
Bab 139
Exsel sampai di rumah sakit. Para suster dan rekan-rekan kerjanya mengucapkan selamat atas pernikahannya. Terlebih lagi, zhea adalah pemilik rumah sakit itu.
Exsel masuk ke ruangannya, tak lama kemudian Adnan pun datang.
"Wehhh pengantin baru, udah masuk kerja aja. Kenapa nggak ambil cuti . Biar bisa honeymoon. Lagi pula, ini kan rumah sakit istri lho, bearti rumah sakit lho juga sekarang. Mau lho kerja ataupun nggak, juga nggak ada yang bakal marahin" ujar Adnan
"Udah ngomongnya. Gini ya, milik zhea ya milik zhea. Gue nggak mau manfaatin apapun dari dia buat kesenangan gue sendiri"
"Terus? Bagaimana dengan milik lho"
"Milik gue ya milik zhea juga. Dia kan istri gue"
"Wahh, kayaknya lho sekarang masuk komplotan suami takut istri" kekeh adnan
"Terserah lho deh"
"Gue benar-benar nggak nyangka, kalo kemarin itu lho yang bakal nikah sama zhea"
"Apalagi gue"
"Beruntung banget sih lho, di pilih sama zhea sebagai suaminya. Terlebih lagi, saingan lho kan pengusaha besar"
"Gue nggak pernah ngerasa bersaing. Gue datang karena Niko yang minta gantiin dia. Awalnya gue nolak, tapi mengingat kebaikan-kebaikan zhea sama nyokap gue dulu. Gue rasa gue harus bantuin dia"
"Bantuin dia? Maksud lho?"
__ADS_1
"Zhea itu di paksa nikah sama pengusaha itu, demi bisnis yang di jalankan papanya dan pengusaha itu. Dari itulah, zhea minta bantuan ke Niko buat nikahin dia. Dan pada akhirnya, gue deh yang nikah sama zhea"
"Ceritanya kok kayak di drama-drama gitu sih. Terus lho dan zhea gimana?"
"Ya nggak gimana-gimana"
"Masa lho nikahin zhea demi balas Budi sih. Tapi, lho ingat kan kemarin gue ngomong, kalo lho itu emang cocok sama zhea. Dan lihat, sekarang lho nikah sama dia"
"Bisa di katakan gue nikah sama dia itu sebagai ucapan terimakasih. Tapi, gue akan jaga dia dengan baik dan lindungi dia semampu gue"
"Itu sih harus. Bini lho itu banyak yang naksir. Jadi, lho jaga dia baik-baik, kalo nggak mau dia di ambil orang"
"Selagi gue masih hidup, nggak ada yang bisa ngambil dia dari gue"
"Iya deh iya, bucin emang beda"
"Gue mau ngomong sesuatu yang agak pribadi sama lho"
"CK, nggak lah. Masa baru sehari nikah udah cerai aja"
"Ya kali aja otak lho itu bermasalah"
"Otak lho tuh yang bermasalah. Gue serius ini"
"Iya-iya apa?"
"Bisa pinjamin gue uang. Minggu depan kan kita gajian, jadi bakal langsung gue bayar"
__ADS_1
"What! Gue nggak salah dengar? Lho minjam duit ke gue. Emangnya duit peninggalan Tanta waktu itu kemana hah"
"Uangnya gue kasih ke bokap zhea, sebagai mahar dan uang untuk pesta pernikahan"
"Lho kasih semua duit lho ke mertua lho"
"Ya"
"Orang kaya emang suka semena-mena. Lho butuh berapa?"
"5jt aja, buat ngasih ke zhea. Soalnya dia juga, nggak megang uang sepeserpun sekarang"
"Nih ATM gue isinya sekitar 75jt. Lho pakai aja dulu, lho juga nggak punya ATM kan sekarang?"
"Benar juga. Thanks ya, terus lho gimana kalo ATM nya gue yang pegang"
"Gue mah gampang. Tenang aja"
Hari beranjak siang, sebelum ke kampus exsel pergi ke tokoh perhiasan untuk memperbarui cincinnya.
"Mbak, cincin ini udah lama. Bisa nggak di perbarui kayak model sekarang. Terus di dalam cincinnya buat nama exsel dan zhea"
"Oh bisa mas. Tapi, pembuatannya bisa sampai semingguan mas".
"Oh iya nggak apa-apa. Ini nomor ponsel saya, kalo udah selesai langsung hubungi saya"
"Oke mas"
__ADS_1
Exsel langsung pergi dari sana menuju kampus.
Saat sampai di kampus, Tiffany langsung memeluk exsel di depan teman-teman sekelasnya. Termasuk zhea dan Rere