
Bab 198
Zhea kesusahan memilih-milih pakaian untuk el-razka.
"Sini el-razka biar aku aja yang gendong. Kamu kayaknya kesusahan" ucap exsel mengambil alih el-razka
"Gue bukannya ke susahan karena gendong el-razka. Gue pusing, milih baju buat El-razka. Seharusnya, ada Rere nih di sini. Dia yang paling ngerti soal beginian" ucap zhea melihat-lihat berbagai baju bayi
"Kalo gitu pilih aja yang mana menurut kamu bagus"
"Ini nih kayaknya bagus" ucap zhea mengambil setelah piyama bayi warna pink
"Kok pink sih Zhe. El-razka kan cowok"
"Tapi warnanya bagus, lucu lagi"
"Bagus sih. Tapi El kan cowok. Kamu yang cewek aja nggak suka pakai warna pink"
"Kata siapa gue nggak suka"
"Buktinya, kamu nggak pernah make baju warna pink"
"Benar juga sih. Yaudah deh kalo gitu ambil warna biru aja"
---------
Rio dan Rere ke kos-kosan, setelah puas berkeliling seharian.
Saat Rere membuka pintu, kos-kosan sangat gelap.
"Kok gelap sih Yo?"
"Happy birthday to you, happy birthday to you, happy birthday Rere analista..... semoga panjang umur" ucap Niko memberi kejutan dengan membawa kue ulang tahun untuk Rere
"Wahhhh" ucap Rere terharu
"Selamat ulang tahun adek kesayangan, semoga panjang umur, sehat selalu, selalu berbakti pada orang tua, dan semua keinginan dan harapan tercapai" ucap Niko
"Makasih, tapi adek kesayangan lho itu zhea bukan gue"
"Itu dulu, sekarang kan zhea udah nikah. Ada suaminya yang bakal jagain dia, jadi cuma lho satu-satunya yang harus kita jaga sekarang"
"Heumm, makasih" ucap Rere memeluk niko
"Ayo tiup lilinnya" ucap Rio
Rere lalu meniup lilin.
"Makin tua seharusnya makin dewasa dong ya" ucap rio
"Gue masih muda ya, baru 20 tahun" ketus Rere
"Udah baikkan nih ceritanya?" Ucap Niko
"Gue nggak bakalan marah ya nik, kalo dia nggak cari gara-gara"
"Gue juga udah berulang kali minta maaf"
"Iya deh iya. Tapi, lain kali, kalian berdua nggak usah marahan terlalu lama kayak gini. Gue ikut-ikutan pusing lihat tingkah kalian tahu nggak"
"Ya sorry. Momen ini harus di abadikan, ayo kita selfi" ucap Rere mengambil hp dr kantongnya.
"Dekatan, dekatan. SMILE"
Mereka lalu mengambil beberapa selca.
"Gue harus kirim foto-foto ini ke zhea. Dia pasti bakalan itu tuh" ucap Rere mengirimkan semua selca mereka ke zhea
"Zhea itu bukan lho yang mudah cemburuan" ucap Rio
"Bukan cemburu tapi udah posesif"
"Terserah deh kalian mau bilang apa. Gue hanya mengeluarkan apa yang gue rasain" ketus Rere
Sementara itu, di bagian lain negara. Zhea kewalahan menjaga el-razka yang terus saja menangis.
Exsel yang baru selesai mandi, langsung masuk ke kamar zhea ketika mendengar tangisan el-razka.
__ADS_1
"Zhea, el-razka kenapa?"
"Nggak tahu, bangun tidur langsung nangis"
"Mungkin dia lapar, biar aku yang gendong dia, kamu buatkan susu yang kita beli tadi"
"Gue nggak tahu takarannya"
"Yaudah, biar gue aja yang buatin" ucap exsel lalu pergi ke dapur membuat susu untuk el-razka.
"Sini el-razka biar aku yang gendong" ucap exsel mengambil alih mengendong el-razka.
El-razka pun langsung menghabiskan susu yang di buat exsel dalam sekejap.
"Liatkan, el-razka tuh nangis karena lapar"
"Ya mana gue tahu"
",Anak kecil itu cepat laparnya Zhe. Kalo dia tidur, bangun-bangunnya pasti akan ASI ke ibunya"
"Ribet!"
"Nanti malam aku tidur bareng kalian ya? Takutnya el-razka nangis di malam hari dan kamu kewalahan nantinya"
"Terserah lho deh, Gimana baiknya aja. Dia kayaknya suka deh di gendong lho, tiap lho gendong dia akan berhenti nangis"
"Gendong anak kecil itu kalo dia nangis, elus-elusin punggungnya biar dia tenang dan ngerasa nyaman"
Zhea mendapatkan panggilan video call dari Rere.
"Pasti nih anak nagih ucapan nih ke gue" ucap Zhea
"Siapa?" Tanya exsel
"Rere" balas zhea lalu menerima panggilan VC dari Rere.
"Heum apaan?" Ucap zhea
"Eh, tunggu. Kok Niko sama Rio ada di sana. Lho di AS ya?"
