
Bab 251
"Zhea mau ngomong apa sih ke mama sampai harus datang ke sini segala. Ini pasti karena dia tahu kak exsel ada di sini" batin Tiffany
Sementara exsel merasa ada yang aneh Dengan zhea. Melihat senyum zhea dia bisa menebak ada sesuatu yang terjadi.
"Sebenarnya apa yang ingin nona zhea bicarakan ke nyonya lara. Apa nona ingin memakai nyonya lara menajdi model dari perusahaan anda?"
"Tapi, akan lebih baik juga menggunakan jasa Tiffany saja untuk perusahaan nona. Nona Tiffany mempunyai kemampuan yang luar biasa" ucap klien lainnya
"Sangat di sayangkan saya di sini bukan untuk berbisnis" ucap zhea
"Lalu, untuk apa kamu ke sini zhea?" Ucap Dimas yang sedari tadi diam. Jauh di lubuk hatinya tidak suka dengan kehadiran zhea. Dia takut kliennya akan membatalkan kerja sama mereka dan lebih memilih bekerja sama dengan perusahaan zhea.
"Bisa pinjam remot tv nya?" Ucap zhea
"Lho ke sini cuma mau numpang Nonton tv? CEO macam apaan lho?" Ucap Tiffany
"Tiffany, jaga sikap kamu" bisik Dimas
Zhea melangkah ke arah tv dan Mengambil remot tv. Zhea menghidupkan tv yang mana pemberitaan tentang dia adalah anak kandung lara menjadi pembicaraan.
"Untuk ini" ucap zhea tersenyum remeh ke arah Tiffany. Dia melirik exsel sekilas kemudian kembali menganggap exsel tidak ada di sana.
"Eh, tuan-tuan sebaiknya rapatnya kita tunda dulu" ucap Dimas yang tidak ingin para klien melihat keributan di mansionya
"Baiklah tuan Dimas kami mengerti" ucap para klien beranjak pergi
"Datanglah ke RZ COMPANY untuk membahas kerja sama" ucap zhea
"Pastinya nona" ucap salah satu dari mereka
Setelah semua orang pergi, Zein, Rere,Raka dan el-razka sampai.
"Zhea, ayo pergi. Jangan cari masalah" ucap Zein menarik tangan zhea, namun zhea menghempaskan tangannya.
"Ngapain sih kalian ikutan ke sini? Re, gue udah bilang bawa el-razka pulang kan?" Ucap zhea
"Seharusnya saya yang bertanya, kenapa kamu datang kemari zhea?apa karena kamu tahu akan ada klien dari perusahaan besar yang akan bekerjasama dengan perusahaan kami makanya kamu ke sini untuk merebut mereka?" Ucap Dimas
"Merebut klien? Yang benar saja. Anda pikir perusahaan saya kekurangan klien tuan Dimas. sehingga harus merebut klien anda? Perusahaan saya jauh lebih besar dari perusahaan anda. Jadi, apa yang perlu di perebutkan dari perusahaan anda? Para klien anda yang sangat tertarik untuk bekerjasama dengan saya. Anda bisa lihat sendirikan tadi? Mereka yang menawarkan saya untuk ikut rapat" sombong zhea
SEKAK MATTTT! Dimas tak bisa lagi berkata-kata.
__ADS_1
"Boleh juga nih jiwa sombongnya zhea. Patut di acungi jempol. Bangga deh gue, setidaknya sombong dengan orang yang tepat" batin Rere
"Kelamaan bareng sama Zein nih zhea. Makanya ketularan sombongnya" batin Raka
"Saya ke sini ingin nyonya lara yang terhormat ini untuk tidak mencari Masalah dengan saya" ucap zhea duduk dengan bersidekap dada
"Mencari masalah? Mama rasa apa yang mama lakukan itu bukan masalah zhea. Kamu memang anak mama, memang sepantasnya orang-orang tahu itu"
"Anda mengakui saya sebagai anak, karena uang yang saya hasilkan bukan?. Saya akui saya mempunyai banyak, bahkan sangatttttt banyak uang" ucap zhea menekan kata-katanya.
"Maksud kamu mama mau uang kamu begitu?" Ucap lara meninggikan suaranya
"Itu sudah SANGAT JELAS NYONYA LARA. bukankah Anda meninggalkan saya dan tuan marga dulunya juga karena uang?" Ucap zhea masih tenang
"Jangan keterlaluan kamu zhea. Jika saya memang ingin uang kalian, maka sekarang saya sudah kembali sama papa kamu itu"
"Itu jika anda bisa. Tapi, jangan coba-coba untuk kembali, luka yang anda berikan ke tuan marga itu sangat besar. Mengemis pun anda di depannya tidak akan mengubah apapun. Dan satu lagi, tuan marga sangat mencintai MAMA MUDAKU ITU"
"Jika tuan Dimas bangkrut anda pasti akan mengemis untuk kembali padanya. Ah, rasanya sangat menyenangkan bagi tuan marga jika itu terjadi"
"Apa maksud kamu zhea? Kamu ingin membuat perusahaan saya bangkrut? Kamu tidak sehebat itu zhea dan perusahaan saya tidak akan mudah di hancurkan!" Bentak Dimas
"Saya mungkin tidak bisa. Tapi, Zein dan tuan marga sudah pasti bisa"
"Zheaaa" ucap exsel bermaksud untuk menegur
"Saya tidak lagi berbicara dengan anda dokter exsel Alexander. Anda tidak berkepentingan di sini, dan silahkan pergi" usir zhea. Namun exsel tak bergeming dari tempatnya.
