BAD GIRL

BAD GIRL
B193


__ADS_3

B193


"Jadi, zhea itu trauma gelap?"


"Bisa di bilang begitu"


"Kalo gitu, kita barengan aja ke ruang exsel. Gue juga harus kasih tahu exsel, exsel pasti nggak tahu tentang ini kan"


"Gue rasa dokter exsel juga nggak tahu. Karena emang dari dulu, zhea nggak pernah mau menceritakan tentang traumanya itu pada siapapun"


Tiffany dan silya awalnya ingin mengambil dompet Tiffany di kelas, tapi mereka mengurungkan niatnya dan mendengarkan semua pembicaraan Rere dan Adnan.


"Jadi, sodara tiri lho itu trauma gelap" ucap silya


"Sekarang kita tahu kelemahannya, dan kita bisa dengan mudah balas dendam ke dia"


"Gue setuju. Gue juga benci banget sama sih zhea kampret itu. Apa lho punya ide?"


 


Adnan dan Rere baru sampai di rumah exsel. Karena Adnan sudah terbiasa ke rumah exsel, dia langsung masuk tanpa mengetuk pintu dulu.


"Eh ketuk dulu pintunya, main masuk aja, nggak sopan banget"ucap Rere sambil terus mengikuti langkah Adnan


"Udah biasa gue"


Zhea yang tiduran di sofa, sambil nonton tv pun melihat ke sumber suara. Sementara exsel, duduk di sofa lain fokus ke laptopnya.


"Zhe, lho nggak apa-apa kan?" Ucap Rere meletakkan buah-buahan yang di bawahnya ke meja, lalu duduk di samping zhea. Sementara zhea beralih duduk.


"Kayak yang lho lihat" sahut zhea.


"Dari itu gue nanya, lho nggak apa-apa?"


"Lho ngomongin apaan sih re"


"Aneh" ucap Rere lalu meletakkan tangganya di dahi zhea untuk memeriksa suhu tubuh zhea.


"Apaan sih re, lho tuh yang aneh" ucap Zhe menepis tangan Rere


Rere lalu meletakkan tangganya di dahinya.


"Apaan sih re, lho tuh yang aneh"


"Tubuh lho nggak panas-panas amat. Tapi kok lho nggak normal, masa demam sehari lho langsung berubah"


"Lho ngomongin apaan sih re? Nggak normal? Maksud lho gue gila gitu?"


"Iya Rere, maksud kamu nggak normal apa?" Sahut exsel


"Gini lho dok. Selama gue sahabatan sama zhea, baru kali ini gue liat zhea nonton tv. Benaran deh, makanya gue ngerasa aneh aja gitu"


"CK, lebay lho kayak nggak pernah liat orang nonton tv aja" ucap Adnan


"Eh gue nggak bohong ya. Belasan tahun lamanya gue sahabatan sama dia ini pertama kalinya gue liat zhea nonton tv, jangankan tv di ajak nonton bioskop aja dia nggak pernah mau. Makanya gue ngerasa aneh gitu"


"Masa sih? Ada ya cewek yang nggak suka nonton. Terlebih lagi, cewek-cewek tuh kan kebanyakan suka nonton Drakor"ucap adnan


"Apa yang di omongin Rere itu benar. Tapi, bukan bearti gue nggak pernah nonton apapun, gue juga nonton, tapi di hp. Gue cuma nonton yang mengenai balapan, silat dan live nya Rio, Niko sama Rere doang" jelas zhea


"Kalian dengar sendiri kan"

__ADS_1


Exsel dan Adnan hanya mengangguk.


"Oh iya Zhe, ada yang pengen gue tanya sama lho. Kenapa lho bisa demam? Apa karena mimpi lagi?"


"Ikut gue" ucap zhea menarik Rere keluar dari rumah.


"Zhea, ngapain keluar.kamu itu masih demam" ucap exsel


"Bentar doang"


Exsel hanya menghela nafas kasar.


"Sel, ada yang pengen gue kasih tahu sama lho" ucap Adnan setelah Rere dan zhea tak terlihat lagi


"Apa? Apa ada masalah di kampus?"


"Berada di parkiran kampus aja, udah masalah bagi gue"


"Hahahaha, ya sorry"


"Ini tentang zhea"


"Apa?"


"Apa lho tau Zhea punya trauma dan nggak bisa berada di ruang tertutup dan gelap"


"Gue udah tahu masalah itu"


"Serius? Apa zhea yang cerita"


"Zhea sempat cerita, tapi sebelum dia cerita gue juga udah tahu"


"Baguslah kalo gitu. Gimana tentang mimpi, apa dia juga cerita"


"Kata Rere, dulu zhea sering mimpiin kejadian yang membuatnya trauma. Bahkan dia bisa sakit 1 bulan lamanya ketika memimpikan itu"


"Lho yakin?"


