BAD GIRL

BAD GIRL
karena kalian


__ADS_3

Bab 80


"Apa aku boleh menanyakan sesuatu. Ini sedikit pribadi"


"Katakan?" Ucap exsel


"Apa dokter membenci zhea, karena dia menjadikan dokter sebagai alasan balas dendam"


"Haruskah aku menjawabnya?"


"Tidak, jika dokter keberatan untuk menjawabnya tidak apa-apa. Tapi, aku akan mengatakan sesuatu mengenai zhea, terlebih lagi dokter sekarang menjadi guru pembimbingnya"


"Katakanlah"


"Dokter mungkin menganggap zhea itu gadis yang liar, nakal, egois, pembakang dan semena-mena. Tapi dokter di balik sikapnya yang seperti itu tersimpan banyak luka di masa lalunya. Dia melakukan banyak hal agar tidak terlihat lemah di depan orang-orang. Sejauh ini, aku juga tidak memahami sifatnya dengan baik walaupun kami sudah berteman belasan tahun lamanya. Dan selama ini, hanya Niko yang tahu betul sifatnya. Dia itu berbeda dengan gadis lainnnya dokter. Contohnya saja dia dan Rere, zhea itu mandiri, kuat, aku bahkan tidak pernah melihatnya menangis barang sekali pun. Tapi, di balik kuatnya fisik dia, mentalnya sangat lemah bahkan rapuh jika itu mengenai masa lalunya"


El razka yang berada di pangkuan Rio kembali menangis.


"Ah, dokter sepertinya pembicaraan kita sampai di sini dulu. Mari berbicara kembali di lain waktu" exsel hanya mengangguk, sementara Rio beranjak pergi menuju ruangan zhea.


Cathlin ingin mengambil alih El razka ketika Rio ingin membawa El razka masuk ke ruangan zhea.

__ADS_1


"Aku akan membawanya bertemu dnegan zhea. Kau bisa lihat sendiri, dari tadi dia menunjuk ke arah zhea. Mungkin dia merindukan zhea" ucap Rio mempertahankan El razka tetap berada dalam gendongannya.


"Tapi zhea tidak menyukai ke beradaan El razka"


"Aku tetap akan membawanya masuk" ucap Rio dengan cepat melangkah masuk ke ruangan zhea.


"Kau sudah sadar" ucap Rio meletakkan minuman yang di belinya tadi di atas meja samping zhea.


"Hemmm. Kenapa kau bisa bersama El razka" ucap zhea


"Di saat kau pingsan tadi, dia terus menunjuk ke arahmu. Dia mungkin merindukanmu, makanya aku membawanya bertemu denganmu"


"Omong kosong! Bawa dia pergi dari sini. Suara tangisannya menggangguku" teriak zhea


"Dia bukan siapa-siapa bagiku. Dan kau tahu sendiri itu, lebih baik sekarang bawa dia pergi atau aku yang akan pergi" bentak zhea


Cathlin langsung masuk ke ruangan zhea dan mengambil alih mengendong El razka.


"Kau tidak perlu pergi. Aku akan membawanya pergi" ucap cathlin beranjak keluar dari ruangan zhea.


Rio menatap tajam ke arah zhea "kenapa kau melihatku seperti itu" ucap zhea

__ADS_1


"Gue yakin, Niko juga nggak akan suka jika tahu apa yang barusan terjadi" ucap Rio beranjak pergi.


"Lho mau kemana lagi" teriak Rere.


Rio berhenti melangkah kemudian berucap "gue ada urusan"


"Lho itu benar-benar nggak bisa di andalin ya. Zhea sakit aja lho masih mau pergi-pergi. Emangnya urusan apa sih yang lebih penting dari kita" teriak Rere


"Hubungi Niko dan bilang kalo zhea sudah sadar. Gue pergi dulu" ucap Rio


"Rio lho benar-benar nyebelin tahu nggak" teriak Rere. Sementara Rio tidak mempedulikan ucapan rere, dia terus melangkah pergi.


"Kau akan pergi" ucap cathlin yang masih mencoba menenangkan El razka


Rio mengangguk lalu berucap "maaf, atas kejadian tadi"


"Tidak apa-apa. Zhea memang selalu seperti itu"


"Dia begitu juga karena kesalahan kalian"


"Ya, aku mengerti"

__ADS_1


"Saya pergi dulu" ucap Rio beranjak pergi


__ADS_2