BAD GIRL

BAD GIRL
BAB 257


__ADS_3

Bab 257


Zhea kembali ke mansion, dia meletakkan paper bag pemberian orang tua rere di atas ranjang.


Zhea menuangkan minuman beralkohol yang dia simpan ke gelas sambil berdiri di balkon kamarnya.


Zhea mengambil ponselnya dan menelpon seseorang "datanglah ke perusahaan, panggilan semua wartawan dari saluran tv untuk datang besok. Gue bakal melakukan konferensi pers. Siapkan berkas kepemilikan perusahaan padaku besok" ucap zhea tanpa menunggu jawaban apapun dari sang penerima telpon dan langsung memutuskan sambungan telpon.


Zhea nampak memikirkan sesuatu, dia terus meminum minumannya hingga tiga q gelas. Dan dia sudah setengah mabuk.


Zhea melihat mobil Leon memasuki ruangan. Dia pun keluar dari kamarnya.



Leon mengendong el-razka, karena Cathkin dan el-razka menunggu kepulangannya di ruang utama.



"Maaf ya, papa pulangnya kemalaman. Ada urusan penting yang harus papa selesaikan di proyek" ucap Leon mencium pipi el-razka.



Zhea duduk di sofa melihat interaksi mereka.


"Apa kalian pernah menyayangiku seperti kalian menyanyangi EL-RAZKA?" ucapnya


"Apa maksudmu zhea? Apa kamu iri dengan EL-RAZKA. Dulu saat kamu masih kecil, papa dan mamamu sangat menyayangimu karena kamu anak pertama kami. Yang membedakannya adalah, papa tidak bisa memberikan mainan yang bagus bahkan kamu hampir tidak memiliki mainan apapun, kamu juga tidak bisa minum susu karena papa tidak mampu membelinya. Tidak ada orang tua yang tidak menyanyangi anaknya zhea. Bahkan ornag gila pun masih bisa mengingat anaknya" jelas Leon


"Baguslah, kehidupan El-razka memang harus lebih baik dariku" ucap zhea beranjak pergi


"Zhea tunggu, apa maksud ucapanmu" ucap Cathlin


"Kalian berdua jangan pernah bercerai, demi el-razka tetaplah bersama apapun yang terjadi. Jangan sampai el-razka mengalami apa yang aku alami"


Cathlin dan Leon hanya terdiam


"Tuan, selain untuk menjalankan perusahaan apakah anda pernah melihat saya sebagai anak anda?"


"Papa bekerja keras membangun perusahaan demi masa depan kamu zhea. Agar kita tidak di pandang orang sebelah mata. Dan papa bisa memberikan apa yang tidak mampu papa berikan padamu waktu itu"


"TERIMAKASIH, MAAF JIKA SELALU MENGECEWAKANMU. PAPA" ucap zhea kemudian dengan cepat keluar dari mansion


Sementara Cathlin dan Leon tercengang mendengar zhea memanggil Leon dengan sebutan papa setelah bertahun-tahun lamanya.


"Cathlin, aku tidak salah dengarkan?"


"Iya mas. Zhea memanggil kamu dengan sebutan papa"


20 menit menempuh perjalanan, akhirnya zhea sampai di depan pagar rumah exsel. Zhea memakai topi dan maskernya, kemudian memanjat pagar rumah exsel.



Zhea mengetuk-ngetuk pintu rumah exsel, sesaat kemudian, Adnan membuka pintu.


"Zhea?"


"Hay dokter Adnan" ucap zhea melewati Adnan dan langsung masuk ke dalam rumah

__ADS_1


Zhea duduk di ruang tamu dan menghidupkan tv. Pemberitaan tentang Celline dan exsel masih hangat di pembicaraan. Hubungan antar zhea, exsel dan Zein juga tetap menjadi sorotan utamanya.


Adnan merasa heran melihat zhea, tidak mungkinkan zhea ke rumah exsel hanya untuk menonton tv pikirnya. Akhirnya Adnan ke kamar exsel untuk memberitahu exsel ada zhea di ruang tamu.


Exsel pun langsung ke ruang tamu diikuti oleh Adnan.


"Zhea, apa yang membawamu ke sini di larut malam seperti ini" ucap exsel duduk di samping zhea sambil terus menatap zhea


"Hanya ingin numpang menonton tv" ucap zhea mendekatkan wajahnya ke exsel


"Kamu mabuk?" Ucap exsel yang mencium bau alkohol dari mulut zhea


"Tidak, aku hanya minum sedikit" ucap zhea. kemudian dia kembali fokus ke tv.


Zhea melihat banyaknya hujatan dari orang-orang untuknya. Dia hanya tersenyum sinis di balik maskernya.



Exsel mematikan tv, karena tidak ingin zhea melihat lebih banyak hujatan untuknya.



