BAD GIRL

BAD GIRL
BAB 230


__ADS_3

Bab 230


Exsel mengambil berkas itu membukanya sekilas, setelah dia tahu itu surat perceraian dia pun menutupnya kembali.


"Ada lagi yang ingin kamu sampaikan zhe?"


. Zhea hanya menggelengkan kepala.


"Beri satu alasan yang masuk akal, maka aku akan mengikuti kemauanmu"


"Ka-kamu setuju untuk bercerai" ucap zhea terbatah-batah menatap lekat exsel


"Seperti yang kamu inginkan, bercerai dengan ku dan menikah dengan Zein, betul?"


"Tidak akan ada lagi pernikahan sel"


"Kamu yakin? Tapi menurutku itu pasti bakal terjadi" ucap exsel tersenyum, dia lalu kembali membaca surat perceraian itu." Kamu belum menjawab pertanyaanku Zhe" sambungnya


"Ini adalah yang terbaik sel. Kalo kita tetap bersama, mereka akan terus mengejar-ngejar kita. Aku nggak mau kejadian terakhir kali terulang kembali. Mereka bisa melakukan apapun sel, termasuk merusak rumah Tante sarah"


"Dia mamaku Zhe. Dia juga mertuamu. Kenapa kamu memanggilnya Tante? Apa pernikahan kita nggak ada artinya sama sekali Zhe?"


"Aku hanya ingin kamu menjalani hidup dengan tenang sel. Setelah kita bercerai kamu bisa menikah dengan orang yang kamu cintai dan hidup bahagia"


"Aku sudah menikah dengan orang yang aku cintai. Sekarang katakan, dengan siapa lagi aku akan menikah?"


"Sel..." ucap zhea lirih dan sekarang dia bingung harus bagaimana


"Aku pikir selama ini kamu bisa merasakan cintaku padamu tanpa aku mengatakannya. Tapi aku salah, karena kamu adalah orang yang mati rasa. Baiklah, akan aku katakan padamu, aku benar-benar menyayangimu Zhe. Aku rasa aku terlambat untuk mengatakannya. Tapi ungkapan ini sudah nggak bearti lagi sekarang. Kamu tahu, Aku mempertahankan rumah tangga kita selama ini selain rasa terimakasih dan hutang Budiku padamu, juga karena aku mencintaimu. Anggaplah pernikahan kita itu nggak wajar, karena kita hanya kenal sebagai seorang dosen dan mahasiswa juga sebagai dokter dan pasien. Dan Kamu tahu, setelah mama meninggal, aku bekerja 24 jam agar tidak bisa pulang. Karena jika aku pulang, aku benar-benar merasa hancur dan terpuruk. Satu-satunya orang yang aku punya pergi untuk selama-lamanya. Namun, setelah kita menikah dan dengan seiring berjalannya waktu yang kita lewati bersama. Aku merasa kenyamanan berada di rumah. aku selalu ingin cepat-cepat pulang dan menemuimu di rumah. Walau kenyataannya di saat aku pulang, tidak ada kamu di rumah. Aku menunggumu sampai 6 jam lamanya. Kamu selalu pulang larut malam bahkan pada pukul dini hari. Aku tidak bisa marah ataupun melarangmu, walaupun aku ingin. Aku takut kamu merasa terkekang dan meminta untuk bercerai. Aku pernah berharap kita akan bisa menerima satu sama lain dan hidup bahagia di masa depan. Ternyata harapan tinggal lah harapan, waktu 6 bulan yang ku anggap bearti, namun tidak ada artinya sama sekali bagimu. Sekeras apapun aku bekerja, aku tidak pernah merasa kamu menjadi beban ataupun menyusahkan ku selama ini. Aku senang melakukan hal itu, karena kamu. Jadi, buang pikiran kotormu itu dan beranggapan bahwa kamu hanya beban ataupun menyusahkan ku. Dan aku selalu ingin di susahkan olehmu. Karena Dengan begitu kita bisa lebih dekat" jelas exsel penuh penekanan


"Gue juga sayang banget sama lho sel. Andai aja gue nggak sakit, gue udah pasti minta lho buat bawa gue pergi sejauh-jauhnya dari sini" batin zhea


"Yang lalu biarlah berlalu sel. Aku akan mengembalikan uangmu yang di kasih ke tuan marga waktu itu. Rumah sakit dan uang yang di ambil oleh Zein waktu itu akan aku berikan padamu. Anggap saja itu sebagai ucapan terimakasih ku atas 6 bulan terakhir"


"Ucapan terimakasih? Kamu pikir pernikahan kita ini apa Zhe. Kamu membeli pernikahan yang sakral dengan uangmu yang banyak itu. Sebegitu inginnya kamu bercerai dariku?"

