
Di Apartemen kedua remaja duduk di sofa ruang tamu untuk melepas lelah, mereka bersandar di sandaran sofa yang ada di ruang tamu dengan memejamkan mata mereka berdua.
"Kak, apa pak Yogi benar benar punya niat jahat???"
"Kakak juga enggak tau pastinya tapi apa salahnya kalau kita waspada"
"Kakak benar, kapan kita memberi tahu kak Rian dan juga kak Irwan kak???"
"Nanti setelah mereka pulang dari kuliah"
"Kita bersih bersih dulu setelah itu kita cari makan di luar atau driver"
"Driver saja kak"
"Yah sudah kak"
Mereka berdua naik kelantai dua di mana kamar mereka berada, Celina dan Putri masuk ke dalam kamar mereka masing masing dengan pikiran dan perasaan tak menentu.
Celina menaruh tas nya di tempat tas tas milik Celina dan Rian, setelah itu dia masuk ke dalam kamar mandi ingin menyegarkan tubuhnya yang terasa sangat lengket, setelah setengah hari ada di luar ruangan.
Begitupun dengan Putri yang kini sudah berendam di bathtub dengan aroma terapi yang menyegarkan pikiran Putri, putri kembali teringat perkataan Yogi yang ada di parkiran dengan Celina, Bagaimana Celina memperjuangkan Rian yang tanpa rasa takut dengan pak Yogi.
"Pak Yogi apa dia beneran gila seperti apa yang di katakan oleh kak Celina" Lirih Putri dengan masih terpejam di dalam bathtub
Setelah setengah jam berlalu Putri keluar dari bathtub dia membersikan sisa busa yang ada di badan nya di bawa shower, setelah selesai Putri keluar dari dalam kamar mandi dengan perasaan bertanya tanya tak menemukan jawaban.
Putri masuk kedalam walk in closet dia memilih pakaian rumah yang akan digunakan, setelah mengganti pakaian nya Putri keluar dari dalam walk in closet berjalan kearah lemari kecil yang ada di samping tempat tidur nya.
Putri mengambil ponsel nya, dia keluar dari dalam kamar mendekat kearah pintu kamar yang ada di samping nya, putri mengetuk kamar Celina tiga kali. Celina yang ada di dalam kamar yang baru saja keluar dari dalam walk in closet mendengar pintu nya di ketuk, Celina mendekat kearah pintu dia membuka pintu kamar nya.
"Putri, ayo masuk!! Kenapa tidak langsung masuk saja???"
"Aku lupa kalau kak Rian belum pulang"
"Apa yang membuat kamu lupa segalanya, apa yang kamu pikirkan??"
"Aku teringat apa yang di katakan oleh pak Yogi kak"
"Jangan terlalu di pikirkan"
"Aku sudah sangat gemas dengan pak Yogi ingin sekali aku meninjuh wajah nya yang sok kalem itu kak"
"Hahahah"
"Sejak kapan adik ku yang manis ini menjadi petinju??"
"Kakak!!!" Putri merengek manja kepada Celina, Putri akan sangat manja kepada Rian dan Celina, sejak Celina menjadi kakak iparnya, Putri terkadang bersikap sangat manja dengan Celina.
"Hahaha, sudah ayo kita turun dan pesan makan sebelum cacing yang ada di perut kita semakin berdemo"
"Baik lah kak"
Celina dengan Putri turun kelantai satu untuk memesan makanan dan juga melihat acara tv untuk mengisi kekosongan waktu mereka sebelum mereka tidur siang.
__ADS_1
Mereka memesan bakso beranak pinak, ada anak, ibu, nenek, dan juga cucu wkwkwkwkw!!! Dengan lava yang menyembur keluar dari dalam bakso beranak. Bakso jumbo beranak yang mereka pesan, maksud mamak yah gaes..!!!
Setelah memesan makan untuk mereka makan siang, mereka melihat acara tv yang selalu mereka lihat ratapan emak emak, mereka menyimak tv dengan sangat anteng terkadang Celina atau pun Putri berkomentar tentang acara yang mereka tonton.
Saat mereka asik dengan acara tv, terdengar suara bel Apartemen berbunyi, Celina beranjak dari duduk nya mendekat kearah pintu Apartemen. Celina membuka pintu Apartemen memperlihatkan Driver di depan pintu.
"Atas nama mbak Putri??"
"Iyah pak"
"Ini pesanan nya"
"Terima kasih yah pak"
"Sama sama neng"
Driver pergi dari Apartemen Celina setelah Itu Celina masuk kedalam Apartemen nya, Celina mengambil dua mangkuk besar untuk di gunakan untuk makan bakso yang Celina dan Putri pesan.
Celina menuangkan Bakso itu kedalam mangkuk besar yang dia bawa dari dapur, Celina memberikan bakso yang sudah ada di dalam mangkuk kepada Putri yang tengah asik dengan acara tv.
"Dek, makan dulu"
"Iyah kak"
Putri mengambil bakso yang diberikan oleh Celina, dia memakan bakso dengan fokus ke acara tv. Begitupun Celina yang kini sudah kembali duduk di samping Putri, mereka berdua makan siang dengan melihat emak emak rempong.
