
Bab 232
Sementara itu, zhea mencuci wajahnya beberapa kali agar terlihat segar. Dia juga mencuci hidungnya agar bersih dari darah.
"Exsel, gue sakit sakit sel. Gue butuh lho, tapi gue nggak boleh egois. Karena kalo lho tahu gue sakit, lho pasti bakalan sedih karena mama juga meninggal karena sakit-sakitan kan. Terlebih lagi, gue nggak bisa keturunan sel" ucap zhea menatap pantulan dirinya di cermin.
Zhea kembali mencici wajahnya sebelum keluar dari kamar mandi.
"Sudah?" Ucap Cathlin ketika zhea keluar dari kamar mandi dan mambantunya kembali berbaring.
"Dokter viola memberikan obat ini, kamu harus meminumnya Zhe" ucap Cathlin
Zhea hanya mengangguk, cathlin lalu memberikan obat itu dan segelas air ke zhea.
"Kamu istirahatlah dulu, aku mau memandikan El-razka dulu"
Zhea hanya mengangguk, cathlin meletakkan gelas kembali ke atas nakas Kemudian beranjak pergi.
Zhea mengeluarkan obat yang sengaja tidak dia telan, karena baginya percuma meminum obat tidak akan membuatnya sembuh. Zhea membuang obat itu ke arah balkon. Dia sengaja menurut dengan cathlin, karena cathlin sudah baik padanya dan dia juga tidak ingin lagi berdebat.
_____________
RUMAH SAKIT
"Lho belum ketemu juga sama zhea sampai sekarang sel?" Ucap Adnan yang baru selesai mengajar di kampus
Exsel menggeleng pelan kemudian berucap "lho kok ke sini. Gue kan udah bilang, gue bakal isi ship lho" ucap exsel mengalihkan pembicaraan
"Lho udah ngegantiin gue selama 2 Minggu di di sini. Jika lho dulu bisa kerja di dua tempat kenapa gue nggak kan? Lho juga harus istirahat sel. Jangan sampai nanti zhea kembali, lho malah sakit"
"Dia nggak mungkin kembali nan" batin exsel
Zein masuk ke ruangan exsel tanpa permisi, dan dengan gaya sombongnya berucap"gue mau lho keluar dari rumah sakit ini"
__ADS_1
"Lho nggak ada hak ya buat ngusir-ngusir orang sembarangan. Rumah sakit ini butuh kinerja exsel. Dia juga udah lama bekerja di sini" ucap Adnan
"Lho diam! Atau lho mau juga, gue tendang lho dari sini" ucap Zein penuh penekanan
Adnan ingin menjawab ucapan Zein, namun terlebih dulu berucap "berikan satu alasan yang jelas, kenapa saya harus meninggalkan rumah sakit ini"
"Alasannya sudah sangat jelas, karena rumah sakit ini milik zhea, dan zhea itu calon istri saya. 2 bulan lagi kita akan bertunangan. Walaupun rumah sakit ini, udah di pindah namakan atas nama lho, tapi gue yakin ini salah satu siasat dari rencana lho buat nikahin zhea. Atau kalo nggak anda bisa jual rumah sakit ini dan saya bakal beli dengan harga berapapun yang anda mau"
"Bertunangan dengan zhea? Zhea itu istri exsel mana bisa lho nikahin dia. Dan satu hal lagi, kalo lho memang mampu beli rumah sakit dengan harga mahal, seharusnya bukan rumah sakit ini yang lho beli. Masih banyak rumah sakit besar lainnya, kenapa harus rumah sakit ini" ucap Adnan
"Kau belum tahu, bahwa zhea dan dokter ini sudah resmi bercerai. Satu lagi, kenapa saya mau membeli rumah sakit ini, karena rumah sakit ini di beli oleh calon istri saya. Dan saya tidak mau jika nanti di pernikahan kami, istri saya masih berurusan dengan dia. Dan kamu, jika memang benar kamu tidak memanfaatkan zhea dan tidak mengincar hartanya, sebaiknya kamu pergi dari rumah sakit ini"
"Resmi bercerai? Tapi, persidangan perceraian kami belum di lakukan. Itu bearti, sampai saat ini zhea masih istri saya"
"Kalian sudah resmi bercerai. Saya yang menemani zhea ke persidangan, 1 Minggu yang lalu" bohong Zein untuk memanas-manasi exsel.