__ADS_1


Zhea hanya terdiam


"Sepertinya aku tidak mendapatkan jawaban ataupun alasan yang masuk akal untuk perceraian ini"


"Sel, aku ngelakuin ini demi kebaikan kamu"


"Kebaikan seperti apa yang kamu maksud Zhe?"


"Kamu nggak bakalan ngerti sel"


"apa yang tidak aku mengerti Zhe ? Aku tahu, dari dulu kamu sangat ingin bercerai kan? Dan kamu menjadikan hal ini sebagai alasannya"


"Bukan begitu sel..." Ucap zhea lirih


"Baiklah aku akan menandatanganinya" ucap exsel lalu menandatangani surat perceraian mereka.


Zhea mematung, melihat exsel menandatangani surat perceraian mereka. Bukankah itu yang dia inginkan? Tapi kenapa hatinya terasa sakit


"Ini kunci mobil dan hp mu. Ambil kembali rumah sakit ini, karena aku tidak menginginkannya. Jika tidak, maka aku tidak akan bekerja lagi di sini. Jangan memberikan aku apapun atas pernikahan kita. Aku tidak mengharapkan hartamu dari pernikahan kita. Aku tidak akan datang ke persidangan, itu akan memudahkan jalannya perceraian"


"Tunggu" ucap exsel


Zhea pun berhenti melangkah


"Kau menjatuhkan barangmu" ucap exsel meletakkan gelang di tangan zhea


"A-aku sudah tidak ada hak untuk memakainya. Berikan saja pada istrimu nanti"


"Gelang ini milikmu, dan ada namamu di sana. Aku tidak akan mengambil kembali apa yang sudah aku beri. Walau bagaimanapun, kamu pernah menjadi istriku. Dan cerita kita, berkahir di sini" ucap exsel penuh penekanan


"Apa kamu menyesal pernah menikah denganku"


"Tidak sama sekali Zhe. Aku setuju bercerai karena kamu menginginkannya" ucap exsel kemudian melangkah pergi


Zhea mengenggam erat gelang itu, air mata yang sedari tadi di tahan akhirnya lolos.

__ADS_1


___________


Saat sampai di mansion, zhea menghancurkan semua barang Yang ada di kamarnya, untuk meluapkan emosi. Tangisnya benar-benar pecah.


"Kenapa lho setuju nanda tangani surat sialan ini sel. Bukan ini yang gue mau sel, bukan ini. " ucap zhea di sela-sela tangisnya sambil meremas surat itu.


Cathlin yang mendengar teriakkan zhea pun masuk ke kamar zhea. Dia terkejut melihat kamar zhea yang melebihi kapal pecah itu.


"Zhea, ada apa" ucap Cathlin duduk di samping zhea


"Keluar dari kamar gue! SEKARANG!" Teriak zhea, namun pandangannya tak lepas Dari surat perceraian itu


Cathlin melihat surat itu, dia lalu merebutnya.


"Kembalikan!" Bentak zhea


"Kau mencintai suamimu zhea?"


"Bukan urusan lho! KEMBALIKAN!"


"kamu mencintainya Zhe, kalau tidak kamu tidak akan sesedih ini bercerai dengannya"


"YA, AKU MENCINTAINYA! KAU PUAS SEKARANG...!!"


"Jika begitu berjuanglah Zhe, perceraian ini hanya akan membuat kalian terluka"


"Gue sakit parah cathlin lho tahu itu. Lebih baik seperti ini, dari pada gue ninggalin dia untuk selama-lamanya. Gue nggak mau dia kembali terpukul dan terpuruk jika gue meninggal nantinya"


"Kamu masih bisa sembuh Zhe. Suamimu seorang dokter, dia pasti tahu apa yang harus di lakukan untuk menyembuhkanmu Zhe"


"Itu mungkin saja, tapi gue mandul Cathlin. Gue nggak bisa kasih dia keturunan"


"Siapa yang bilang kamu mandul? Dokter viola hanya mengatakan sulit bukan mandul Zhe"


"Lho nggak tahu gimana rasanya jadi gue. Karena lho nggak pernah ngerasain dan berada di posisi gue!"

__ADS_1


__ADS_2