
Bab 113
Exsel langsung membaca dokumen itu.
"Jadi, dia yang donorin ginjal buat mama"
"Iya sel. Gue udah bilang sama dia buat dia mikir-mikir dulu buat donorin darah. Terlebih lagi dia itu cewek, tidak mudah hidup dengan satu ginjal. Tali dia tetap kekeh ingin donorin ginjalnya buat Tante"
"Kenapa lho baru ngasih tahu sekarang"
"Karena gue udah janji sama zhea buat ngerahasiain ini dari lho. Tapi, karena Tante juga udah nggak ada gue pikir lho harus tahu ini. Apalagi melihat lho dan zhea yang terlihat nggak akur tiap bertemu, gue nggak mau lho ngebenci orang yang udah berbuat banyak buat keluarga lho. Dan dia juga terlihat sangat menyanyangi Tante. Gue pergi dulu, mau ngecek keadaan pasien" ucap adnan, menepuk bahu exsel kemudian beranjak pergi.
Exsel mencoba menghubungi zhea, namun zhea yang sudah berada di rumah sakit itu, dan ponselnya tertinggal di mobil, otomatis tidak bisa menerima panggilan telpon dari exsel.
Karena panggilan telponnya tidak di jawab, exsel keluar untuk mencarinya.
Namun, pucuk di cinta ulan pun tiba. Exsel bertemu dengan zhea di lobby rumah sakit.
Exsel langsung memeluk erat zhea. Zhea yang tidak tahu apa-apa pun kaget.
"Kau kenapa?" Ucap zhea mencoba melepaskan pelukan exsel. Namun, exsel malah memeluknya bertambah erat.
"Maaf dan terimakasih" ucap exsel
"Maaf, terimakasih untuk apa" ucap zhea kebingungan
"Untuk semuanya"
"Aku tidak mengerti apa yang kau bicarakan. Lepaskan aku, aku buru-buru"
Exsel melepaskan pelukannya kemudian berucap "mau kemana"
__ADS_1
"Bukan urusan lho" ucap zhea beranjak pergi menemui kepala rumah sakit, diikuti oleh exsel.
------
Sementara itu, di bagian lain negara. Rere yang baru turun dari pesawat langsung melesat ke kos-kosannya Niko.
Rere mengetuk-ngetuk pintu kos-kosan Niko dengan kasar.
"Rio keluar. Riooo!" Teriak Rere
Niko membukakan pintu, dan terkejut melihat Rere.
"Lho, re. Kenapa balik lagi ke sini?" Ucap Niko
"Rio mana?"
"Rio? Dia kan udah balik kemaren sama kalian"
"Rioo dimana nik?
"Jangan bohong!" Teriak Rere. Mendorong badan Niko, dan mencari-cari Rio di sana. Sepertinya orang gila.
"Rioo"
"Rioo. Keluar nggak lho" ucap Rere membuka semua ruangan kos-kosan Niko, dan hasilnya nihil. Karena, Rio tidak ada di sana.
"Sebenarnya ada apa sih re?" Ucap Niko kebingungan
"Rio pergi Nik" ucap Rere lemas jatuh ke lantai sambil menangis
"Pergi? Maksudnya bagaimana?"
__ADS_1
"Gue juga nggak tahu. Tadi pagi, zhea nelpon. Dia bilang, Rio pindah kuliah di sini"
"Emangnya lho dimana, waktu Rio pergi"
"Gue pergi, Ketemu sama mama papa!"
"Tapi, jika Rio memang pindah ke sini, dia nggak mungkin nggak cerita dong sama kita."
"Lho juga nggak tahu dia pindah ke sini"
"Nggak re sumpah!" Ucap Rio memperlihatkan di jarinya.
Rio yang baru sampai di kos-kosan Niko pun terkejut melihat Rere ada di sana. Karena jarak antara negara orang tua Rere lebih dekat ke AS, di bandingkan Indonesia. Itulah sebabnya, Rere lebih dulu sampai ke AS di bandingkan Rio
"Rere. Lho kok ada di sini?" Ucap Rio
Rere yang melihat Rio pun langsung naik pitam.
"Lho nanya kenapa gue ada disini. Lho nyadar nggak, lho penyebabnya gue ada di sini"
"Jadi, lho benaran pindah kuliah di sini Yo?" Tanya Niko. Hanya di jawab dengan anggukan oleh Rio.
"Kenapa hah, kenapa? Kenapa tiba-tiba mau pindah kuliah di sini?" Teriak rere
"Gue cuma mau dekat sama Niko"
"Basi tahu nggak. Oh, atau jangan-jangan lho sengaja pindah kuliah di sini karena Tasya kemaren iya? Lho suka kan sama dia"
"Re. Lho ngomong apaan sih? Kok malah jadi ngomongin Tasya"
"Aalah ngaku deh Yo. Lho ninggalin gue sama zhea, pergi tanpa pamit karena cewek itu kan!"
__ADS_1
Baca terus kelanjutan ceritanya ya ☺️
DAN jangan lupa baca juga Karya author yang berjudul "COLD CEO IN LOVE" dan "SILENT DEADLY" ya reader's tercinta🙏🏻☺️