
Bab 81
"Kalian ngapain lagi masih di sini. Cepat balik" ucap zhea
"Gue mau di sini nemanin lho Zhe. Lagian malas banget pulang ketemu sama sih Rio" ucap Rere
"Lho itu jangan marah-marah terus sama dia. Gimana kalo dia ngambek, Terus pergi"
"Emangnya sih Rio mau pergi kemana. Lagi pula selama ini dia juga nggak pernah tuh pergi-pergi kalo gue marahin dia"
"Yaudah lah terserah lho aja. Dan lho Zein lebih baik lho pulang sekarang. Ini udah malam, gue mau istirahat"
"Baiklah kalau begitu kita pulang dulu"ucap zein
"Lho mau kita antarin pulang" ucap Raka
"Nggak, Gue bisa pulang sendiri" ucap Rere
"Ini udah malam nggak baik cewek pulang sendiri"
"Gue pembalap jika lho lupa"
__ADS_1
"Nggak ada hubungannya pembalap sama bahaya"
"Udah deh, gue bisa pulang sendiri" bentak Rere.
Di lain tempat, Rio mengemasi barang-barangnya ke dalam tas. Dia ingin kembali ke asrama supaya bisa dengan mudah mengurus surat ke pindahannya.
Di saat ingin pergi meninggalkan kos-kosan, Rio bertemu dengan Rere di halaman kos-kosan.
"Lho mau kemana bawa-bawa tas segala" ucap Rere
"Lho balik, gue kira lho bakalan nungguin zhea di rumah sakit"
"Di tanya malah balik nanya"
"Nginap di apartemen? Emangnya lho mau kemana"
"Zhea nggak ada di kos-kosan, nggak baik kalo kita hanya tinggal berdua di dalam sana"
"Ya, nggak apa-apa dong. Zhea juga palingan besok udah keluar dari rumah sakit. Lagian lho ngapain lagi bawa-bawa tas. Lho mau kemana"
"Selama zhea di rumah sakit, gue bakal balik ke asrama. Kita udah dewasa re, kita memiliki batasan. Kita nggak bisa kayak dulu lagi"
__ADS_1
"Lho apaan sih. Selalu aja ngomongin batasan. Kalo lho ingin balik ke asrama ya udah pergi aja sana. Tapi gue bakal tetap di sini"
"Oke. Terserah lho aja" ucap Rio menaiki motornya kemudian beranjak pergi.
"Riooo lho itu kenapa aneh banget sih. Mana nyebelin lagi" teriak Rere kemudian masuk ke dalam kos-kosan.
Rio memberhentikan motornya tidak jauh dari kos-kosannya Niko. Dia menjaga Rere dari kejauhan.
"Kita nggak bisa terus seperti dulu re. Kita udah dewasa, gue nggak mau hanya karena gue dekat sama lho, orang-orang yang mau dekatin lho malah menjauh gara-gara gue. Lho juga harus mandiri sekarang, lho nggak bisa selamanya bergantung pada gue. Karena gue nggak bisa teru berada di samping lho" ucap Rio menatap lekat kos-kosan Niko.
Di lain sisi, zhea keluar dari ruangannya. Dia terkejut mengetahui ruanganya bersebelahan dengan ruangan papanya.
Zhea tidak melihat siapapun di kursi tunggu. Dia kemudian, membuka pelan pintu ruangan Leon dan masuk ke dalamnya dengan hati-hati tanpa bersuara sedikitpun.
Leon masih belum sadarkan diri, sementara cathlin sudah tertidur dengan lelapnya. Hanya El razka yang masih terbangun.
Zhea duduk di samping Leon, menatapnya lekat kemudian memeluk Leon. Ada rasa rindu yang begitu besar di hati zhea kepada Leon, namun dia selalu menutupi perasaannya dengan mengeluarkan kebencian kepada Leon. Pernikahan Leon dan cathlin belum bisa dia terima.
Di saat zhea ingin keluar dari ruangan Leon, tiba-tiba El razka menanggis. Zhea langsung mengendong El razka dan membawanya ke ruangannya.
"Berhentilah menangis, tuan marga sedang sakit sekarang. Sebagai putranya kau harus pengertian, dan mamamu itu mungkin dia kecapek'an. Kau jangan rewel seperti ini" ucap zhea mengelus-elus punggung El razka.
__ADS_1
Baca terus kelanjutan ceritanya ya☺️ dan jangan lupa baca juga karya author yang berjudul "SILENT DEADLY" dan "COLD CEO IN LOVE" YA Reader's tercinta 🙏🏻☺️