
Bab 141
"Kenapa lagi?"
"Ini buat kamu" ucap exsel memberikan ATM adnan ke zhea
"Lho, bukannya ATM kamu di kasih ke tuan marga kemarin?"
"Ini ATM adnan, aku pinjam buat kamu. Nggak mungkinkan kamu kuliah atau pergi kemana-mana nggak bawa uang"
"Siapa bilang gue nggak punya uang"
"Waktu itu, aku nemuin surat perjanjian pernikahan kamu dan pengusaha itu. Aku yakin,kamu nggak punya uang sekarang. Udah ambil Aja, lagian Minggu depan aku sudah gajian. Jadi, kamu bisa gunain ATM itu sesuai kebutuhan kamu"
"Ambil aja Zhe. Suami lho udah bela-belain pinjam uang ke orang buat menuhin kebutuhan lho" ucap Rere
"Oke deh. Jangan marah, kalo uang yang ada di dalamnya gue habisin dalam satu hari"
Exsel terkekeh mendengar ucapan zhea.
"Udah ketawanya? Kalo udah sana minggir gue mau lewat"
"Oke" exsel lalu mengambil tangan zhea dan meletakkan tangganya di kening zhea.
"Kalo mau pergi tuh, Salim dulu sama suami"
__ADS_1
"Pengantin baru emang beda" ucap Rere
"Ribet banget sih lho, udahkan sana minggir" ketus zhea untuk menutupi kegugupannya.
"Hahaha. Iya-iya. Hati-hati dan jangan ngebut-ngebut" ucap exsel mencium kening zhea sekilas. Menutup pintu mobil dan pergi dari sana.
Sementara zhea, membulatkan matanya terkejut dengan apa yang terjadi.
"Oh My God. Apa-apaan ini. Bisa-bisanya kalian pamer kemesraan di depan gue"
"Apaan sih re" ucap zhea melajukan mobilnya. Berusaha bersikap biasa-biasa saja
"Suami lho emang benar-benar the best Zhe. Tegas gitu sama pelakor"
"Lho nggak tahu aja re, dia itu sumpah deh aneh banget"
"Ya kayak yang lho lihat tadi. Masa gue di suruh bangun pagi-pagi cuma buat nemanin dia makan, terus mau kemana-mana harus ngasih tahu dia. Dan satu lagi, hp gue bahkan di hidupin GPS, agar dia bisa tahu gue dimana aja. Aneh banget nggak sih tuh orang"
"Ya, diakan sekarang suami lho Zhe. Wajar-wajar aja kalo dia kayak gitu. Mungkin, itu salah satu bentuk dia ngejaga lho"
Sementara itu, exsel kembali lagi ke rumah sakit.
"Lah, kok balik lagi sel?"
"Ini udah sore lho, masa lho mau ngambil shif malam juga"
__ADS_1
"Ya nggak apa-apa lah"
"Nggak perlu bekerja keras segininya juga sel. Lho kan udah kerja di dua tempat, kalo udah waktunya istirahat ya istirahat. Jangan di paksain, kalo lho terus-terusan kayak gini, kasihan istri lho nungguin di rumah"
"Kalo zhea ada di rumah gue juga bakalan pulang kali"
"Lah terus istri lho kemana emangnya"
"Zhea itu banyak aktifitas. Baru selesai jam sepuluh malam. Ya dari pada gue di rumah sendirian, dan kepikiran terus sama mama. Lebih baik gue kerja kan"
"Terserah lho deh. Lagian, kalian itu aneh banget, dimana-mana pengantin baru itu ingin berdua-duaan terus. Lah kalian, pada sibuk sama urusan masing-masing"
Di lain tempat, zhea dan Rere sedang mengikuti kelas bela diri.
"Lho yakin re, mau ikutan bela diri"
"Gue udah di sini, bearti gue yakin Zhe. Lagian, nyesel banget dulu, waktu kalian bertiga belajar bela diri gue nggak ikutan"
"Yaudah deh, pelan-pelan aja belajarnya. Jangan di paksa. Gue anterin lho ke kelas pemula"
Zhea mengantar Rere ke kelasnya, Rere dengan semangatnya belajar.
Zhea merekam Rere Yang tengah belajar bela diri itu, pakai hpnya. Kemudian, dia mengirimkan video itu, ke Niko dan Rio.
Setelah, selesai zhea pun beranjak pergi dari sana. Namun, baru beberapa langkah, dia mendengar teriakkan Rere.
__ADS_1
Zhea langsung kembali masuk ke kelas Rere.
"Re, kenapa?"