko memberikan kedua pasangan itu masing-masing satu motor sebagai hadiah pernikahan mereka.


"Nanti, kalo anak-anak kalian udah pada gede masukin ke kelas balapan gue" canda Niko


"Iya deh, nanti kita aduin anak-anak kita siapa yang paling hebat. Tapi gue rasa anak kita lebih dominan nanti sayang. Soalnya mama papanya ahli balapan" ucap Rere


"Kalo anak kita nanti terserah mereka mau jadi apa nantinya. Asal mereka senang rna bahagia menjalaninya kita bakal dukung, ya kan sayang" ucap exsel


Zhea hanya mengangguk. Jika membahas soal anak, dia merasa sangat tidak mungkin untuk memilikinya. Raut wajah sedih pun terlihat jelas.


"Jangan terlalu di pikirin sayang. Sudah aku bilang kan? Kita bisa mengadopsi anak nantinya. Walaupun bukan anak kandung, kita akan menyayangi dan membesarkannya seperti anak kita sendiri" ucap exsel tersenyum manis.


Zhea pun membalas dengan senyuman. Kedua pasangan tersebut menunjukkan keahlian balapan mereka. Dan Exsel yang selama satu bulan ini belajar naik motor seperti pembalap mampu menyempurnakan pertunjukan mereka.


Di akhir acara mereka berfoto-foto dengan zhea, Niko, Rere, Rio mengenakan seragam balapan dan exsel yang mengenakan seragam kedokterannya.


Tidak ada ketenangan di pernikahan tersebut bagi Niko. Karena dia selalu di wawancarai mengenai pernikahanya dan Celline di tambah lagi Dengan ketidak hadiran Celline yang membuat orang-orang mengira bahwa Celline masih mempunyai perasaan pada exsel. Dan pada kenyataannya, itu adalah kebenaran


____________


Acara selesai, semua orang kembali ke kamar mereka masing-masing.


"Sel, kamu nggak bilang kalo maharnya itu mansion. Bukankah dulu juga ada maharnya yang 2M. Kenapa sekarang ada lagi? Mansion itu bukan pemberian tuan marga kan?"


"Nggak sayang. Mansion itu aku beli pakai uang kerja aku selama di Jerman. Sengaja nggak ngasih tahu biar surprise. Besok kita akan pindah ke sana"


"Tapi aku udah nyaman di rumah mama. Terus nanti rumah mama gimana?"


"Aku cuma mau ngasih yang terbaik buat kamu sayang. Nanti, kalo kita punya anak, mereka akan leluasa bermain karena mansionya luas. Dan rumah mama ada Adnan yang nempatin. Dari pada dia ngekos, lebih baik dia yang jaga kan?"


Zhea hanya mengangguk


Tanpa aba-aba, exsel langsung mencium bibir zhea penuh penuntutan. Malam pertama yang seharusnya di lakukan 2 tahun yang lalu, baru mereka lakukan malam ini. Malam yang penuh cinta dan kasih sayang.

__ADS_1


__________


Hari berganti, zhea, exsel dan keluarga Rere makan bersama di restoran VVIP di hotel itu.


"Dari wajah-wajahnya terlihat cerah semua nih. Kayaknya, nggak lama lagi kita bakal segera menimang cucu pah" ucap mama Rere


"MAMAAAA" UCAP RERE MALU begitu juga dengan zhea yang memalingkan wajahnya.


"Benar tuh mah. Kalo bisa kalian kasih kita selusin cucu biar rame" sahut papa Rere


"Mama papa pikir aku dan zhea kucing bisa ngelahirin anak sebanyak itu?"


"Ya dari pada cuma satu orang anak. Jika sudah remaja, kita akan kembali sepi karena dia sibuk dengan dunianya. Ya kamu ini contohnya"


"Ya nggak mesti minta 12 cucu juga dong pah. Anak kita nanti pasti punya sodara kok, walaupun bukan sodara kandung, kan ada anak zhea sama Niko yang jadi sodaranya"


"Jika dari kalian 12 orang cucu, zhea dan Niko juga begitu. Wah pah, kita mempunyai 36 orang cucu. Mansion kita jadi rame"


"Sekalian aja mama papa buka panti asuhan buat nampung anak kita" ucap Rere cemberut dan Semua orang lalu tertawa.


"Oh iya, ini tiket liburan buat kalian" ucap mama Rere memberikan tiket itu ke Rere dan zhea


"Paris" ucap Rere antusias


"Kalian suka?"


