
BAB 256
Ke empat bersahabat itu memasuki apartemen Rere, mereka di sambut hangat oleh kedua orang tua Rere. Ke empatnya pun menyalami kedua orangtua itu.
"Zhea papa sangat senang melihatmu. Kamu wanita yang hebat nak, sejauh manapun orang yang ingin menjatuhkan kamu, kamu tetap bisa berdiri tanpa rasa takut" ucap papa Rere
"Zhea nggak sehebat itu om. Tanpa Rere, Niko dan Rio, zhea nggak yakin bisa berdiri di depan om sekarang"
"Kamu masih saja memanggil kami om dan Tante. Padahal kami sudah menganggapmu seperti putri sendiri"
Zhea hanya tersenyum.
"Zhea, ikut mama ke kamar sebentar" ucap mama Rere
Zhea pun ikut masuk ke dalam kamar.
"Tante ada hadiah buat kamu. Pakai ini di acara pertunangan Rere sama Rio nanti ya" ucap Sarah menyerahkan paper bag ke zhea
Zhea membuka paper bag itu. Ternyata itu adalah gaun berwarna hitam, di lengkapi dengan kalung dan sepatu yang senada.
"Ini buat zhea Tante?"
__ADS_1
"Tentu saja sayang. Mama ingin anak mama tampil cantik di hari pertunangan kakaknya" ucap mama Rere tulus
"Te-terima kasih Tante" ucap zhea dan tanpa terasa air matanya menetes. Dia terharu, karena kedua orang tua Rere tidak pernah membedakan Rere dan dirinya. Kedua orang tua memperlakukannya kayaknya putri mereka sendiri. Dari kecil orang tua Rere sudah menganggapnya sebagai anak, tapi zhea membuat jarak ke mereka karena tidak ingin selalu merepotkan mereka. Orangtua kandungnya saja melupakan dia, jadi zhea merasa tidak pantas mendapatkan kasih sayang dari orang tua lainnya.
"Tidak perlu berterimakasih kamu anak kami. Sudah seharusnya kami mempersiapkan ini untuk kamu"
"Tapi zhea hanya orang asing Tante. Tante nggak perlu sebaik ini sama zhea"
Zhea hanya terdiam menatap mama Rere dengan mata yang berkaca-kaca.
"Zhea mama mau tanya sama kamu apakah kamu mau jujur?"
__ADS_1
Zhea hanya mengangguk pelan
"Zhea, mama sengaja ngajak kamu ngomong di sini agar pembicaraan kita ini hanya kita yang tahu. Mama harap kamu menjawab pertanyaan mama Dengan jujur dan dengarkan apa yang ingin mama sampaikan baik-baik. Anggap saja ini rahasia antara ibu dan anaknya"
Zhea sekali lagi mengangguk
"Apa kamu dan exsel benaran sudah bercerai sayang?"
"Kenapa tante ingin tahu tentang itu?"
"Nak, sayang. Mama tahu kalo kalian belum bercerai. Zhea, kenapa kamu mengatakan sudah bercerai ke exsel? Kamu tidak kasihan dengannya? Dia selalu menghubungi mama dan papa untuk mencari tahu apakah kamu dan dia sudah resmi bercerai atau belum"
"Kami sudah lama bercerai"
"Jika memang sudah lama kalian bercerai perlihatkan akta perceraian kalian ke dia. Agar dia tidak berharap lagi nak. Mama dan papa tahu betul bagaimana susahnya dia mencari bukti perceraian kalian. Dia selalu mengatakan pada kami bahwa kalian belum bercerai. Dia sampai-sampai memeriksa satu-satu kantor pengadilan agama untuk mencari kebenaran perceraian kalian. Dia sangat mencintai kamu zhea, apapun yang terjadi hadapilah bersama, karena kalian suami istri. Dia belajar dengan keras agar tidak di rendahkan papamu lagi dan bisa berdiri di samping kamu tanpa kamu merasa malu. Kami bertemu dengannya saat balapan Rio dan Niko waktu itu. Dia berbicara dengan papa, dia terlihat sangat putus asa. Satu-satunya alasan kenapa dia pergi dari negara ini adalah untuk melupakan kamu. Tapi, kalian di pertemukan lagi waktu itu, papa merasa ganjal dengan perceraian kalian. Dari