"Masa gue bercanda sel. Ini Rere sendiri yang bilang ke gue. Dan rere nggak mungkin bohong dong soal masalah yang serius kayak gini"


"Benar juga. Makasih ya informasinya"


"Santai aja, lebih baik lho pastiin rumah lho ini tetap terang walaupun terjadi pemadaman listrik"


"Gue pasti bakalan ngelakuin yang terbaik buat istri gue"


Zhea dan Rere berada di halaman rumah exsel.


"Lho ngapain bawa gue ke sini Zhe, bukannya jawab pertanyaan gue tadi"


"Makanya gue bawa lho ke sini"


"Kenapa nggak di dalam aja coba?, Di sini tuh banyak nyamuk tahu"


"Gue nggak mau mereka dengarin pembicaraan kita"


"Kenapa?"


"Lho tahu sendiri alasannya apa"


"Ok, gue ngerti. Sekarang jawab pertanyaan gue tadi"

__ADS_1


"Lho benar re, mimpi itu penyebab gue sakit"


"Benar kan dugaan gue. Tapi kan, mimpi itu udah lama banget nggak ngehantuin lho lagi. Sekarang kok balik lagi"


"Gue juga nggak tahu, pertama kali gue mimpiin itu, pas kita di pesawat. tadi malam juga gue mimpiin itu lagi"


"Ini nggak bisa di biarin kayak gini Zhe. Kita harus mengatasi masalah trauma lho ini"


"Menurut lho gue mau kayak gini"


"Gue temanin lho ke psikolog, gimana?"


"Gue nggak mau, gue itu masih waras re"


"Ke psikolog itu, bukan berarti lho gila zhea. Orang gila juga di rawatnya di rumah sakit jiwa"


Mobil Tiffany masuk ke perkarangan rumah exsel. Tiffany dan silya langsung masuk ke rumah.


"Eh, ngapain tuh duo ulat bulu ke rumah kalian" ucap Rere


"Kalo aku tahu ya samperin".


Zhea dan Rere akhirnya kembali amsuk ke rumah.


"Kak exsel" ucap Tiffany langsung duduk di samping exsel.


"Tiffany, ngapain kamu di sini"


"Ya buat belajar lah. Udah 4 hari lho kak, aku nggak lihat kakak, dan kita nggak belajar sama kakak"


"Tapi zhea lagi sakit tif"


"Kak Adnan juga ada di sini" ucap silya mendekati Adnan


Adnan yang sebelumnya berfokus ke hp, kini beralih melihat ke arah silya


"Kaku ngapain di sini" ucap Adnan


"Nemanin Tiffany belajar. Kita tuh benar-benar jodoh tahu nggak kak. Dimana pun itu, kita selalu bertemu. Kayaknya semesta benar-benar merestui kita"


"HEM HEM HEM" Rere berdehem keras.


"Eh, sayang. Ngobrolnya udah" ucap adnan langsung beranjak berdiri di samping Rere.


"Udah kok baby. Tapi sekarang aku lapar" ucap Rere manja


"Kebetulan tadi aku masak sup ayam. Jika mau makan, di angetin aja" ucap exsel


"Kalo gitu biar aku aja yang panasin supny kak. Sekalian aku mau cicipin masakan kakak" sahut Tiffany langsung nyelonong ke dapur.


"Dasar ulat bulu ya. Yang di tawarin siapa, malah dia yang mau makan. Sumpah ya, gue nggak bakalan makan tuh makanan yang di panasin Tiffany" ucap Rere sinis


"Kalo gitu, kita makan buah aja gimana. Kebetulan, aku juga lagi pengen makan buah" ucap Adnan


"Tiffany panasin makanannya aja nggak Rere makan. Apalagi kalo gue yang kupasin buah, otomatis dia bakalan nolak dong. Ini ke sempatan gue buat narik perhatian kak Adnan siapa tahu bisa saling suap-suapan" batin silya.


"Kalo gitu biar aku aja yang potongin buahnya. Kak Adnan tunggu di sini aja. Buahnya ada di kulkas kan?" Ucap silya langsung pergi ke dapur tanpa menunggu jawaban dari mereka.


"Si najis lagi cari perhatian tuh" ucap Rere mendudukkan dirinya di sofa.


"Lagian kalian berdua tuh aneh tahu nggak, sayang-sayangan, baby-baby an" sahut Rere

__ADS_1


"Tahu nih mereka. Yang nikah siapa yang pamer ke romantisan siapa" ucap rere


__ADS_2