
Bab 199
HENING.....
Zhea fokus mengerjakan semua tugas-tugasnya.
Sementara Rere, Niko dan Rio hanya menonton zhea dari layar laptop tanpa bersuara sedikit pun.
"Gue mau lihat, gimana perlakuan dokter exsel ke zhea?" Ucap Rere memelankan suaranya, atau lebih tepatnya berbisik, agar zhea tidak mendengarnya
"Maksud kamu?" Sahut Rio
"Lho ngomong sama gue Yo?" Tanya zhea tanpa mengalihkan pandangannya, pada layar laptop exsel
Rere menutup mulut Rio "ngomongnya jangan kencang-kencang,ntar zhea kedengaran"
"Emangnya kenapa" ucap Rio ikut berbisik
"Gue mua lihat, bagaimana rumah tangga mereka"
"Nggak boleh gitu re. Itu urusan mereka" ucap Niko
"Maksud gue tuh, gue pengen tahu gimana dokter exsel memperlakukan zhea, baik atau nggak? Walaupun hati gue berkata dia orang baik, gue tetap mau mastiin dengan mata kepala gue sendiri. Dan gue juga mau mastiin kalo pilihan zhea buat minta cerai sama dokter exsel itu salah" ucap rere masih berbisik
"Benar juga" sahut niko
----------
Exsel kembali ke kamar, membawa sandwich dan susu untuk zhea.
"Makan dulu, dari tadi siang kamu belum makan kan?" Ucap exsel duduk di samping zhea
"Nanti aja. Gue lagi fokus ini, jangan ganggu dulu"
"Ya udah kalo gitu biar aku suapin" ucap exsel menyondorkan sandwich ke mulut zhea
"Nggak usah. Gue bilang nanti ya nanti" ucap zhea tetap fokus ke layar laptopnya
"Aaaaaa" ucap exsel tetap berusaha untuk menyuapi zhea
Zhea menatap exsel kesal, kemudian dengan terpaksa memakan sandwich yang di buat exsel.
Exsel tersenyum manis ketika zhea mengigit sandwich buatannya. "Enak?" Tanyanya dan zhea hanya mengangguk.
"Ah mereka romantis banget sih, jadi iri deh" bisik Rere
"Nggak boleh gitu" ucap Rio mengelus-elus kepala Rere
"Ini sih fix, Zhea yang bego kalo sampai masih mau cerai sama dokter exsel" ucap Rere masih berbisik ke Rio yang juga di dengar oleh Niko.
"Gue ngantuk" rengek Rere
"Istrihat di kamar kalo gitu"
__ADS_1
"Tapi males gerak. Kayak gini aja deh nyaman" ucap Rere mengandeng tangan Rio dan Niko karena dia duduk di tengah-tengah mereka.
"Katanya ngantuk, ke kamar gih" ucap Niko
Rere hanya menggeleng, beberapa saat kemudian karena capek dan ngantuk yang tidak tertahankan lagi, Rere akhirnya tertidur, dengan kepalanya berada di bahu Rio.
"Yo, bawa Rere ke kamar. Kasihan kalo di bangunin, dia pasti sangat kelelahan" ucap Niko
Rio hanya mengangguk, kemudian Dengan hati-hati mengendong Rere ala bridal style ke kamar.
Rio membaringkan Rere dengan hati-hati agar tidak menganggu tidurnya. Setelah itu, dia menyelimuti Rere.
Saat ingin pergi Rere mengenggam tangannya "jangan pergi. Gue kangen sama lho Yo" gumam Rere yang ternyata sedang mengigau
"Gue nggak mungkin pergi re. Karena gue sayang banget sama lho, dan gue juga kangen banget sama lho" ucap Rio membenahi anak rambut Rere yang menutupi wajahnya.
"Nih minum dulu" ucap exsel ektika zhea menghabiskan sandwichnya.
Zhea pun meminum susu itu sampai habis.
"Aku taruh ini ke dapur dulu" ucap exsel yang hanya di angguki oleh zhea.
Exsel kembali ke dapur, dia mencuci piring kotor yang sedari pagi belum di cuci. Setelah selesai, dia kembali lagi ke kamar.
"Apa sudah sele...." Exsel tidak melanjutkan ucapannya ketika melihat zhea tertidur dengan posisi tangan menompang kepalanya.
"Cantik" batin exsel tersenyum melihat zhea. Dia kemudian mengendong zhea dan membaringkannya di ranjang sebelah el-razka, dengan sangat hati-hati karena takut el-razka terbangun.
Setelah menyelimuti zhea, exsel mencium kening zhea sekilas kemudian berucap "mimpi indah"
"Pilihan Ku sudah benar, dengan meminta dokter exsel menikahi zhea. Sakit, memang tapi ini yang terbaik buat zhea. Gue harus ikhlas, karena bahagianya zhea adalah yang terpenting" ucap Niko pada dirinya sendiri.