"Yaps. Iri kan lho" sahut rere
"Panjang ceritanya"
"Bagus ya kalian, ngumpul nggak ada gue"
"Iri kan lho" ejek Rere
"Dihhh"
"Lho nggak mau ngucapin selamat ulang tahun gitu ke gue"
"Nggak tuh"
"Kampret lhu"
"Salah sendiri ke sana nggak ngajak-ngajak gue"
"Bukannya nggak ngajak. Emang lho nya yang nggak bisa ikut"
"Dokter exsel dimana Zhe?" Tanya Niko
"Baru aja dia ke depan"
"Ngapain dia di depan"
"Ngebujuk el-razka"
"What! El-razka?"
"Ya"
"El-razka di rumah kalian?" Tanya Rere binggung
"Heum"
"Ngapain"
__ADS_1
Zhea menarik nafas kasar kemudian berucap "tadi gue ketemu baby sisternya di rumah sakit. El razka itu sakit, karena nggak mau makan atau pun minum susu"
"Lah emangnya bokap nyokap lho kemana?" Sahut rio
"Liburan"
"Terus lho ngapain bawa dia kerumah kalian" ucap Rere
Niko mencubit Rere, karena ucapan Rere. "Auu,sakit!" Kesal Rere
"Baby sister itu nggak becus jagain el-razka. Dia nitipin el-razka ke gue katanya nyokap dia harus operasi di kampung"
"Bohong Pasti tuh" ucap Rere
"Tapi, bisa jadi juga dia berkata jujur" sahut Rio
"Apapun itu, gue emang mau ambil el-razka dari dia. Gue nggak mau el-razka nggak di rawat dengan baik, dan ngerasa apa yang gue rasa dulu"
"Terus, dokter exsel gimana?" Ucap Niko
"Dia mah senang banget ada el-razka di sini. El-razka juga kalo nangis di gendong sama dia langsung diem"
"Emang keliatan sih aura kebapak'annya"
Exsel masuk dan meletakkan el-razka di ranjang dengan hati-hati.
"Dia sudah tidur" ucap zhea
"Ngomongnya jangan kencang-kencang nanti el-razka bangun" ucap exsel berjalan mendekati zhea, dengan membawa laptopnya
Zhea hanya mengangguk.
"Ini semua adalah tugas-tugas yang belum kamu selesaikan" ucap exsel memperlihatkan laptopnya
"So?" Ucap zhea menatap intens exsel
"Ya, selesaikan"
"Besok gue kerjain di kampus"
"Kalo nunggu besok, yang ada tugasnya tambah banyak"
"Yaudah, sekalian besok di kerjain semua di perpustakaan kampus"
"Kalo bisa sekarang kenapa harus nunggu besok"
"CK, iya-iya di kerjain nih" ucap zhea mengambil alih laptop
"Kerjain sampai selesai, nanti aku periksa"
"Lama-lama nyebelin juga ya lho jadi dosen!" Protes zhea
"Ya, kalau jawaban kamu salah, nanti bisa di perbaiki. Udah, jangan ngajak ngobrol Mulu, selesaiin tugasnya" sahut exsel yang berada di ambang pintu
"Jawab ngasal boleh nggak sih!" Gumam zhea yang masih terdengar oleh exsel
"No" ucap exsel lalu menutup pintu
"Ish, ngeselin banget" ucap zhea memutar bola matanya
"Heh, Zhe. Bisa-bisanya lho ngebiarin kita bertiga nonton drama rumah tangga lho" ucap zhea di seberang sana
"Ah, gue lupa belum matiin VC-A NYA"
"Giliran suami yang ngajak ngomong, langsung lupa deh lho sama kita" ejek Rere
"Ish, apaan sih. Udah ah, gue tutup dulu. Kalian dengar sendirikan? Gue harus selesaiin tugas"
"Eh, Zhe jangan di matiin dulu. Gue kan juga banyak tugas yang belum selesai. Lanjut VC-ANNYA pake laptop aja, gue juga mau lihat gimana tugas-tugasnya" ucap Rere
"Oke, gue ambilin dulu laptopnya"
Zhea lalu mengambil laptopnya, dan melanjutkan vc-an dgn ketiga sahabatnya pake laptop.
"Gue taruh laptopnya disini aja. Kelihatan nggak , layar laptop exsel" ucap zhea meletakkan laptop menyampinginya, agar terlihat jelas
"Ya, itu udah bagus"
__ADS_1
"Lagian kenapa repot-repot kayak gini sih. Kan bisa gue kirem aja filenya"
"Gue nggak mau ambil resiko. Kalo suami lho tahu gimana" alasan Rere. Karena sebenarnya, dia ingin melihat bagaimana suasana di rumah zhea dan exsel. Lebih tepatnya, bagaimana zhea dan exsel hidup bersama selama ini. Bukan kepo atau apa-apa, Rere hanya ingin memastikan bahwa pilihan zhea yang ingin cerai dengan exsel itu adalah pilihan yang salah.