
Bab 66
Setelah exsel pergi, zhea meluapkan kemarahannya dengan menendang-nendang kursi dan meja di sana. Beberapa saat kemudian, zhea mengambil tasnya beranjak pergi dari sana menuju ke parkiran.
Zhea membuka pintu mobilnya, dia diam sesaat menimbang-nimbang keputusan. Sesaat kemudian, dia menutup kembali pintu mobilnya lalu beranjak ke kelas.
"Sorry, saya telat" ucap zhea ketika masuk ke kelas.
Exsel melihat zhea sekilas dia mengangguk lalu berucap "duduklah"
Zhea duduk di samping Rere.
"Zhe, apa yang terjadi" ucap Rere berbisik
"Ntar gue ceritain"
"Gue kira lho bakal bolos lagi" ucap Rio yang duduk di belakang zhea.
"Seharusnya sih begitu"
"Hemmm" exsel berdehem melihat zhea, Rere dan Rio bicara berbisik-bisik.
__ADS_1
"Tolong fokus. Saya akan memulai pelajarannya" ucap exsel. Proses belajar mengajar pun di mulai.
---------------
JAM PELAJARAN SELESAI...
"Baiklah semuanya, pelajaran kita cukup sampai disini hari ini. Saya mohon maaf jika selama 2 hari ini saya mengajar di kelas ini kalian semua mungkin merasa tidak nyaman, dan mungkin cara saya mengajar membosankan. Karena jujur saja, ini adalah pertama kalinya saya mengajar. Dan saya juga tidak bisa membangun suasana dalam proses belajar mengajar ini menjadi menyenangkan. ini adalah hari terakhir saya mengajar di sini, saya akan mengajukan kepada profesor agar mencari dosen yang jauh lebih berpengalaman dari pada saya"
"Dokter ingin keluar dari universitas ini? Sebelum dosen Raka kembali. Saya tidak merasa kelas dokter membosankan ya kan" ucap salah satu mahasiswi
"Ya" ucap mahasiswa & siswi yang ada di kelas itu serentak kecuali zhea
"Jangan keluar dulu dokter. Jika dokter keluar, bagaimana jika kami mendapatkan dosen killer nanti. Maka proses belajar mengajar akan terasa sangat membosankan dan menakutkan nanti"
"Ini universitas terbaik, dan kalian berhak mendapatkan pengajaran dari dosen yang terbaik pula. Ini saja yang ingin saya Sampaikan, untuk waktu dan perhatiannya saya ucapkan terima kasih" ucap exsel lalu beranjak pergi.
"Ya. Dokter kok mau keluar sih. Kan jadi nggak bisa lihat wajah tampan dokter lagi nantinya" ucap mahasiswi 1
"Iya tuh. Padahal kan kita semangat kuliah karena ada dia" ucap mahasiswi 2
"Gue sih berharap dia jadi dosen tetap disini. Eh tau-taunya dia malah ngundurin diri" ucap mahasiswi 3
__ADS_1
"Padahal kelasnya sama sekali tidak membosankan" ucap mahasiswi 4
" gue juga nggak ngantuk belajar di kelasnya. Kalo dengan dosen-dosen yang lain bawaannya tuh ngantuk banget" ucap mahasiswi 5
"Udahlah kita pulang aja. Semoga besok dokter exsel masih ngajar kita" ucap mahasiswi 6
"Ya udah yok kita pulang." Semua mahasiswa dan mahasiswi di kelas itu beranjak pulang. Kecuali zhea Rere dan Rio.
"Zhe, sebenarnya apa sih yang terjadi di ruang dekan"
"Mamanya Debby marah-marah terus bilang Debby masuk rumah sakit. Dia minta uang 25 juta sebagai biaya pengobatan"
",What! 25 juta." Ucap Rere
"Itu mah namanya pemerasan Zhe"
"Sepertinya mereka kehabisan cara untuk mendapatkan uang. Jangan-jangan ini semua di sudah rencanakan oleh Debby agar dapat uang banyak" ucap Rere
"Licik emang tuh orang" ucap Rio
"Dan parahnya lagi, mereka semua nyalahin gue. Padahal jelas-jelas sih Debby yang mulai duluan. Terus tuh tuan marga sok-sok lembut dan perhatian sama gue. Dan akhirnya kembali kasar dan ingin gue secepatnya nikah dan Zein"
__ADS_1
Baca terus kelanjutan ceritanya ya☺️
Dan jangan lupa baca juga karya baru author yang berjudul "SILENT DEADLY" dan karya author lainnya "COLD CEO IN LOVE" ya reader's tercinta ☺️🙏🏻🙏🏻