BAD GIRL

BAD GIRL
BAB 144


__ADS_3

Bab 144


Sementara itu, di kompleks perumaha exsel. Tiffany sedang mempengaruhi warga dengam memfitnah exsel dan zhea.


"Ibu-ibu, kalian pada nggak nyadar ya, kalo kak exsel itu sering bawa cewek ke rumahnya" ucap Tiffany


"Ah, nggak mungkin. Exsel kan anak baik-baik, lagian cewek yang sering ke rumahnya saya lihat itu juga kamu" ucap salah satu


"Ya, kak exsel itu dokter pribadi keluarga saya. Nih ya kalo kalian nggak percaya, kita tunggu Sampai kak exsel pulang dia pasti bawa cewek"


"Nggak percaya akh. Selama ini exsel nggak pernah nyeleneh gitu sifatnya"


"Ih ini tuh benaran Bu. Makanya kalo nggak percaya kita tunggu sampai mereka kembali. Tapi, jika yang saya katakan itu benar, mau kalian apakan mereka"


"Mau kita usir lah, kan mencemar nama baik, kompelks ini"


"Menurut aku nih ya Bu, ceweknya yang kegenitan. Aku lihat sendiri gimana dia ngerayu-rayu kak exsel. Apalagi pas meninggalnya Tante, dia ngambil kesempatan dari situ buat ngedekatin kak exsel. Makanya kak exsel ke pincut sama dia. Jadi, kita usir saja ceweknya dari sini, dan jangan biarin dia datang lagi kesini"


Tiffany berniat ingin memisahkan exsel dan zhea dan tidak akan membiarkan mereka tinggal bersama. Tiffany takut zhea akan menggoda exsel sehingga mereka melakukan hubungan suami-istri.


RUMAH SAKIT

__ADS_1


"Zhea, untung saya melihat kamu di sini. Ada yang ingin saya sampaikan padamu" ucap kepala rumah sakit


"Re, tunggu bentar ya. Abis ini gue antar lho pulang" ucap zhea


"Biar gue aja yang antarin dia pulang, kalian berdua pergi aja" ucap Adnan yang ingin melihat sahabatnya itu mempunyai waktu berduaan dengan istrinya.


Zhea mengerutkan keningnya " lho mau auntarin Rere pulang?"


"Iya, lagian ini juga udah jam pulang, sekalian aja gue antarin. Kalian kan ada urusan"


"Gimana re? Mau nunggu gue atau ikut dokter Adnan"


"Ya sama lho lah Zhe, nggak yakin gue dia mau antwein sampai apartemen. Yang ada ntar, gue di tinggal di jalan"


"Ayo, aku temani ke ruangan prof. Nan, ini kunci mobil, lho kan mau anterin rere" Ucap exsel melempar kunci mobil ke arah adnan


Zhea menganguk, mereka kemudian pergi dari ruangan Rere.


"He, lho apa-apaan sih. Gue nggak mau pulang bareng lho" ketus Rere


"Jadi sahabat tuh perhatian sedikit lah. Dari pagi zhea tuh sama lho, mereka tuh baru menikah, berikan mereka waktu berdua. Masa lho mau jadi ornag ke tiga di antara mereka. Sahabat macam apaan lho"

__ADS_1


"Sahabat jadi-jadian. Puas lho!"


"Jadi-jadian, jadi-jadian. Jadi nenek lampir lho cocoknya"


"Enak aja"


"Udah ah. Mau pulang nggak, pusing gue ribut Mulu sama lho"


"Lho ya, yang mulai duluan"


"TER-SE-RAH!" ucap Adnan beranjak pergi. Terlalu pusing meladeni Rere


"Eh tunggu dulu. Kalo mau nganterin pulang yang ikhlas dong. bantuin gue jalan"


"Minta bantuan kan lho sekarang! Makanya jangan ngeyel amat kalo di bilangin"


Rere tidak lagi menjawab, tapi mulutnya komat-kamit mengikuti ucapan Adnan.


Sementara itu, zhea dan exsel memasuki ruangan kepala rumah sakit atau yang biasanya mereka panggil prof.


"Ada apa ya prof. Minta zhea ke sini" ucap exsel

__ADS_1


"Sebelumnya, saya mau mengucapkan selamat atas pernikahan kalian, semoga menjadi pasangan sakinah mawadah warahmah, memiliki keturunan yang Sholeh dan Sholehah dan selalu bersama sampai mau memisahkan"


"Aamiin. Terimakasih prof. Do'anya" ucap exsel melirik ke arah zhea


__ADS_2