
Bab 73
Zhea sampai di sirkuit, dan di sana sudah ada Zein dan Raka.
"Ngapain kalian di sini"
,"Bukankah kau bilang akan balapan besok. Jadi, aku pikir kau pasti akan latihan hari ini. Dan ternyata tebakan ku benar bukan" ucap Zein
Zhea hanya tersenyum semirk lalu beranjak pergi ke sirkuit memulai latihannya.
30 menit kemudian, Rere dan Rio pun ikut bergabung latihan.
"Jika gue menang juara pertama, kita akan Ke AS latihan barang Niko di sana" ucap Rere
"Masih ada zhea, jadi jangan mimpi terlalu jauh" ucap Rio
"Lho juga selalu nomor dua kalo ada Niko"
"Itu beda cerita".
"Beda apanya, orang sama aja"
Mereka bertiga berputar-putar mengelilingi sirkuit selama 3 jam.
"Yo, lho jadi wasit. Gue mau aduh kecepatan sama zhea" ucap Rere
"Okee" ucap Rio kemudian turun dari motornya, dan berdiri di tengah-tengah
"One"
"Two"
__ADS_1
"Three"
Zhea dan Rere pun, memulai balapan mereka.
Sudah tiga kali putaran,Tiba-tiba Rere kehilangan keseimbangan hingga akhirnya dia terjatuh dari motor dan terguling-guling di sirkuit.
Dengan cepat Rio, zhea, Zein dan Raka berlari menghampirinya.
Rio melepaskannya helm Rere "lho nggak apa-apa" ucapnya
"Nggak apa-apa gimana. Dia itu terpental jauh, lebih baik kita bawa dia kerumah sakit sekarang" ucap Raka tanpa aba-aba mengendong Rere membawanya masuk ke dalam mobil, diikuti oleh Zein.
Zhea dan Rio hanya menatap kepergian mobil itu.
"Lebih baik lho ke kampus sekarang. Biar gue yang susul sih Rere"
"Gue bakal latihan 1 jam lagi" ucap zhea
"Iya, iya. Sekarang kita ke rumah sakit aja"
"No!. Lho ke kampus Sekarang, 15 menit lagi kelas di mulai. Dan bilangin sama dokter exsel, mungkin kita akan telat masuk kelas"
"Oke. Lho juga hati-hati. Rere keliatannya juga nggak apa-apa"
Rio hanya mengangguk lalu bergegas menaiki motornya dan beranjak pergi.
"Mereka pasti bawa Rere ke rumah sakit terdekat" batin Rio lalu menambahkan kecepatan motornya.
Rio sampai di rumah sakit terdekat, dia bertanya kepada resepsionis atas nama Rere. Setelah mengetahui Rere berada di kamar no 17, dia pun bergegas masuk ke kamar itu.
Saat melihat Raka yang begitu perhatian kepada Rere, Rio mengurungkan niatnya untuk masuk ke ruangan Rere.
__ADS_1
Rio beranjak pergi dari rumah sakit itu, di lobby rumah sakit dia bertemu dengan Zein.
"Lho mau jengukin Rere" ucap Zein
"Tadinya. Tapi sekarang, gue lagi buru-buru" ucap Rio lalu bergegas pergi dari sana.
Zein memasuki ruangan Rere "tadi, temanmu yang cowok ke sini. Tapi, udah pergi lagi. Katanya buru-buru" ucapnya
"Rio ke sini tapi nggak temuin gue. Emangnya apa yang buat dia buru-buru kalo bukan gue" ucap Rere kesal
"Mungkin mau ketemu pacarnya kali" ucap Raka
"Mana mungkin, orang-orang taunya dia itu pacar gue"
"Kalian pacaran"
"No! Hanya pasangan balapan"
"Bearti lho jomblo dong. Jadi, nggak apa-apakan kalo misalkan kita lebih dekat lagi"
"Apa-apaan sih"
Zhea sampai di universitasnya. Dia berlari memasukki kelas, untung saja dia lebih sampai di kelas dari pada exsel.
"Dokter masih ngajar di sini. Syukurlah, akhirnya dokter nggak jadi keluar" ucap salah satu mahasiswi
Sesaat kemudian, kelas menjadi ribut karena kedatangan exsel.
"Baiklah terimalah karena kalian masih menerimaku. Sekarang kita mulai pelajarannya. Oh iya, zhea kemana ke dua temanmu? Apa mereka tidak masuk hari ini" ucap exsel yang tidak melihat Rere dan Rio di kelas.
"Saat latihan di sirkuit, Rere mengalami kecelakaan. Jika memungkinkan, nanti mereka akan datang meski terlambat"
__ADS_1
Baca terus kelanjutan ceritanya ya☺️ dan jangan lupa baca juga karya author yang berjudul "SILENT DEADLY" dan "COLD CEO IN LOVE" YA Reader's tercinta 🙏🏻☺️