
Bab 95
Di lain tempat, di restoran ternama bintang lima. Ada beberapa orang yang sudah hampir dua jam menunggu kedatangan zhea. Zein bahkan berkali-kali menelpon zhea, namun tidak di angkat
Mereka adalah, Leon, cathlin, el-razka, Zein dan Sebastian papanya Zein. Sementara mamanya Zein sudah lama meninggal.
"Zein coba kamu hubungi zhea lagi. Sebenarnya dia dimana sekarang. Sebastian maafkan aku, sudah membuatmu dan Zein menunggu lama" ucap leon
"Tidak apa-apa. Biasanya anak perempuan akan lama jika berdandan. Apalagi untuk menemui calon suaminya" ucap Sebastian
"Maaf saya terlambat. Apakah kalian sedang membicarakan saya" ucap zhea yang baru menampakkan diri di hadapan mereka.
Padahal dia sudah berada di restoran itu sedari tadi, tapi dia sengaja tidak menemui mereka dulu.
"Duduk dulu" ucap Zein menarik kursi di sampingnya mempersilahkan zhea duduk.
Zhea menaikan alisnya melihat perlakuan Zein, tidak ingin ambil pusing dia pun langsung duduk.
"Kau dari mana saja, zhea. Kenapa tidak berdandan dulu sebelum ke sini" ucap Leon. Karena zhea hanya menggunakan celana sepan pendek, baju kaos hitam yang di lapisi jaket berukuran selutut dan topi di kepalanya.
__ADS_1
"Apa anda malu tuan marga dengan penampilan saya yang seperti ini"
"Sudah-sudah, tidka usah di bahas lagi. Sekarang zhea sudah ada di sini, mari kita mulai acara makan malamnya" ucap Sebastian
Semua orang kemudian mengambil makanan yang berada di hadapan mereka, Kecuali zhea. Cathlin memasukkan makanan ke piring leon.
"Kamu mau makan apa. Biar aku ambilin" ucap Zein
"Nggak perlu! Gue nggak lapar"
Zein hanya tersenyum kecut mendengar ucapan zhea.
"Sebenarnya apa yang ingin kalian bicarakan, sehingga meminta saya datang ke sini" ucap zhea
"Sayangnya saya tidak punya banyak waktu"
"Memang kau mau kemana lagi? Ini sudah malam kesibukkan apa lagi yang kau punya"
"Hanya istirahat. Saya sangat lelah hari ini, karena setelah selesai latihan saya langsung kemari. Dan itu memakan waktu setengah jam lamanya" bohong zhea padahal hanya perlu waktu 10 menit baginya untuk sampai di restoran itu.
__ADS_1
"Latihan? Latihan apa?" Ucap Sebastian
"Hanya bela diri dan balapan"
"Balapan?" Ucap Sebastian memastikan
"Ya, saya adalah seorang pembalap. Om bisa mencari tahu tentang saya di internet. Dan untuk masalah perjodohan saya dan Zein, apa benar om menyetujuinya?"
"Om sih terserah Zein saja. Karena Zein bilang dia tertarik denganmu, makanya om ingin bertemu denganmu"
Zein rasanya ingin menghilang dari muka bumi. Karena ketahuan bahwa dia berbohong, dengan mengatakan ayahnya ingin cepat-cepat menikahkan mereka beberapa waktu lalu dan kebohongannya pagi tadi, walaupun apa yang dia bilang apagi tadi tidak sepenuhnya berbohong
"Ohh, sepeti itu. Tapi om, saya yang tidak tertarik sedkit pun pada Zein" ucap zhea melihat ke arah Zein yang hanya tertunduk
"Kenapa? Apa kamu tidak tahu, berapa banyaknya para gadis yang ingin menikah dengan Zein. Hanya karena Zein tertarik padamu dan papamu rekan kerjaku, kamu tidak bisa merendahkan Zein seperti ini. Apa aku tidak tahu kami ini dari keluarga mana?"
"Mohon maaf sebelumnya om. Bukan maksud saya untuk merendahkan Zein ataupun om. Tapi..."
"Sudah zhea, hentikan omonganmu" ucap Leon dengan tatapan tajam
__ADS_1
"Saya belum selesai berbicara kenapa saya harus berhenti. Lagi pula, saya berbicara sama om bukan dengan anda tuan marga. Jika anda tidak menyukai pembicaraan kami, anda bisa tutup telinga ataupun pergi dari sini"
Baca terus kelanjutan ceritanya ya ☺️ dan jangan lupa baca juga Karya author yang berjudul "COLD CEO IN LOVE" dan "SILENT DEADLY" ya reader's tercinta ☺️🙏🏻