BAD GIRL

BAD GIRL
Boneka Kelinci


__ADS_3

Bab 94


"Nggak apa-apa Sekali-kali nyenangin lho. Anggap aja lho lagi beruntung sekarang, karena zhea nggak ikut. Kalo zhea ikut, yah terpaksa lho harus beli barang yang lebih murah"


"Iya juga sih. Gue harus berterimakasih nih sama zhea. Eh, tapi zhea nggak akan cemburukan dengan gue nantinya"


"Zhea itu nggak kayak lho, yang cemburuan. Lagi pula, uang dia itu banyak dia bisa beli apapun. Dan satu lagi, dia itu nggak suka belanja layak lho"


"Ihh ngeselin banget sih loh. Buat gue badmood aja tahu nggak" ucap Rere kesal


"Iya deh iya sorry. Gitu aja ngambek, orang itu kenyataannya juga. Sekarang mau kemana lagi nih?"


"Sekarang jama berapa"


"Sembilan"


"Mau kemana lagi ya" ucap zhea berpikir dengan mengetuk-ngetuk dahinya pelan. Sementara Rio, di repotkan denga. Barang-barang belanjaannya.


"Gimana kalo kita main permainan yang ada di mall ini aja. Kan dulu, pas masih SMA kita sering main ke sini" usul Rio


"Ahh benar juga. Yaudah Yok"


Mereka menitipkan belanjaan Rere ke kasir, kemudian beranjak ke tempat permainan.


Mereka memainkan berbagai permainan, memanah, mesin capit, seluncuran, mandi bola, main melempar bola basket, memasuki rumah hantu dan berbagai permainan lainnya.

__ADS_1


Rere mendapatkan banyak boneka berukuran sedang dari permainan mereka.


"Udah aja capek, kita pulang aja yuk" ajak Rio


"Gue setuju. Tapi gue nggak mau boneka-boneka ini. Gimana kalo kita tukar Dengan satu boneka yang besar"


"Yaudah ayo"


Mereka lalu menawarkan beberapa boneka kecil itu untuk di tukar dengan boneka yang besar di toko boneka.


Namun, pemilik toko itu tidak mau menukarnya.


"Yah gimana dong. Padahal gue pengen banget boneka yang besar biar bisa di peluk. Boneka gue ketinggalan di apartemen"


"Lho mau yang mana ambil aja" ucap Rio


"Yaudah lho kasih aja, gue tungguin di sini"


Rere langsung menghampiri anak-anak itu dan membagikan boneka-bonekanya. Sementara itu, Rio memikirkan boneka seperti apa yang Rere sukai.


Rio ingat, saat mereka masih SMA dulu Rere sangat ingin membeli boneka kelinci yang sangat besar. Dulu, Rio tidak bisa membelinya.


"Tolong berikan padaku boneka kelinci warna pink yang besar itu". Pemilik toko pun memberikan boneka yang di maksud oleh Rio


"Berapa harganya?"

__ADS_1


"Satu juta dua ratu lima puluh. Pasti pacarnya suka nih, kalo mas beliin boneka ini. Yang tadi pacarnya mas kan?"


"Dia sudah seperti saudara bagiku"


"Sayang sekali, padahal jika kalian pacaran apa lagi sampai menikah, kalian terlihat sangat cocok"


"Kita masih muda" ucap Rio langsung membayar boneka itu, kemudian beranjak mendekati Rere.


"Sudah selesai bagiin bonekanya"


"Udah"


"Sekarang, gue yang kasih boneka ini ke lho" ucap Rio mengeluarkan boneka besar yang dia sembunyikan di belakangnya itu


"Lho beliin ini buat gue. Kan gue udah bilang, nggak usah"


"Nggak apa-apa. Ini karena lho udah baik mau bagi-bagi boneka Sama mereka. Dan ini balasannya buat lho, teruslah berbagi dan jadi orang yang baik. Oke" ucap Rio mengacak-acak rambut Rere


"Makasih" ucap Rere mengambil boneka itu, kemudian memeluk Rio


"Sekarang mau kemana lagi?" Ucap Rio membalas pelukan Rere


"Kita pulang aja, gue udah capek. Di lain ahri kan bisa jalan-jalan lagi. Lagian bukannya lho bilang tadi udah capek" ucap Rere mendongak ke atas melihat wajah Rio


"Iya juga sih. Yaudahlah yok kita pulang"

__ADS_1


Baca terus kelanjutan ceritanya ya ☺️ dan jangan lupa baca juga Karya author yang berjudul "COLD CEO IN LOVE" dan "SILENT DEADLY" ya reader's tercinta ☺️🙏🏻


__ADS_2