BAD GIRL

BAD GIRL
SAH


__ADS_3

Setelah menghadiri pernikahan Dian dan Yoga Celina dan yang lain pulang ke rumah masing masing karena hari semakin malam, karena besok pagi nya mereka juga harus menyiapkan pernikahan Putri dan Irwan. Putri dan Irwan akan menikah siang hari setelah jam makan siang.


Malam semakin larut tapi Irwan dan Putri seakan tidak bisa memejamkan mata mereka berdua, mereka tidak bersama melainkan di teman di oleh pasangan muda yang lebih dulu menikah. Celina menemani putri di kamar nya sedangkan Rian menemani Irwan berada dikamar nya Rian, bukan hanya Rian melainkan ada Bastian juga yang menemani irwan.


Irwan, Bastian dan juga Rian bermain game untuk menghilangkan rasa bosan mereka. Entah apa yang membuat para remaja laki laki itu tidak bisa memejamkan mata nya. Mereka sudah main game online sejak dua jam yang lalu.


"Gue beneran deg deg deg kan banget"


"Kenapa elo deg deg kan mau mati elo"


"Sialan elo!! Gue kan mau halalin anak orang"


"Oh gue enggak deg deg kan tuh"


"Gue yang mau nikah ela"


"wkwkwk maaf gue pikir bisa gitu nyetrum"


"Apaan yang nyetrum elo pikir arus listrik"


"Hahaha"


"Awas elo yah kalau bikin adek gue nangis, gue kirim elo ketemu malaikat"


"Malaikat siapa??"


"Malaikat Malik"


"Ke Neraka dong gue"


"Elo kan banyak Dosa nya"


Mereka terus berceloteh dengan memain kan game online yang ada di ponsel mereka masing masing.


Mereka tidak sadar kalau hari akan menjelang pagi, kini sudah pukul tiga pagi baru mereka berhenti bermain game online yang ada di ponsel nya, Rian melihat jam tangan yang ada di pergelangan tangan nya, Rian tidak menyangka kalau hari sudah mau menjelang pagi.


"Gile udah jam tiga aja nih"


"Wah masak elo gak ngantuk kan??"


"Perasaan baru bentar main game!!"

__ADS_1


"Iyah perasaan baru sebentar, jam elo eror kali Ian"


"Caba elo tengok jam hp elo"


Irwan membuka ponsel nya dan percaya kalau sekarang udah jam 3 dini hari, Mereka segera menyimpan ponsel mereka di atas meja setelah itu naik ke atas ranjang Rian, dimana biasanya akan di tiduri Rian dan Celina tapi kini di tiduri oleh dirinya dan ke dua para sahabat nya.


Tapi meski begitu mereka bertiga tidak bisa memejamkan mata mereka seolah mata mereka tidak memiliki kantuk, sehingga membuat mereka terjaga sampai menjelang pagi. Ketiga remaja itu berusaha memejamkan mata nya tapi tetep tidak bisa memejamkan nya.


Beralih ke kamar Lain, di sebelah kamar Rian ada kamar Putri. Putri sendiri kini tenga mengotak atik benda pipi nya karena Celina yang sudah tidur dari jam 1 tadi. Sedangkan dia tidak bisa tidur, menjadikan Putri melihat lihat sosial medianya, dia ingin menghilangkan rasa risau, deg deg kan, gugup yang melanda hatinya.


Putri tidak hanya membuka sosial media nya melainkan dia juga mencoba membangunkan Celina yang tenga tertidur, mungkin dia merasa kelelahan menemani Putri sehingga putri mencoba untuk membangunkan Celina usahanya sia sia.


"Kak bangun aku sendirian tau"


"Sudah lah dek besok kamu menikah bobok cantik biar enggak punya mata panda besok" Celina menyahut tanpa membuka mata nya


"Kakak"


"Hemmm"


"Jangan tidur"


"Aku enggak mau besok ada mata panda dek!! Apa lagi di hari spesial kamu"


"Percuma kayak nya bangunin kak Celina apa lagi dia baru tidur" Batin Putri


Putri kembali mengotak Atik benda pipi nya sampai pukul 5 pagi Putri menaruh ponsel nya di atas meja, setelah sholat subuh Putri menyusul Kakak ipar dan sahabat nya ke alam mimpi.


Sedangkan di kamar sebelah Rian dan kedua teman nya kembali bermain game online setelah sholat subuh, mereka bertiga tidak tidur semalaman.


Rian beralasan jika tidak bisa tidur karena tidak ada Celina di samping nya, sedangkan Irwan beralasan dadanya bergemuruh gugup. Dan Bastian beralasan teringat wajah cantik Mawar kemarin malam saat ada di pesta. Sungguh menggemaskan para remaja ini.