Exsel memeriksa jawaban Shea, yang ternyata banyak yang salah. Akhirnya, exsel membenahi jawaban zhea, setelah selesai dia pun ikut bergabung tidur bersama zhea, yang mana el-razka berada di tengah-tengah mereka.
Pukul 2 pagi dini hari. El-razka menangis, zhea dan exsel pun terbangun karena tangisannya.
"El-razka kenapa heum" ucap zhea mengendong el-razka mencoba menenangkannya
"Mungkin dia haus. Aku akan buat kan susu untuknya" ucap exsel kemudian pergi membuat susu untuk el-razka.
"Udah ya nangisnya, nanti kamu demam lagi lho" ucap zhea mengelus-elus punggung el-razka
"Sini biar aku yang gendong" ucap Reyhan mengambil alih el-razka.
"Kamu istirahat aja lagi, besok harus kuliah" ucap exsel memberi el-razka susu
"Tapi kan...."
"El-razka aku yang jaga. Tidur aja lagi" ucap exsel.
Karena zhea masih sangat ngantuk akhirnya dia pun tidur kembali.
Exsel bermain-main Dengan el-razka, hingga pukul 4;45 shubuh, akhirnya el-razka tidur kembali.
__ADS_1
Exsel meletakkan el-razka dengan penuh hati-hati di ranjang.
Suara adzan berkumandang "sudah subuh, sebaiknya aku sholat dulu. Sudah lama aku nggak sholat karena ke sibukkan" ucap exsel kemudian beranjak ke kamar mandi untuk mandi sekaligus berwudhu.
Setelah sholat, exsel ke dapur dan membuat sarapan untuknya dan zhea, tak lupa juga dia membuatkan susu untuk el-razka.
Exsel menata masakannya di atas meja, kemudian dia kembali ke kamar. Dia melihat banyak pakaiannya dan pakaian zhea yang kotor.
Exsel melihat jam di pergelangan tangannya yang menunjukkan pukul 5: 50 pagi.
"Masih ada waktu, lebih baik aku cuci dulu pakaian kotornya" gumam exsel. Dia kemudian membawa pakaian-pakaian kotor dan mencuci.
Hingga pukul 6:20 pagi, exsel selesai mencuci.
Exsel kembali ke kamar dan membangunkan zhea. Tapi di saat yang sama, El-razka juga terbangun.
"Mandilah, kamu ada kelas pagi ini" Zhea hanya mengangguk kemudian beranjak ke kamar mandi.
"Eh jagaon udah bangun. Tidurnya kok bentar banget sih" ucap exsel mengendong el-razka, dan bermain-main dengan adik iparnya itu.
Zhea selesai mandi dan sudah rapih.
"Tolong panasin makanan yang di atas meja ya, aku takut makanannya udah dingin"
Zhea hanya mengangguk.
"Waktunya mandi" ucap exsel, dia kemudian dengan hati-hati dan tulus memandikan el-razka.
Karena kedinginan, el-razka akhirnya menangis.
"Kau kedinginan? Bentar lagi ya. Bentar lagi selesai kok" ucap exsel
Zhea yang sudah selesai memanaskan makanan kembali ke kamar untuk memanggil exsel.
Bersamaan dengan itu, exsel keluar dari kamar mandi yang baru selesai memandikan el-razka.
"Lho bisa mandiin anak kecil?" Tanya zhea
"Aku juga baru tahu, kalo aku bisa mandiin anak kecil" ucap exsel membaringkan el-razka di ranjang dan mengelap badan el-razka.
Zhea mengambil baju yang mereka beli untuk el-razka kemarin dan membatu exsel, memakaikan pakaian untuk el-razka.
Saat exsel ingin memakaikan celana untuk el-razka, el-razka malah kencing dan membasahi bajunya.
"Wah, wah wah wah...." Ucap exsel yang kaget karena air kencing el-razka mengenai bajunya dia pun refleks menjauh.
Zhea yang melihat itu hanya tertawa terbahak-bahak. "Kau sangat lucu" ucapnya di sela-sela tawa.
Exsel yang melihat zhea tertawa lepas pun juga ikut tertawa.
"Biar gue aja yang pakaiin celana el-razka. Lho, ganti baju sana, pasti bahu. Kan nanti mau ngajar"
Exsel pun menuruti ucapan zhea..
__ADS_1
Baca terus kelanjutan ceritanya ya ☺️ dan jangan lupa baca juga Karya author yang berjudul "CEO IN LOVE" dan "SILENT DEADLY" ya reader's tercinta ☺️🙏🏻