itu dia terus mencari tahu, tentang perceraian kalian. Hingga akhirnya dia yakin bahwa kalian belum bercerai. Dia mengubah tujuannya melanjutkan studinya untuk bisa berdiri tanpa rasa malu sebagai pasanganmu. Dia ingin menjadi orang yang hebat, sehingga bisa di pantaskah orang-orang untuk menjadi suami kamu. Dia sudah membuktikannya dengan menjadi lulusan terbaik. Dia juga di angkat sebagai direktur rumah skait tempatnya magang dulu, tapi dia menolak dan kembali ke sini. karena selama satu tahun menunggu surat perceraian kalian yang tak kunjung dia terima dia berpikir bahwa kamu masih istrinya. Sayang, secara tidak sengaja kamu sudah melukai hati dan perasaannya. Di tahun ini kamu menggapai semua cita-citamu begitupun Dengan dia. Usahanya tidak sia-sia, banyak orang-orang yang mengatakan kalian serasi. Tapi, zhea, jika benar kalian sudah bercerai berikan akta perceraian itu padanya. Menyembunyikan perceraian ataupun pernikahan akan membuat kalian terluka. Jika kalian benar-benar sudah bercerai, exsel mungkin akan kecewa tapi itu lebih baik dari pada harapannya yang tak kunjung terwujud. Berikan kejelasan padanya, agar dia bisa melangkah untuk masa depannya tanpa ragu-ragu lagi. Jangan menyiksa kamu dan dia dengan perasaan terluka dan kecewa sayang."
"Mama dan papa juga membaca semua tentang scandalmu. Zhea, apa kamu tidak mau berdamai dengan masa lalu. Tidak baik memendam rasa benci pada orangtuamu sendiri zhea. Mama tahu kamu menderita, terluka dan tertekan sayang. Tapi, scandal-scandal ini hanya akan merusak nama baik kamu. Baik kamu ataupun kedua orang tua kamu tidak bersalah sayang. Kalian bertiga memiliki ego yang sama tinggi. Obsesi dan Ego meretakkan hubungan kalian. Cobalah bersikap baik pada mereka. Baik papamu ataupun mamamu mereka pasti juga terluka. Mereka mungkin tidak sadar bahwa keegoisannya membuat kamu menderita. Tapi sayang, ke egoisan bukan di lawan dengan keegoisan. Ke marahan bukan di balas Dengan kemarahan. Dan kebencian harusnya kamu lawan dengan kasih sayang. Tunjukkan pada orang tuamu bahwa kamu menyayangi mereka. Mama tahu apa yang kamu lakukan selama ini untuk membuat papa kamu bangga. Tapi sayang, jika kamu menutupi diri dan hanya memperlihatkan kebencian kepada mereka, bagaimana mereka ingin mendekati kamu. Cobalah untuk menerima segala hal dengan lapang dada. Anggap saja ini sebagai takdir kalian. Papamu dan mamamu masing-masing sudah menikah. Bukankah kamu sangat beruntung memiliki 3 orang papa dan 3 orang mama"
"Tante tidak mengerti. Mereka beda dari om dan Tante"
__ADS_1
"Setiap orang tua memiliki cara yang berbeda untuk mendidik anaknya sayang. Berdamailah dengan masa lalu, hilangkan dendam dan benci di hatimu. Agar kamu merasa tenang, dan tekanan-tekanan yang ada itu hilang sayang. Mama berbicara seperti ini, karena mama sayang sama kamu, dan mama ingin kamu hidup bahagia. Maman tahu betul penderitaan kamu selama ini, maka dari itu mama minta kamu untuk memaafkan masa lalu. Sudah cukup belasan tahun ini hidup kamu berantakan nak. Sekarang saatnya menata kehidupan yang lebih baik dan bahagaia"
"Tante aku masih ada pekerjaan aku pulang dulu. Terimakasih hadiahnya" ucap Shea buru-buru pergi karena tidak mau lagi mendengar ucapan mama Rere yang di setiap perkataannya membuat luka di hatinya makin menganga. Mama Rere hanya menatap sendu kepergian zhea.