"Tentu saja suka mah. Ya kan Yo"


"Heum, yang baru nikah jangan mesra-mesraan depan orang tua ya. Mau kalian, mama papa kasih sodara" UCAP PAPA RERE


"NO! ENAK AJA. CUKUP AKU, RIO, NIKO DAN ZHEA ANAK MAMA PAPA. NGGAK BOLEH ADA YANG LAIN LAGI, INGAT UMUR."


"MAKANYA JANGAN MESRA-MESRAAN DEPAN KITA. KITA JUGA BISA OEBIH MESRA DARI KALIAN"


"PAPA...UDAH JAHILIN ANAKNYA" MAMA RERE MELOTOT


"kamu gimana zhea suka? Atau mau ke negara lain?"


"Samaan sama Rere aja mah. Dan terimakasih hadiahnya"


"Nah, gitu dong panggil mama" ucap mama Rere tersenyum bahagia


"Sayang banget Niko nggak mau Nerima hadiah honeymoon dari kita. Jika dia mau kalian bisa honeymoon barengan" ucap papa Rere


"Mungkin Rio capek pah. Dia bekerja keras menyiapkan pernikahan mereka. Bahkan kita nggak di biarkan turun tangan sedikitpun. Dia juga baru pulang pukul 4 shubuh tadi" sahut Mama Rere


"Niko pulang tadi shubuh?" Ucap zhea


"Iya. Dia memeriksa semua cctv takutnya ada permasalahan. Yang mama takutkan, sekarang dia nggak bisa bergerak bebas. Bukan hanya fans yang mengejarnya tapi juga para wartawan. Dan mungkin memang lebih baik Niko tidak kemana-mana dulu dalam waktu dekat ini"

__ADS_1


___________


"Selamat datang di mansion zhea Alexander. Gimana sayang, kamu suka?" Ucap exsel


Zhea melihat sekeliling mansion itu, Kemudian menganggukan kepalanya.


"Nggak terlalu berbeda dengan mansion tuan marga"


"Mansion itu lebih besar dari pada punya Kuta sayang"


"Mansion ini juga udah sangat besar, dan hanya kita berdua yang menempati. Lebih baik kita tinggal di rumah mama saja"


"Jangan gitu dong sayang. Aku sengaja beli mansion ini agar kamu lebih nyaman dan aman. Ayo ikut aku" exsel menarik tangan zhea menuju ke kamar mereka


"Taraaaa. Ini kamar kita sayang, Gimana kamu suka?"


Sekali lagi zhea hanya mengangguk. Zhea bukan tipe orang yang ingin hidup mewah, yang terpenting baginya adalah kenyamanan.


Exsel membuka gorden pembatas antara balkon dan kamar mereka.


"Sayang sini?" Ajak exsel ke balkon


Exsel dan Zhea berdiri di balkon. Di sana ada sofa dan meja, jika melihat ke bawah ada kolam renang dan luasnya halaman rumah.


"Bagus. Udaranya juga sejuk di sini" ucap zhea


"Kita jadi berangkat ke Paris besok?"


"Rere maunya sih gitu. Kita ngikut dia aja"


"Apa nggak sakit lagi?"


"Nggak. Udah deh nggak usah bahas itu, aku malu"


"Tadi kamu bilang sakit. Aku khawatir, apakah aku terlalu kasar tadi malam"


"Selllll, ngomong kayak gitu lagi aku dorong kamu ke bawah ya"


"Jangan dong sayang kejam amat. Kalo aku mati Gimana? Jadi janda muda dong kamu"


"Ishhh" ucap zhea memukul-mukul lengan exsel


"Iya-iya ampun. Gini nih kalo nikah sama cewek silat, salah dikit tulang remuk. Maksud aku itu kali masih sakit, kita berangkatbya lain hari aja. Bukan mau godain kamu sayang, duh gemasin banget deh kalo lagi malu dan marah-marah kayak gini" ucap exsel mencubit gemas pipi zhea


"Nggak. Udah nggak sakit lagi. Kita bisa berangkat besok"


"Bearti kita bisa main lagi dong sayang" ucap exsel tersenyum senang


"Enak aja! Jangan sampai, aku tendang punya kamu agar nggak bisa honeymoon di Paris" ucap zhea beranjak pergi

__ADS_1


"Sayang, ayolah" bujuk exsel


Dan pada akhirnya mereka mengulangi kegiatan panas mereka kembali.


__ADS_2