Zhea memang mengatakan pada Zein dan Leon bahwa persidangan mereka sudah selesai satu Minggu yang lalu,dan mereka resmi sudah bercerai. Zhea juga mengatakan tidak memberitahu exsel bahwa sidnag itu sudah selesai. Agar exsel tidak datang, dan perceraian di lakukan dengan lancar. Tentu saja Leon dan Zein percaya, karena zhea juga mengancam para pengawalnya untuk mengikuti kebohongan yang dia ciptakan
"Jangan berbohong. Mana mungkin prosesnya secepat itu. Lagi pula saya tidak menerima surat panggilan dari kantor agama"
Exsel terdiam, dia juga teringat terkahir kali dia bertemu dengan zhea, dia mengatakan bahwa tidak akan datang ke persidangan agar perceraiannya lancar. Namun, mungkinkah zhea benar-benar tidak memberitahunya apapun tentang perceraian mereka.
"Ternyata kau sangat tidka bearti bagi zhea. Bahkan, di saat persidangan perceraian pun dia tidak ingin memberitahumu. Sampai-sampai kau sendiri tidak tahu, apakah masih memiliki istri atau sudah menduda. Saya ingin ini terakhir kalinya kamu berada di rumah sakit ini" ejek Zein
"Baiklah, saya akan pergi. Dan anda tidak harus membayar apapun, karena saya juga tidak menginginkan rumah sakit ini ataupun harta dari pernikahan saya dan zhea" ucap exsel tegas
"Sel...." Ucap Adnan tak setuju
"Bagus, ternyata kau punya harga diri juga. Saya akui anda memang orang yang berkelas. namun, jika harus menjadi rival saya, anda jelas bukan apa-apa" ucap exsel tersenyum remeh kemudian pergi yang di ekori oleh raja yang sendari tadi hanya diam mendengar ucapan boss sekaligus sahabatnya yang menurutnya tidka berperasaan itu. Ingin berkomentar, takut nanti gajinya yang akan menjadi sasaran.
"Sel, lho benaran udah cerai sama zhea?" Ucap Adnan yang kebingungan
"Gue juga nggak tahu nan"
__ADS_1
"Lah, kok bisa nggak tahu. Gimana ceritanya sih sel"
"Dua Minggu yang lalu zhea datang ke sini dia minta gue buat tanda tangani surat perceraian"
"Terus lho tanda tangani tuh surat"
Exsel hanya mengangguk pelan
"Kok lho tanda tangani sih sel, jadi duda kan lho sekarang"
"Ini bukan perkara status nan. Hanya saja gue kasihan liat zhea yang nggak bisa hidup tenang. Gue lakuin semua ini demi dia nan"
"Terus lho mau gitu kiat zhea nikah sama ornag sombong itu"
"Itu pilihan Zhea nan. Gue hanya ingin dia bahagia, gue tahu selama pernikahan kita dia merasa nggak nyaman dan tertekan"
"Terus lho benaran akan pergi dari rumah sakit ini"
Exsel hanya mengangguk
"Come on sel! Kenapa lho jadi kayak gini sih. Lho udah resign dari kampus Sekarang juga mau pergi dari rumah sakit, lho mau jadi pengaguran dengan status duda lho itu hah"
"Lho berisik banget sih nan. Udah deh, berenti coment. lho itu belum pernah menikah dan nggak ngerasain apa yang gue rasain nan"
"Terserah lho deh sel. Cuma nih ya, gue yakin lho bakalan Nyesal nantinya karena udah mau cerai sama zhea"
Hening, exsel tak lagi menangapi ucapan Adnan
"Oh iya sel, udah mau satu bulan ini zhea nggak masuk ke kampus. Gue di suruh ngasih surat ke bokapnya, karena malas ketemu sama orang sombong kayak gitu, gue titipin deh suratnya ke Rere. Kayaknya dia bakal di keluarin dari kampus deh sel. Namanya bahkan banyak Banget di daftar hitam"
"Dia nggak kuliah selama ini?"
"Heum, gue sih mikirnya pasti tuh bokapnya zhea ngurungin dia, supaya zhea nggak kabur sama lho"
__ADS_1
"Gue malah takut terjadi sesuatu sama dia" ucap exsel
"Kalo gitu telponin lah, sekalian lho tanyain status pernikahan kalian. Masih atau udah cerai biar jelas kan" a