Zhea menoleh ke exsel, setelah tv mati.


"Jangan di tonton lagi. Ini hanya akan membuat mood rusak"


"Baiklah jika begitu aku ingin tidur saja. Jangan menyuruhku pulang, aku ke sini untuk menginap. Terlalu lelah memanjat pagar rumahmu" ucap zhea melepaskan masker dan topinya kemudian meringkuk di sofa.


"Dia benar-benar mabuk. Tapi kenapa setiap dia mabuk, selalu saja pulang ke rumah ini" ucap Adnan keheranan


"Karena dia tahu dimana tempatnya pulang"


"Jika memang sudah bercerai, dia tidak mungkin selalu pulang ke sini. Alam bawah sadar membawanya kemana seharusnya tempatnya Kembali"


Zhea yang pura-pura tidur hanya tersenyum tipis mendengar pembicaraan exsel dan Adnan


Exsel kembali ke kamarnya, dia mengambil bantal dan selimut untuk zhea. Exsel semalaman tidak tidur untuk memastikan bahwa zhea tidak terjatuh dari sofa.



Hari beranjak pagi, adnan sudah siap-siap ke rumah sakit.


"Sel, lho nggak ada niatan buat bangunin zhea? Dia harus kerja. Jangan karena lho kangen sama dia, lho jadi gila kayak gini"


"Apa salahnya sih nan. Makanya nikah lho biar tahu rasanya punya istri bagaimana"


"CK, nyuruh orang nikah. Padahal pernikahan lho aja nggak jelas kayak gini"


"Lho ngomong apa barusan?"


Adnan menyengir Kemudian langsung berlari ke luar.


"Zhe, zheaaa bangun. Ini udah pagi" ucap exsel sedikit menepuk-nepuk tangan zhea


Zhea pun terbangun. "Gue lapar" ucapnya tiba-tiba


"Heum?" Exsel kebingungan

__ADS_1


"Gue lapar sel, tolong buatin gue sarapan. Gue mau mandi dulu" ucap zhea beranjak masuk ke kamar exsel


"Eh, mau kemana?" Ucap exsel menahan Zhea


"Mandi. Kenapa nggak boleh?"


"Bukan nggak boleh. Kamar ini sekarang juga di tempati Adnan"


"Oh, oke" ucap zhea kemudian langsung masuk ke kamar yang duku dia tempati.


Zhea membuka lemari, yang ternyata pakaiannya yang Dulu masih utuh di sana. Zhea melihat ada kemeja putih exsel yang dulu sempat dia pakai. Zhea mengambil kemeja putih itu.


15 menit kemudian zhea keluar dari kamarnya dengan memakai kemeja putih kebesaran hingga ke lututnya.


Zhea duduk di meja makan, ternyata exsel sudah menyiapkan roti dan susu untuknya.


"Lho nggak sarapan?" Tanya zhea. exsel hanya menggeleng.


Zhea lalu menyantap sarapannya.


"Apa.yamg membawamu kemari?" Ucap exsel


"Bersembunyi. Di apartemen ataupun di mansion sudah tidak aman. Wartawan selalu datang dang mengganggu" bohong zhea


Exsel hanya mengangguk mengerti. Jauh di lubuk hatinya sangat senang Shea kembali ek rumah mereka.


Zhea menerima telpon dia hanya mengatakan "siapkan semuanya. Jam 2 siang saya ke sana" lalu langsung memutuskan sambungan telpon


"Kamu tidak ke kantornya Zhe?"


"Nanti siang. Pagi ini ada Rere yang handle"


Lagi-lagi exsel hanya mengangguk


"Oh iya sel, gue minta buku nikah kita. Kamu pasti menyimpannya kan?"


"Untuk apa? Apa kamu ingin membuangnya untuk melenyapkan bukti bahwa kita pernah menikah"


"Berikan saja. Aku tidak akan membuangnya, nanti malam akan aku kembalikan"


"Kamu serius ingin mengembalikannya?"


"Tentu saja. Bukankah kamu ingin melihat akta perceraian kita? Maka aku akan perlihatkan juga nanti malam"


DEG!


hati exsel berteriak tidak terima dengan apa yang zhea ucapkan. Dengan langkah berat exsel ke kamarnya dan mengambil buku nikah mereka.



"Jangan hilangkan ataupun berencana untuk melenyapkan buku nikah ini" ucap exsel memberikan buku nikah itu ke zhea


"Itu tidak akan pernah terjadi. Oh iya, gue akan numpang di sini sampai jam dua siang. Bolehkan?"


"Kamu menginap di sini tanpa persetujuan dan sekarang meminta persetujuan bukankah itu hal yang konyol?"


"Benar juga"

__ADS_1


"Datanglah kapanpun kamu ingin datang. Tidak peduli jika kita sudah bercerai sekalipun"


__ADS_2