
Bab 186
Setelah puas bermain-main, tibalah saatnya zhea, exsel, Rere dan Adnan kembali ke Jakarta.
Mereka semua berada di bandara, menunggu penerbangan.
"Kita balik dulu, kalian baik-baik di sini, dan jaga kesehatan" ucap zhea memeluk kedua sahabatnya cowoknya itu.
"Iya-iya. Lho juga, kalo ada apa-apa cerita sama kita" ucap Niko
"Adek kecil gue, sekarang udah gede aja" ucap Rio mengelus-elus rambut zhea
Zhea mencubit pinggang Rio "kita tuh cuma beda 6 bulan. Nggak usah berlagak sok tuan lho sepuluh tahun dari gue" ucapnya
"Hahahaha, iya deh"
"Re, lho nggak mau meluk kita dulu?" Ucap Niko
"Nggak. Gue benci perpisahan!" Ketus Rere
Niko tak ambil hati karena dia memahami sifat Rere. Tapi tidak dengan Rio, awalnya Rere hanya nggak mau meluk dia doang, sekarang saat ada Adnan dia nggak mau meluk Niko juga. Apa dia takut pacarnya marah? Atau dia lagi menjaga perasaan pacaran? Itulah yang di pikirkan Rio.
"Lex, apa boleh gue peluk lho?" Ucap celline
"Ya nggak..." Ucapan Rere terhenti, ketika Adnan menyenggol tangannya
__ADS_1
"Bolehkan Lex? Ini terakhir kalinya, walaupun gue nggak Rela lho udah nikah tapi gue coba ikhlasin lho. Bolehkan Lex gue peluk lho sebagai teman, zhea juga meluk Rio dan Niko karena mereka teman. Apa gue juga boleh meluk lho, kayak yang di lakukan mereka" ucap cellin. Namun exsel hanya diam
"Wahhh, sepupu gue emang hebat" batin Tasya
",Lex, lho mau kan temanan sama gue?"
"Heum"
"Kalo gitu gue boleh dong peluk lho"
"Sorry nggak bisa Cell"
"Kenapa?"
"Astaga Drama banget sih nih dua orang. Udah buat gue sama Rere balik cepat, sekarang harus nonton drama sad ending gitu" batin zhea yang malas dengan suasana di sana.
"5 menit lagi penerbangan. Kalo mau peluk ya peluk aja. Sekalian kalo mau nikah juga nggak apa-apa" ucap zhea,beranjak pergi dan menarik Rere ikut dengannya.
Celline pun langsung berlari memeluk exsel. Sementara exsel tidak membalas pelukannya, dia malah melihat zhea yang pergi.
"Oh iya..." Ucap zhea membalikkan badannya dan ucapannya terhenti ketika melihat celline memeluk exsel. Ada rasa jengkel saat dia melihatnya.
"Ada apa zhe" tanya Rere
"Niko, Rio kalian pasti balik kan akhir semester nanti"
__ADS_1
"Pastinya. Kita nggak mungkin ngelewatin ulang tahun lho" ucap Niko
"Nggak adil banget sih lho nik. Saat gue ulang tahun kalian nyuruh gue ngerayain sama orang tua gue, pilih kasih lho!" ucap rere.
"Kumat deh" ucap zhea
"Dah lah males gue sama kalian!" Ucap Rere kemudian melangkah mendekati Adnan
"Eh mau kemana lho! Mau lho ketinggalan pesawat" ucap zhea
"Ayo kita pergi" ucap Rere menarik Adnan mengikutinya.
Zhea dan Niko hanya menggelengkan kepala, sementara Rio hanya menatap mereka penuh arti.
Zhea, exsel,Rere dan Adnan masuk ke dlam pesawat. Zhea dan exsel duduk berdampingan di belakang Rere dan Adnan.
Pesawat pun lepas landas.
Hening, tidak ada pembicaraan apapun antara mereka berempat. Zhea dan Rere memilih untuk tidur.
Exsel yang melihat zhea tertidur pulas, melepaskan seragam dokternya dan menyelimuti zhea. Dia lalu mengenggam tangan zhea dan ikut tidur.
Adnan tersenyum tipis melihat exsel dan zhea "semoga aja pernikahan kalian berakhir dengan bahagia" batinnya.
3 jam kemudian, Rere terbangun karena ingin ke toilet. Awalnya dia ingin membangunkan zhea untuk menemaninya. Tapi di batalkannya karena melihat exsel dan zhea yang tertidur pulas, dengan exsel menyenderkan kepalanya di bahu zhea. Rere pun mengambil foto mereka berdua.
__ADS_1