Lima belas menit berlalu mereka sudah menghabiskan makan siang mereka, setelah makan siang mereka memutuskan untuk naik kelantai dua untuk tidur siang, Celina mengajak Putri untuk tidur dengan nya.
Mereka masuk kedalam kamar Celina, Celina merebahkan tubuh nya yang lelah di atas kasur yang empuk milik nya dengan Rian. "Kak, aku sungguh enggak menyangka kalau pak Yogi ikut pindah mengajar setelah tau kakak pindah"
"Mungkin kakak lupa karena kakak kan tidak mengingat masa lalu kakak"
"Kamu benar, mungkin saja dulu kakak mengenal nya dan sekarang melupakannya"
Mereka membahas Yogi yang mungkin saja dulu mengenal Celina begitupun dengan Celina yang juga mengenal nya, karena kecelakaan yang di alami Celina menjadikan dia lupa dengan pak Yogi.
"Kak, apa kakak enggak ingin ingat masa lalu kakak???"
"Tidak, karena menurut cerita yang aku dengar dari kak Yuda masa lalu ku tidak baik"
"Kenapa kak, kalau aku boleh tau???"
"Aku murid nakal yang selalu membuat onar di sekolah"
"Emmm, menjadikan kakak selama ini pindah sekolah??"
"Iyah, itu juga yang kakak enggak mau mengingat masa lalu kakak".
"Aku juga bukan murid teladan kak, walau menjabat sebagai ketua osis"
"Kenapa???"
"Aku juga sering bolos pelajaran dengan alasan osis"
__ADS_1
Putri menceritakan kenakalan nya selama sekolah, dia juga mengatakan tidak ada anak yang tidak bandel di sekolah mereka walau sekolah sangat tegas dan ketat, malah itu semua membuat mereka semakin tertantang menjadi lebih bandel
Saat Putri sedang asik menceritakan kenakalannya saat di sekolah, tiba tiba pintu terbuka memperlihatkan Rian dengan Irwan yang baru pulang dari kampus dengan wajah lelah mereka.
Mereka berdua masuk ke dalam kamar Rian, Rian mendekat kearah Celina begitupun dengan Irwan yang mendekat kearah Putri mereka mencium kening mereka masing masing. "Kenapa dengan kalian??"
"Lapar"
"Hahaha, baik lah mandilah kalian berdua, aku akan memanaskan bakso dulu buat kalian"
"Iyah kak"
"Iyah sayang"
Rian masuk ke dalam kamar mandi, sedangkan Irwan dengan putri keluar dari dalam kamar Rian dengan Celina, Putri dam Irwan masuk kedalam kamar mereka yang ada di samping kamar Rian dan Celina.
Celina keluar kamar untuk turun ke lantai satu, Celina memanaskan bakso yang dia beli tadi dengan Putri, setelah sepuluh menit Celina selesai menyelesaikan memanasi dua bakso lalu menaruh nya ke dalam dua mangkuk.
Celina menaruh kedua mangkuk bakso di atas meja makan, Celina mencuci tangannya sebelum dia naik ke lantai dua untuk menyiapkan baju untuk suami nya.
"Sayang"
Celina terkejut saat Rian ada di balik pintu kamar nya, entah apa yang Rian lakukan di balik pintu. "Kakak, apa yang kakak lakukan di balik pintu???'
"Ingin mengejutkan kamu"
"Kakak"
"Tampan"
"Yah sudah turun untuk makan kakak"
Rian mendekat kearah Celina lalu memeluk pinggang ramping Celina dengan sayang, setelah itu mereka turun kelantai satu. Celina dan Rian duduk di kursi yang ada di meja makan, Rian mulai memakan bakso yang ada di depannya.
Tidak lama Irwan dengan Putri turun dari lantai dua, mereka mendekat kearah meja makan, Irwan dan Putri duduk di meja makan. "Kak, aku ingin berbicara dengan kalian berdua"
Irwan dengan Rian mendongak menatap Celina yang ada di samping Rian. "Kenapa sayang???"
"Yogi ternyata menargetkan kakak"
"Maksud kamu Yogi, guru di sekolah kamu sayang???"
"Iyah kakak, dia sangat terobsesi dengan ku, tadi siang dia mengancam ku di parkiran sekolah"
Celina dan Putri menceritakan semua yang terjadi di parkiran sekolah saat pulang sekolah tadi, Celina juga menceritakan apa yang terjadi di perpustakaan, Celina juga bercerita kalau dia diancam oleh Yogi.
"Jangan khawatir dengan kita sayang"
"Tapi kak??"
"Tenang lah jangan khawatir, kita akan hadapi bersama yogi"
"Jangan takut dengan ancaman Yogi, kalian berdua menghadapi orang seperti Yogi harus dengan kepala dingin, agar tidak terpancing dengan nya"
__ADS_1
Irwan dan Rian sebenar nya sangat kesal meradang mendengar apa yang di ceritakan Celina dan Putri. Ingin sekali mereka menghajar Yogi karena sudah mengancam Celina.