
Bab 227
Adnan setia menunggu sahabatnya itu, karena di tahu, exsel dala keadaan terpuruk sekarang.
Saat ingin mengambil minum untuk exsel, matanya melihat gelang tergeletak di lantai. Gelang itu adalah gelang zhea, yang dia kembalikan ke exsel saat exsel belum sadar nanti. Namun, ketika exsel sadar dia tidak menyadari adanya gelang itu di genggamnya, sehingga saat dia ingin mencari zhea gelang itu terjatuh.
"Gelang siapa ini? Apa milik salah suste" ucap Adnan
Exwel melihat ke arah Adnan, saat dia melihat gelang itu, dia langsung merebutnya dari tangan Adnan "Ini gelang zhea" ucapnya
"Baguslah kalau jatuhnya di sini. Jadinya bisa di temukan" ucap Adnan
"Gelang ini jatuh atau sengaja di lepas" gumam exsel yang masih di dengar oleh Adnan
"Maksud lho sel?"
"Apa zhea sengaja mengembalikan gelang ini nan? Karena dia menguikuti ucqoan orang-orqng itu, dan ingin berpisah dengan ku?"
"Lho ngomong apa sih sel? Nggak ada sangkutannya gelang ini sama pernikahan kalian"
"Ada nan. Gelang ini gue kasih ke Shea saat kamu baru menikah dulu. Gelang ini pemberian dari mama untuk menantunya"
"Mungkin gelang ini jatuh, dan zhea nggak menyadarinya sel. Jangan berpikir buruk dulu_
"Tapi nan, zhea sekarang ikut mereka. Nggak menutup kemungkinan dia akan minta ceria nantinya. Zhea juga minta aku buat datang ke mansion, apa itu untuk membahas perceraian kami? Jika iya, sampai matipun aku tidka akan datang"
"Mungkin zhea ingin lho datang ke mansio, agar lho bawah dia pergi dari sana"
"Nggak mungkin nan. Dia mengatakannya dnegan snagat jelas. Jikapun dia ingin aku membawanya pergi, dia tidak akan mengatakannya secara terang-terangan"
__ADS_1
"Udahlah sel, nanti kita pikirin lagi. Yang penting sekarang lho sehat dulu, setelah itu apapun yan lho lakuin nantinya gue bakalan support lho"
______________
"Zhe, lho benaran mau cerai sama dokter Exsel dan nikah sama zein" Ucap Rere tak percaya
"Untuk bercerai iya. Tapi, untuk menikah, enggak"
"Maksud lho Zhe?" Ucap Rio
Zhea pun menceritakan semua kejadian yang dialaminya bersama exsel, namun, dia tidak mengatakan bahwa dia sedang skait parah.
"Keputusan yang lho ambil ini salah zhe. Gue ngagk setuju dengan keputusan lho ini" ucap Niko setelah mendengar cerita zhea
"Iya Zhe, lho nggak bisa nyerah gitu aja sama pernikahan lho. Kasihan dokter exsel udah bekorban banyak buat lho" ucap Rere
"Benar yang di katakan Rere Zhe, lho nggak mikirin perasaan dokter exsel apa? Dia terlihat banget tulus sama lho. Dan gue yakin dia itu sayang bahkan cinta sama lho. Waktu 6 bulan kalian menikah itu walaupun tidak terlalu lama tapi sudah banyakkan suka duka yang kalian lewati berdua"
"Gue tetap ingin bercerai. Gue nggak mau exsel terluka bahkan lebih menderita lagi hidup sama gue. Gue udah banyak banget nyusahin dia"
Zhea hanya menggeleng
"Itu hanya asumsi lho Zhe. Lho bisa tetap sama-sama dokter exsel, perceraian buanlah hak yang tepat Zhe. Lho dan dokter exsel hanya perlu pergi jauh-jauh dari sini, ubah identitas kalian saat berada negara lain, gue dan rio bakal bantu agar bokap lho dan Zein nggak bisa nyari jejak lho. Lho bisa hidup tenang dan bahagia bersama dokter exsel" jelas niko
"Iya Zhe, kita bertiga nggak setuju kalo lho sampai cerai sama dokter exsel" ucap Rio
"Gue benar-benar kecewa kalo lho sampai cerai sama dokter exsel dan nikah sama Zein, zhe. Gue bakal ikut ke negara manapun lho pergi Zhe. Kita bisa balapan dengan bebas di sana" ucap Rere
"Ini nggak semudah yang kalian pikirin. Ada beberapa hal yang harus gue pertimbangin" ucap zhea
