
Bab 90
"Gue di suruh dokter exsel nyelesaiin tugas yang ketinggalan. Jadinya gue ke kampus dulu tadi. Udah ya gue capek, mau mandi juga ini makanan untuk kalian berdua gue ke kamar dulu" uacp Rio beranjak pergi ke kamarnya.
Tapi, baru ingin membuka pintu kamarnya Rere berteriak memanggil Rio
"Riooo adinata Pratama" teriak Rere
"Apa lagi" ucap Rio menatap Rere. Namun, Rere membalas dengan tatapan yang tidak bisa di artikan
"Kenapa sih re, teriak-teriak. Budeg nih gue kalo kelamaan duduk di samping lho" ucap zhea
"Yo, lho barusan balapankan? Ngaku deh lho, lho nggak bisa bohong sama gue" ucap rere. Karena dia melihat di Instagram banyak para penggemar mereka memposting foto Rio saat balapan.
"Apaan sih re, gue udah bilang, gue ngerjain tugas" bohong Rio dan mencoba terlihat tenang
"BOHONGGGG! Zhe, lihat ini" ucap Rere memperlihatkan foto-foto Rio yang ebredar di Instagram
"Lho balapan Yo. Dan lho nggak ngasih tahu kita" uacp zhea
__ADS_1
"Kalian ngomongin balapan apaan sih"
"Nih lihat. Masih mau ngeless lho" ucap zhea memperlihatkan HP-nya
"Palingan ini, foto-foto pas gue balapan dulu"
"Ini juga ada siaran langsungnya Yo. Dan lho masih nggak mau ngaku"
"Oke, oke. Gue emang habis balapan" ucap rio berjalan dan duduk di sofa
"Kenapa nggak ngasih tahu kita. Kita bisa support lho Yo" ucap rere
"Iya. kenapa lho nggak ngasih tahu kita Yo" ucap zhea
"Alahhh, tadi malam lho ninggalin gue sendirian di kos-kosan. Dan sekarang, sok-sokan mau jagain kita berdua. Jaga satu orang aja lho nggak becus Yo" ucap Rere
"Terserah deh ya. Terserah kalian aja, ini hadiah dari balapan tadi gue kasih ke kalian berdua. Gue capek dan gue butuh istirahat Sekarang" ucap Rio beranjak pergi dan meletakkan mendali emasnya dan uang senilai 50jt hasil balapannya di meja.
"Ihhh Rio, lho itu nyebelin tahu nggak" ucap Rere melempar amplop yang berisi uang dan tepat mengenai belakang Rio.
__ADS_1
Rio tidak lagi menanggapi kemarahan Rere, dia lebih memilih masuk ke dalam kamar. Sementara uang-uang itu, bertebaran di mana-mana.
"Lho lihat sendiri kan Zhe, Rio itu benar-benar nyebelin" ucap Rere kesal
"Udah, lho sabar dulu. Kasihan Rio nya. Jangan sampai dia juga pergi ninggalin kita, karena sifat lho ini re"
"Emangnya dia mau pergi kemana. Nyusul Niko ke AS gitu, hah nggak mungkin. Rio itu udah pasti di tolak, orang dia nggak bisa apa-apa juga"
"Udah deh re, nggak usah ngeremehin Rio Mulu. Gimana kali dia sakit hati sama omongan lho. Mungkin aja dia pergi nggak ke AS tapi ke negara-negara lainnya"
"Nggak Zhe. Itu cuma pemikiran lho doang. Kita berdua adalah yang terpenting bagi Rio dari dulu emang begitu kan. Dan selamanya akan begitu"
"Tapi, emang Rio rada-rada aneh sih belakangan ini. Semoga cuma firasat gue aja" ucap zhea
"Itu karena selama ini ada Niko yang jagain lho. Sekarang baru tahu kan lho, ada beberapa ngeselinnya seorang Rio adinata Pratama itu"
Sementara itu, Rio baru selesai mandi dan berganti pakaian. Karena sangat lelah, dia menjatuhkan tubuhnya di atas ranjang dengan kkedua tangan merentang.
"Benar-benar melelahkan. Ngadapin Rere selama ini aja udah ngilangin setengah dari kawarasan gue. Dan sekarang di tambah zhea, ampun deh berasa punya dua istri yang nggak mau di madu, kalo ngadepin kemarahan mereka"
__ADS_1
Baca terus kelanjutan ceritanya ya ☺️
baca juga Karya author yang lainnya yang berjudul "COLD CEO IN LOVE" dan "SILENT DEADLY" ya reader's tercinta 🙏🏻☺️