BAD GIRL

BAD GIRL
Mencari dokter jantung


__ADS_3

Bab 87


"Kemarin zhea yang mendonorkan darah untukmu"


"Dia datang"


"Hem, dia juga mengusir keluarga nyonya lira dari rumah sakit ini. Karena mereka menjelek-jelekkan mu. Dan hal yang paling mengejutkan adalah dia sangat membelamu dan mengatakan bahwa kau papanya yang baik"


"Benarkah?" Ucap Leon tak percaya


"Ya. Dia mungkin terlihat membenci kita, tapi sebenarnya dia sangat mempedulikan kita. Dan kemarin, setelah selesai mendonorkan darah dia malah pergi balapan. Tak lama kemudian, dia di bawah oleh temannya karena kecelakaan saat balapan. Tadi malam dia sudah siuman.tapi, barusan aku lihat, dia dia bawa dokter dalam kondisi tidak sadarkan diri. Apa kau ingin melihatnya"


"Tentu saja. Bantu aku keruangannya"


"Kebetulan. Ruangannya bersebelahan dengan ruanganmu"


Cathlin lalu membantu Leon duduk di kursi roda. Dan membawanya ke ruangan zhea.


Leon menatap sayu ke arah putrinya itu.

__ADS_1


"Inilah, alasan kenapa aku selalu melarangnya balapan" ucap Leon yang matanya sudah berkaca-kaca


"Tapi, menjadi seorang pembalap adalah cita-citanya. Kita harus mendukungnya"


"Aku tidak mau dia terluka. Itulah mengapa aku melarangnya. dia tidak sama seperti el-razka, el razka akan tumbuh dengan kasih sayang dan segala kecukupan. Sementara dia, kau tahu sendiri dari kecil sampai dia berumur 7 tahun kami selalu hidup dalam ke kurangan. Mamanya meninggalkan kami, maka dari itu aku berusaha keras untuk bisa sukses. Aku di sibukkan oleh pekerjaan sehingga tidak ada waktu untuknya. Sampai akhirnya saya sukses di umur dia 12 tahun. Tapi, di saat mempunyai banyak hartapun aku tidak bisa membahagiakan anakku" ucap Leon terisak


"Maafkan aku. Karena menikah denganku, hubunganmu dengan zhea jadi merenggang"


"Kau sudah membayar administrasi zhea"


"Zhea sudah membeli rumah sakit ini. Aku rasa, tidak mungkin perawatannya harus di bayar juga kan"


"Dia membeli rumah sakit ini"


Leon hanya mengangguk, cathlin pun mendorong kursi roda itu, kembali ke ruangan Leon.


RUANGAN SARAH


"Lho tenang aja sel, habis ini Tante pasti baik-baik saja" ucap Adnan

__ADS_1


"Aku harap juga begitu. Tapi, mamaku juga menderita kanker"


"Apa!"


"Iya nan. Gue juga nggak tahu kalo mama selama ini sakit. Dia nggak pernah cerita apapun atau ngeluh depan gue. Apa karena gue terlalu sibuk akhir-akhir ini, jadi nggak terlalu memperhatikan mama"


"Sabar sel. Berdo'a saja yang terbaik untuk Tante"


"Kanker stadium akhir itu, belum ada obatnya nan. Gue bahkan takut, untuk mengecek seberapa lama lagi nyokap gue bisa bertahan"


"Gue akan cari tahu tentang dokter jantung yang terbaik di luar negeri. Nanti lho bisa bawa Tante untuk berobat di sana. Lho harus tenang dan jangan lemah, kalo lho lemah bagaimana dengan Tante. Dia bakalan lebih sedih lagi kalo lihat lho terpuruk kayak gini"


"Terimakasih ya nan. Lho benar-benar banyak banget bantuin gue hari ini"


"Udahlah, capek gue dengar kata-kata terimakasih dari lho."


"Seharusnya lho berterimakasih pada zhea sel. Dia yang bantuin lho" batin adnan


Beberapa jam kemudian, zhea pun tersadar, di ruangannya ada dokter Adnan yang selalu mengecek keadaannya setiap jam

__ADS_1


Baca terus kelanjutan ceritanya ya😊


Dan jangan lupa baca juga karya author yang lainnya yang berjudul "COLD CEO IN LOVE" dan "SILENT DEADLY" Ya reader's tercinta β˜ΊοΈπŸ™πŸ»


__ADS_2