BAD GIRL

BAD GIRL
BAB 138


__ADS_3

Bab 138


Hari beranjak pagi, exsel sudah rapih dengan pakaian dokternya.


Exsel membuka kulkas, untuk memasak.


"Untung bahan makanan masih ada. Kalo nggak ribet juga urusannya. Aku dan zhea kan sama-sama nggak megang uang sepeserpun sekarang".


Exsel pun sibuk dengan acara memasaknya. Zhea yang mencium aroma masakan pun terbangun dari tidurnya.


"Siapa sih yang masak pagi-pagi kayak gini" ucap zhea kemudian beranjak keluar dari kamarnya menuju dapur.


"Masak apa?" Ucap zhea duduk di atas meja makan


"Udah bangun, mandi dulu, habis itu kita makan" ucap exsel yang masih sibuk dengan masakannya.


"Lho aja yang makan, gue nggak biasa makan pagi-pagi. Mendingan gue lanjut tidur aja"


"Eh, tunggu. Masa udah bangun tidur lagi. Kalo nggak biasa makan pagi-pagi, mulai sekarang di biasain. Udah sana mandi, abis itu makan. Bentar lagi, makanannya juga masak"


"Sekarang jam berapa sih?"


"Hampir jam tujuh"


"Ya elah masih pagi banget. Udah ah gue mau lanjut tidur. Lagian, kelas juga di mulai jam sepuluh. Lumayankan tidur tiga jam lagi"


"Mulai sekarang biasain bangun pagi-pagi. Dan sarapan bersama"


"Iya-iya ah" ucap zhea dengan malas melangkah ke kamarnya dan mandi.

__ADS_1


Sementara exsel hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah zhea.


Exsel menyiapkan makanan di atas meja. Tak lama kemudian zhea pun bergabung. Zhea hanya memandangi makanan itu tanpa menyentuhnya sedikitpun.


"Kenapa? Nggak suka sama makanannya? Kok cuma di lihatin doang" Tanya exsel


"Nggak bukan gitu. Gue hanya nggak biasa aja makan pagi-pagi"


"Kalo nggak biasa, mulai sekarang di biasain" ucap exsel memasukkan makanan di piring zhea.


Zhea bukannya makan, malah melihat exsel lekat-lekat.


"Kenapa? Suami lho ganteng banget ya, nggak kedip gitu lihatnya" ucap exsel kemudian terkekeh


"CK" ucap zhea memutar bola matanya.


Merekapun makan bersama.


Zhea hanya mengangguk menanggapi ucapan exsel.


"Gimana kalo kamu ikut aku ke rumah sakit"


"Lah ngapain"


"Nggak ngapa-ngapain sih. Takutnya nanti, kalo aku tinggal kamunya lanjut tidur, dan Akhirnya nggak kuliah"


"Gue pasti kuliah lho tenang aja. Gue juga baru ingat, 1 jam lagi gue harus latihan"


"Latihan apa?"

__ADS_1


"Balap mobil"


"Kamu juga ikut balapan mobil"


"Heum"


"Asal nggak telat aja ke kampusnya"


"Oh iya, gue biasanya pulang sekitar jam delapan sampai jam sepuluh malam"


"Heum. Boleh pinjam hpnya". Ucap exsel, yang sebenarnya exsel sudah tahu kesibukan zhea.


"Buat apa"


"Bentar aja" ucap exsel mengambil hp zhea. Kemudian menyambungkan GPS di hp zhea dan hpnya. Agar dia tahu kemana zhea pergi.


"Udah. Hp lho kok, nggak pakai password" ucap exsel mengembalikan hp zhea ke tempat semula


"Nggak penting"


"Hp lho udah gue aktifin GPs nya. Agar gue tahu kemana lho pergi"


"Segitunya banget ya"


"Kenapa? Nggak suka. Sekarang, kamu itu istri aku. Kemanapun kamu pergi, harus kasih tahu aku dulu"


"Ribet"


"Ribet apanya sih Zhe. Tinggal telpon atau bilang aja, apa susahnya."

__ADS_1


"Terserah lho deh"


"Aku lakuin itu buat ngejaga kamu Zhe. Karena kamu pulangnya malam aku takut terjadi sesuatu sama kamu. Lagian, cuma kamu satu-satunya yang aku punya sekarang. Sejak kepergian mama, aku benar-benar merasa hampa. Dan sekarang, sudah ada kamu. Jadi, aku ingin ngejaga kamu sebaik-baiknya. Nggak peduli, kamu anggap aku apa atau malah merasa aneh. Tapi, bagiku kamu adalah istriku dan aku akan melakukan semua kewajiban sebagai seorang suami. Mau kamu anggap aku sebagai suami ataupun tidak, aku tidak peduli. Karena, pernikahan kita ini bisa di bilang nggak di harapkan. Semuanya terjadi begitu saja"


__ADS_2