Tidak terasa waktu sudah pukul 7 pagi semua orang tau sudah ada di meja makan, sedangkan anak anak nya belum turun untuk ikut sarapan.


"Kemana anak anak ini???"


"Aku tidak tau!!"


"Coba aku lihat dulu di kamar mereka" Melati beranjak dari duduk nya meninggalkan meja makan untuk melihat putra dan putrinya yang belum turun untuk ikut sarapan.


Melati menaiki anak tangga untuk ke lantai dua dimana kamar putra dan putrinya berada, Saat sampai di lantai dua melati mendekat ke arah pintu kamar Rian melati mengetuk tiga kali tapi tidak ada sahutan dari dalam, Melati mencoba membuka kamar Rian, dia masuk ke dalam kamar dimana Melati melihat ke tiga putra nya tenga tertidur tidak beraturan. Melati tidak membangunkan mereka, karena melati melihat mereka baru tertidur terlihat salah satu ponsel mereka masih menyalah.

__ADS_1


Setelah dari kamar Rian, Melati ke kamar putrinya, dia juga mengetuk kamar Putrinya lagi lagi tidak mendengar jawaban dari dalam, Melati membuka kamar Putri lagi lagi Putri melihat dua putrinya tertidur pulas.


Melati keluar dari kamar putri nya setelah itu dia kembali ke ruang makan, Saat sampai di ruang makan melati kembali duduk di kursi yang tadi sempat dia duduki di samping Patra.


"Anak anak masih tidur, kayak nya mereka baru tidur"


"Selalu saja mereka begitu Mbak"


"Biarkan saja nanti kalau mereka bangun aku yang akan menyiapkan sarapan untuk mereka"


Mereka semua sarapan dengan obrolan obrolan ringan membahas anak anak mereka saat masih kecil kini sudah ingin di nikah kan dengan teman masa kecil nya. Mereka semua tidak mengira pertumbuhan mereka begitu sangat cepat.


...****************...


Waktu dimana sudah sangat di tunggu tunggu oleh Putri dan Irawan yang kini sudah bersiap untuk menikah, Putri yang sedang di make up oleh Ibu Celina dan Irwan sendiri sudah siap di kamar Rian.


Celina juga ingin di make up ibu nya menjadikan Celina belum merias diri nya sendiri menunggu Siska met make up Putri. Putri sangat senang dan bahagia melihat tampilan diri nya di pantulan cermin, Putri merasa kalau yang ada di cermin bukan diri nya sendiri melainkan orang lain.


"Bu aku begitu sangat cantik!! Terima kasih bu"


"Kamu memang sudah cantik dan ibu hanya menambahi sedikit sentuhan"


"Ibu bisa saja"


Setelah Siska membantu Putri untuk memakai kebayanya dia merias putri nya sendiri yang sedari tadi sudah menunggu giliran nya di make up. Tidak lama setelah merias Celina selesai Melati dan Ayu ibu Irwan masuk ke dalam kamar Putri untuk melihat Putri apa sudah siap apa belum, saat dua wanita setengah baya itu melihat Putri mereka seakan tidak mengenali Putri, karema riasan Siska membuat Putri pangling.


Setelah semua nya selesai kini Irwan sudah ada di depan Patra dan di samping Patra, ada penghulu yang nanti nya akan membimbing Patra untuk menikahkan Putri dan Irwan.


Setelah semua keluarga berkumpul Patra memulai acara akad nikah Putri dan Irwan, dengan Irwan yang sudah menjabat tangan Patra. Irwan mengucapkan ijab qobul dengan tegas dan lantang.


"Bagaimana para saksi Sah"


"Sah"


"Sah"


"Alhamdulillaah".


Setelah itu Putri keluar dengan di gandeng Melati dan Ayu, Putri di antar Mama dan mertua nya, berjalan mendekat ke arah Irwan yang terpesona dengan Putri yang ada di tenga tenga tenga Mami dan Mama mertua nya.


Melati dan Ayu membantu Putri duduk di kursi samping Irwan, Putri yang dudu di samping Irwan pun salah tingkah karena Irwan menatap nya tanpa berkedip.

__ADS_1


"Ghem"


Daheman Penghulu menyadarkan Irwan dari tatapan nya kepada Putri nya yang ada disamping nya. Penghulu menyuruh Irwan memasang cincin di jari Putri begitupun dengan Putri, tukar cincin pun telah selesai penghulu menyuruh dua pasangan muda itu untuk meminta restu kepada kedua orang tua nya.


__ADS_2