"Seandainya gue nggak sakit dan gue sempurna, gue udah pasti lakuin apa yang lho bilang nik" batin zhea
__ADS_1
"Apanya sih yang nggak mudah Zhe? Kita bertiga bakal bantuin lho kok" ucap Rio
"Jika gue pergi, Gimana perasaan bokap gue. Dia pasti khawatir nyari gue, dan nggak menutup kemungkinan dia bakalan sebarin ke media buat nyari gue sama exsel. Dan gimana kalo dia buat pernyataan exsel nyulik gue"
"Kalian bisa tinggal di pelosok-pelosok desa, dengan begitu orang-orang nggak bakalan tahu kan? Walaupun mereka mendengar berita itu, lho dan exsel bisa nyamar dan ganti identitas di sana untuk sementara waktu. Dan jikapun bokap lho ataupun Zein berhasil nangkap kalian, mereka juga nggak bakalan bisa menjatuhkan dokter exsel. Karena apa? Karena dia suami lho. Dia berhak bawa lho kemana pun dia mau" jelas Niko
"Tapi gue pembalap terkanal nik. Orang-orang pasti selalu ngungkit-ngungkit gue dan exsek nantinya"
"Kita bertiga akan handle itu, jika berita itu benar-benar ada"
"Udah Zhe. Lho nggak ada alasan lagi buat nyerah sama perceraian lho. Ide Niko udah yang paling tepat buat lho" ucap Rio
"Satu hal lagi yang jadi pertimbangan gue buat ninggalin negara ini. Gimana bokap gue, cathlin dan el-razka nantinya. Zein bisa saja melakukan hal-hal kotor ke mereka. Gue takut karena sakit hati Zein malah merebut perusahaan tuan marga dan semua asetnya. Gue emnag nggak peduli tentang perusahaan itu, tapi gue peduli gimana bekerja kerasnya bokap gue agar bisa sampai pada titik ini. Dia menghabiskan banyak wkatu untuk bekerja. Waktu kebersamaan kita bahkan hilang karena hal itu. Jika zein benar-benar melakukan hal itu, gue yakin bokap gue bakalan terpuruk. Chatlin dan el-razka juga bakalan terlantar kayak gue dulu"
"Itu nggak mungkin terjadi Zhe, Zein juga nggak mungkin sejahat itu kan" ucap Rere
"Nggak mungkin apanya re? Selama ini dia selalu cari cara agar gue dan exsel berpisah. Dan sudah melakukan banyak hal untuk itu" ucap zhea, sejatinya diri sendiri pun tidak mempercayai Zein akan berbuat seperti itu. Namun, untuk tidak membuat sahabatnya curiga dia harus memberikan alasan yang masuk akal seperti itu. Karena jika zhea mengatakan hal yang sebenarnya tentang penyakit yang di deritanya, ketiga sahabatnya pasti akan khawatir dan sedih. Dia tidka ingin membuat hari bahagia sahabatnya terbuang karena memikirkan kondisi tubuhnya yang dia sendiri tidak yakin akan sembuh.
"Kalo itu pilihan lho, kita nggak bisa ikut campur lagi Zhe. Semoga lho nggak Nyesal sama pilihan lho nantinya" ucap Rio
" lusa hari keberangkatan kita ke AS, awalnya kita akan minta perpanjangan cuti. Tapi, Jika lho rasa pilihan ini yang terbaik buat lho, dan nggak ada lagi yang harus di khawatiran, kita akan balik ke As besok lusa" ucap Niko
Rere berdiri dari duduknya dan berhadapan dengan zhea. Raut kesal dan kemarahan terlihat jelas di wajahnya.
"Kita pergi dulu" ucap Rio menarik Rere agar pergi, dia tahu betul bahwa Rere akan mengamuk nantinya
"Gue belum selesai ngomong Yo" ucap Rere menghempaskan tangan Rio.
Rere kembali melangkah mendekati zhea, namun Rio mencegah tangannya sambil menggeleng.
"Kita bertiga benar-benar kecewa sama keputusan lho kali ini Zhe. Terutama gue, gue nggak nyangka pikiran lho bakal sedangkal ini!" ucap Rere berapi-api
__ADS_1
"Re, udahlah" ucap Niko
"Kenapa nik? Lho bakal dukung pilihan sesat adek kesayangan lho ini? Lho tahu kan Yo, nik? Pilihannya nanti akan merusak masa depannya!"