"Saya tidak akan membuat perusahaan anda bangkrut. Dengan syarat, hapus postingan tidak berguna anda itu dan bilang ke media bahwa saya hanya mirip dengan anak anda. Bilang ke media, bahwa anak anda telah mati"
"Apa maksud kamu!"
"Bukankah anda tidak pernah menganggap saya selama ini. Katakan, berapa jumalah uang yang ahrus saya bayar agar anda membereskan masalah ini"
__ADS_1
"Zhea, mama nggak serendah itu ya"
"ANDA BAHKAN LEBIH RENDAH NYONYA LARA. ANDA MENINGGALKAN SUAMI DAN ANAK ANDA DEMI HARTA!" ucap zhea sudah terbawa emosi
"Itu bukan masalah harta. Mama memang nggak cinta lagi sama papa kamu"
"alasan anda sangat tidak masuk akal nyonya lara. Anda pikir saya tidak bisa memahami apa yang terjadi dulu?"
"SUDAH CUKUP ZHEA! MAMA TIDAK AKAN MENGHAPUS APAPUN!"
zhea mengambil remote kemudian melemparnya ke arah tv. Tv itupun seketika pecah, dan semua orang terkejut melihat itu.
"Anda jangan bermain-main dengan saya nyonya lara. SAYA, NGGAK SUDI JADI ANAK ANDA. MENJIJIKKAN!"
PLAKKKKKKKK
satu tamparan keras mendarat di pipi zhea. Sehingga wajah mulus itu memerah.
Exsel ingin mendekati zhea, namun Zein terlebih dulu meriksa wajah zhea.
"Maaf Tante. jangan pakai kekerasan, zhea ini anak Tante. Pantas saja zhea nggak mau di akui anak oleh Tante, karena Tante nggak berperasaan" ucap Zein
"Diam kamu Zein! Ini bukan urusan kamu!"
Zein ingin menjawab namun zhea lebih dulu berbicara "SAYA TIDAK PERNAH BERMIMPI UNTUK TERLAHIR DARI PEREMPUAN SEPERTI ANDA. DAN JIKA BOLEH MEMILIH, LEBIH BAIK SAYA MENJADI YATIM PIATU ATAU MATI SETELAH DI LAHIRKAN, DARI PADA HIDUO SEPERTI INI. ANAK ANDA SUDAH MENINGGAL 15 TAHUN YANG LALU, TEPAT DI HARI ANDA MENINGGALKAN KAMI WAKTU ITU"
"Sebagaimana pun kamu menolak, dan sebesar apapun bencimu, kamu tetap darah dagingku!"
"Saya bukan hanya benci tapi lebih dari itu. KARENA KE PERGIAN ANDA SAYA BUKAN HANYA KEHILANGAN SOSOK IBU TAPI JUGA SOSOK AYAH. BUKAN HANYA JARAK ANDA YANG JAUH, TAPI TUAN MARGA JUGA. KARENA ANDA, TUAN MARGA MENELANTARKAN SAYA. KARENA ANDA SAYA MEMBENCI HUBUNGAN, KARENA ANDA SAYA HILANG CINTA AYAH, DAN KARENA ANDA JUGA HIDUP SAYA HANCUR. KENAPA HARUS MUNCUL DI HADAPAN SAYA? SAYA SNAGAT MEMBENCI ANDA, BAHKAN JIKA MELIHAT ANDA, RASA INGIN MEMBUNUH ITU ADA!"
PLAKKKKKKKK!
SATU TAMPARAN KERAS LAGI MENDARAT DI PIPI ZHEA, BAHKAN SUDUT BIBIRNYA TERLUKA. DIMAS MENAMPAR ZHEA SANGAT KERAS SAMPAI ZHEA TERJATUH KE LANTAI.
Exsel dengan cepat berjongkok di hadapan zhea. Raut wajah zhea berubah merah, dan emosinya sudah memuncak
"Sudahlah zhea, Jangan di teruskan aku mohon. Sekali ini saja" ucap exsel menghapus darah dari sudut bibir zhea. Zhea tidak mengindahkan ucapan exsel dia kembali berdiri
"Jaga ucapan kamu zhea. Kamu boleh benci sama lara, taPi jangan lupa bahwa dia ibu kandung kamu" ucap Dimas demgam suara tinggi.
El-razka yang melihat zhea di tampar dan terjatuh menangis. Dia seakan-akan mengerti jika kakaknya sedang di jahati. Dia ingin mendekat ke arah zhea, tapi Rere menahan tubuhnya
__ADS_1